10 Raksasa Pengelola Dana Global, Siapa Sanggup Lawan BlackRock?
Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan industri pengelolaan aset global semakin ketat. Namun, BlackRock masih berdiri kokoh sebagai perusahaan manajemen aset terbesar dunia dengan total assets under management (AUM) mencapai US$15,3 triliun.
Nilai tersebut membuat BlackRock unggul US$3,3 triliun dari Vanguard yang menempati posisi kedua. Vanguard tercatat mengelola dana sekitar US$12 triliun.
Tiga Raksasa Kuasai US$34,4 Triliun
Fidelity Management & Research menyusul di peringkat ketiga dengan aset kelolaan US$7,1 triliun. Jika digabungkan, BlackRock, Vanguard, dan Fidelity mengelola dana sebesar US$34,4 triliun.
Setelah tiga perusahaan tersebut, terdapat jarak yang cukup lebar. The Capital Group Cos. Inc. berada di posisi keempat dengan AUM US$3,2 triliun, diikuti Amundi asal Eropa sebesar US$2,8 triliun.
Berikut daftar lengkap 10 perusahaan manajemen aset terbesar di dunia:
Amerika Serikat Mendominasi
Secara keseluruhan, sepuluh perusahaan tersebut mengelola aset sekitar US$50,77 triliun. BlackRock dan Vanguard sendiri menguasai lebih dari separuh total AUM kelompok 10 besar, yakni sekitar 53,8%.
Dominasi Amerika Utara juga terlihat sangat kuat. Delapan perusahaan dalam daftar berasal dari kawasan tersebut, sedangkan Eropa hanya diwakili oleh Amundi serta perusahaan patungan pengelolaan aset BPCE dan Generali.
Besarnya aset kelolaan menjadi gambaran skala bisnis sekaligus kepercayaan investor terhadap sebuah manajer investasi. AUM mencakup dana yang dikelola perusahaan atas nama investor institusi maupun ritel, termasuk melalui reksa dana, dana pensiun, produk indeks, obligasi, dan berbagai instrumen investasi lainnya.
Dengan dana kelolaan mencapai belasan triliun dolar AS, keputusan investasi para raksasa tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar keuangan global.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)