MARKET DATA

Daftar Hewan Mematikan di Dunia, Nomor 5 Tak Terduga

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
30 August 2026 14:30
Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay)
Foto: Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia memiliki fauna atau hewan yang unik di setiap negara, di mana keunikan ini tentunya berbeda-beda. Namun dibalik keunikannya, ada tersimpan bahaya bagi manusia. Hewan-hewan tersebut memiliki insting yang tajam untuk mencari mangsanya.

Ketika membahas hewan paling mematikan di dunia, banyak orang langsung membayangkan hewan buas seperti hiu, singa, atau serigala. Padahal faktanya jauh berbeda, hewan yang paling banyak menyebabkan kematian manusia justru berukuran kecil.

Data dari Our World in Data menunjukkan nyamuk menyebabkan sekitar 760.000 kematian manusia setiap tahun. Mayoritas kematian ini disebabkan oleh penyebaran penyakit menular seperti malaria, demam berdarah dengue, hingga yellow fever. Padahal, ukuran nyamuk sangat kecil dibandingkan dengan singa.

Nyamuk menempati posisi pertama sebagai hewan paling mematikan bagi manusia. Penyakit malaria menjadi penyumbang terbesar angka kematian tersebut.

Menurut World Health Organization (WHO), malaria menyebabkan sekitar 600.000 kematian pada 2022, dengan kasus terbanyak terjadi di negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Republik Demokratik Kongo.

Setelah itu, ular menjadi daftar berikutnya dengan estimasi 100.000 kematian tahunan akibat gigitan berbisa dari spesies seperti king cobra hingga tiger snake Australia.

Hewan Kecil, Dampak Mematikan

Daftar hewan paling mematikan dunia justru didominasi organisme kecil pembawa penyakit. Anjing misalnya, dikaitkan dengan sekitar 40 ribu kematian setiap tahun akibat rabies-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi.

Selain itu, siput air tawar menyebabkan sekitar 14 ribu kematian per tahun melalui penyebaran schistosomiasis. Ada pula kissing bugs yang menyebarkan penyakit Chagas serta sandflies yang membawa leishmaniasis.

Mayoritas penyakit tersebut banyak ditemukan di negara berkembang atau wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Kurangnya vaksin, obat-obatan, hingga pengendalian vektor membuat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah tetap menjadi ancaman serius.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(chd/chd)



Most Popular