MARKET DATA

LPS, Kemenkeu-Bank Himbara Bongkar Rahasia Sukses Investasi Anak Muda

mae,  CNBC Indonesia
06 September 2026 22:58
Kemenkeu & LPS Bagi Ilmu, Pelajar Lampung Belajar Soal Investasi - Manfaat Nabung di Bank
Foto: CNBC INDONESIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Lampung Financial Festival 2026 hari kedua yang digelar pada Minggu (6/9/2026) menghadirkan sejumlah perbincangan menarik di sektor keuangan dan investasi, terutama generasi muda.

Acara ini merupakan kolaborasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan CNBC Indonesia.

Hadir sebagai pembicara pada hari kedua adalah Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan Dody Zulverdi, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan RI Herman Saheruddin, Achmad Royadi (Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia, Anton Sukarna (Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia), Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan pengusaha yang juga Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung.

Berikut beberapa poin menarik dari pembahasan hari kedua Lampung Financial Festival 2026:


1. Anggota Dewan Komisioner LPS bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan Dody Zulverdi

Dalam paparannya, Dody menjelaskan peran penting perbankan dalam mendorong ekonomi Indonesia. Menurutnya bank memiliki berbagai fungsi utama, salah satunya sebagai store of wealth atau tempat menyimpan harta kekayaan.

Selain itu, bank dinilainya juga sebagai sumber pembiayaan untuk mendorong dunia usaha dan sebagai fasilitator sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi di masyarakat.

"Itulah kenapa bank perlu dijaga," ujar Dody dalam Lampung Financial Festival, Novotel Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Kemudian lanjutnya, jika ada bank gagal karena kondisinya memburuk karena ada kesalahan dalam managemen, LPS akan turun tangan untuk melakukan sejumlah aksi dengan mengambil alih dari pemegang saham lama lewat penyetoran modal.

Dody juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada sebelum menaruh simpanan di bank.

Berikut beberapa poin-poin dari paparan Dody:

  • Jangan mudah tergiur bunga simpanan yang terlalu tinggi.
  • Bank yang menawarkan bunga sangat tinggi perlu dicermati karena bisa mencerminkan risiko yang lebih besar.
  • Masyarakat dapat membandingkan bunga simpanan dengan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.
  • Jika bunga yang ditawarkan di atas tingkat bunga penjaminan LPS, simpanan tersebut tidak otomatis dilarang, tetapi tidak masuk cakupan penjaminan LPS jika bank bermasalah.
  • Selain bunga simpanan, masyarakat yang mampu membaca laporan keuangan dapat melihat rasio likuiditas dan non-performing loan
  • Bank yang sehat umumnya memiliki likuiditas yang terjaga dan rasio kredit bermasalah yang rendah.

2. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Herman Saheruddin

Dalam paparannya, Herman mengungkapkan tiga instrumen investasi aman yang bisa menjadi pilihan masyarakat, yakni Surat Berharga Negara (SBN), emas, dan deposito. Instrumen investasi ini merupakan pilihan aman, karena diterbitkan dan dijamin oleh negara.


"Jadi surat berharga ini kenapa diterbitkan? Tadi kan sudah disampaikan bahwa Kementerian Keuangan tuh tugasnya sebagai bendahara. Jadi untuk menjalankan pembangunan di suatu negara kan perlu pendapatan," ujar Herman dalam Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).

Direktur Jenderal Stabilitas dan  Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddinsaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddinsaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddinsaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 

Berikut beberapa poin-poin dari papara mengenai SBN:

  • SBN bukan sekadar instrumen utang pemerintah, tetapi juga instrumen investasi masyarakat.
  • Pemerintah mendapatkan dana untuk pembangunan, sementara investor memperoleh bunga atau bagi hasil.
  • Semakin besar kepemilikan SBN oleh investor domestik, semakin banyak pembayaran imbal hasil yang berputar kembali di dalam perekonomian Indonesia.

3. Achmad Royadi-DirekturFinance & Strategy PTBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Direktur Finance and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Achmad Royadi mengimbau generasi muda lebih bijak membedakan kebutuhan dan keinginan.

Menurutnya, penghasilan sebaiknya langsung dialokasikan untuk tabungan, investasi, asuransi, hingga dana pensiun sebelum digunakan untuk konsumsi.

Direktur Finance & Strategy PT Bank  Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 

"Prinsipnya itu harus bisa mengalokasikan. Jangan sampai uang yang diinvestasikan itu tunggu ada sisanya di akhir bulan. Jadi dari awal sudah dialokasikan buat jaga-jaga, baru sisanya untuk konsumsi dan lifestyle," ujar Achmad dalam Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).

Berikut beberapa poin-poin dari paparannya:

  • Kemudahan digital membuat masyarakat semakin mudah melakukan spending, mulai dari membeli tiket konser, traveling, hingga menggunakan paylater
  • Sebelum membeli sesuatu, generasi muda perlu membedakan kebutuhan dan keinginan
  •  Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi karena berkaitan dengan keberlangsungan hidup
  • Keinginan tidak harus langsung dipenuhi dan bisa ditunda jika kondisi keuangan belum memungkinkan
  • Sebelum melakukan transaksi, cek kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan
  • Kemudahan digital seharusnya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menabung, investasi hingga menyiapkan dana pension

4. Anton Sukarna-Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, kegiatan literasi seperti Lampung Financial Festival 2026 yang digelar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, terutama di kalangan generasi muda.

Edukasi mengenai investasi juga menjadi bagian penting dari peningkatan literasi keuangan. Hal ini diperlukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak pada tawaran investasi yang tidak jelas.

"Apalagi sekarang yang dibahas terkait investasi. Itu penting supaya ada literasi yang clear. Supaya anak-anak kita yang muda-muda ini tidak terjebak oleh investasi-investasi yang tidak jelasnya," ujar Anton.

Berikut beberapa poin-poin dari paparannya:

  • Generasi muda perlu membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak sekarang.
  • Miliki "rem internal" agar tidak mudah mengikuti keinginan konsumtif.
  • Jangan sampai seluruh uang yang diterima langsung habis untuk skincare, jajan, atau gaya hidup.
  • Jangan langsung membeli barang hanya karena tertarik saat melihatnya. Beri waktu 48 jam untuk berpikir sebelum melakukan pembelian.
  • Jika perlu, diskusikan terlebih dahulu dengan orang tua apakah barang tersebut memang dibutuhkan.
  • Sisihkan sebagian uang terlebih dahulu sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.
  • Tujuannya agar memiliki dana ketika membutuhkan sesuatu di masa depan.
  • Investasi tidak harus besar; yang penting membangun kebiasaan sejak dini.
  • Gunakan HP tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar, komunikasi, dan berjualan.
  • Manfaatkan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), untuk membantu proses belajar.
  • Jangan menghabiskan waktu untuk aktivitas digital yang tidak bermanfaat. \
  • Hati-hati terhadap social engineering, terutama dari orang tidak dikenal di media sosial.
  • Jangan mudah merespons pesan atau ajakan dari pihak yang tidak jelas.
  • Hindari mengunduh aplikasi atau APK yang tidak dikenal.
  • Waspadai phishing dan modus penipuan yang memanfaatkan transaksi digital.
  • Tawaran keuntungan hingga puluhan persen dalam waktu singkat perlu dicurigai.

5. Vice President (VP) di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hari Mulyana

Vice President (VP) di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hari Mulyana menyarankan agar masyarakat lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial dan menjaga kerahasiaan data pribadi. Khususnya terkait phising.

Pasalnya, banyak masyarakat terjebak atau terkena kejahatan di era digital karena ketidaktahuan atau kelalaian dalam mengelola data rahasia yang bersifat pribadi.

Seperti diketahui phising merupakan penipuan yang mengelabui korban untuk membagikan data pribadi, kata sandi atau kode OTP melalui tautan palsu.

Vice President Bank Mandiri, Hari Mulyana saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Vice President Bank Mandiri, Hari Mulyana saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Vice President Bank Mandiri, Hari Mulyana saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Sekarang banyak penawaran yang beragam di media sosial. Mungkin kita harus selektif memisahkan mana transaksi yang memang tidak memberikan dampak merugikan buat kita. Terkait dengan OTP, jadi jangan pernah memberikan OTP ke orang lain. Termasuk ke pasangan kita sendiri, mungkin tidak usah perlu tahu," ujarnya.

Berikut beberapa poin-poin paparannya:

  • Generasi muda yang sudah melek digital perlu memahami risiko transaksi keuangan digital dan mampu memilah layanan yang aman.
  • Nasabah juga perlu berperan aktif dalam mitigasi risiko, bukan hanya mengandalkan sistem keamanan perbankan.
  • Banyak penawaran dan transaksi beredar melalui media sosial, sehingga masyarakat harus lebih selektif.
  • Waspadai pesan atau informasi yang mengatasnamakan bank tetapi berasal dari sumber tidak resmi
  • Keamanan rekening bukan hanya tanggung jawab bank, tetapi juga nasabah.
  • Di tengah transaksi digital yang serba cepat, masyarakat harus semakin cerdas memilah informasi, menjaga data pribadi, dan tidak mudah percaya pada tawaran atau tautan mencurigakan.

6. Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu

Anggito membagikan resep menghadapi kerasnya kehidupan kepada ribuan anak muda Lampung. Ia menyampaikan tiga pesan utama yakni tangguh menghadapi tantangan, belajar dari pengalaman, dan bekerja keras.

Anggito mengatakan, anak muda harus memiliki mental tangguh karena perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Tantangan dan "badai" akan selalu datang, sehingga generasi muda harus berani menghadapi kerasnya dunia dan terus mencari pengalaman.

"Kalau kamu ingin mencapai cita-cita yang tinggi, kamu harus punya ketangguhan menghadapi badai. Dunia itu akan keras," ujar Anggito.

Pesan kedua adalah belajar dari setiap pengalaman. Menurutnya, kegagalan bukan sekadar meninggalkan luka, tetapi juga memberikan pelajaran berharga.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu bermain alat musik Flute di Lembaga Financial Festival (LPS) di Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu bermain alat musik Flute di Lembaga Financial Festival (LPS) di Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu bermain alat musik Flute di Lembaga Financial Festival (LPS) di Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 

Terakhir, Anggito menekankan pentingnya kerja keras. Ia mengatakan hasil yang diperoleh seseorang tidak akan jauh dari usaha yang dilakukan. Ia bahkan mencontohkan pengalaman bekerja keras sejak pagi hingga larut malam sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

Berikut beberapa pesan Anggito untuk generasi muda:

  • Dunia akan penuh tantangan dan tidak selalu berjalan mudah.
  • Terbang tinggi dan cari pengalaman sebanyak mungkin
  • Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.
  • Jangan takut mencoba hal baru.
  • Belajar dari setiap pengalaman
  • Kerja keras akan membawa hasil
(mae/mae)



Most Popular