10 Kabupaten/Kota dengan Penduduk ABG Terbesar di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah kabupaten di Indonesia memiliki populasi remaja yang sangat besar.Â
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia yang berusia 15-19 tahun mencapai 22, 07 juta atau setara dengan 7,8% total populasi. Termasuk dalam kelompok ini adalah kalangan ABG atau anak baru gede yang merujuk pada usia 13-19 tahun.
Bogor Punya Hampir 455 Ribu Penduduk ABG
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Bogor di Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah penduduk ABG tahun terbanyak, yakni mencapai 454.799 orang.
Kabupaten Bandung berada di posisi kedua dengan 329.253 orang, disusul Kabupaten Tangerang (Banten) sebanyak 269.948 orang dan Kabupaten Bekasi sebanyak 259.231 orang.
Kota Jakarta Timur menempati posisi kelima dengan 233.590 orang, hanya sedikit di atas Kabupaten Garut yang memiliki 233.175 orang.
Daftar tersebut kemudian diisi Kabupaten Sukabumi dengan 227.706 orang, Kota Surabaya 222.924 orang, Kabupaten Cianjur 211.942 orang, dan Kota Bekasi 201.125 orang.
Jika dijumlahkan, 10 daerah tersebut memiliki sekitar 2,64 juta penduduk ABG.
Seluruh 10 Besar Berada di Pulau Jawa
Daftar 10 daerah dengan penduduk ABG tahun terbanyak seluruhnya berada di Pulau Jawa. Kabupaten Bogor, Bandung, Tangerang, Bekasi, Garut, Sukabumi dan Cianjur masuk dalam daftar bersama Kota Jakarta Timur, Kota Surabaya dan Kota Bekasi.
Dominasi tersebut terlihat dari besarnya basis penduduk di Jawa. Kabupaten dan kota dengan populasi besar juga memiliki jumlah penduduk ABG tahun yang lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lainnya.
Data ini memperlihatkan bahwa konsentrasi penduduk ABG tahun cukup kuat di kawasan Jawa, terutama di sejumlah wilayah dengan populasi besar seperti Bogor, Bandung, Tangerang dan Bekasi.
Fenomena ini adalah hal yang lumrah mengingat populasi Indonesia juga terkonsentrasi di Jawa.
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Pusat menggelar Jakarta Job Fair bertajuk Jakarta Job Fest 2025 di Gedung Pertemuan Pertamina, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Pusat menggelar Jakarta Job Fair bertajuk Jakarta Job Fest 2025 di Gedung Pertemuan Pertamina, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Wilayah dengan jumlah penduduk remaja yang besar memiliki peluang ekonomi yang cukup besar karena dalam 5-15 tahun ke depan mereka akan memasuki usia produktif, sehingga dapat memperbesar basis tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kelompok muda juga menciptakan pasar konsumen yang besar untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, teknologi, hiburan, transportasi hingga layanan digital, sekaligus berpotensi menjadi sumber inovasi dan kewirausahaan karena cenderung lebih cepat mengadopsi teknologi baru.
Jika berhasil terserap ke dunia kerja, peningkatan jumlah penduduk usia produktif juga dapat menurunkan beban ketergantungan dan menciptakan dividen demografi, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Namun, kondisi tersebut juga membawa risiko jika tidak diimbangi dengan lapangan kerja dan kualitas sumber daya manusia yang memadai.
Populasi muda yang tidak memiliki pekerjaan, pendapatan, atau prospek masa depan juga berpotensi meningkatkan persoalan sosial.
(mae/mae)