Pemerintah Siapkan Rp195 T untuk Ketahanan Pangan, Berapa untuk Pupuk?
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah kembali menaikkan anggaran ketahanan pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Nilainya mencapai Rp195,3 triliun, naik 2,3% dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp190,9 triliun.
Kenaikan ini melanjutkan tren peningkatan anggaran pangan dalam beberapa tahun terakhir.
Kementerian Keuangan mencatat anggaran ketahanan pangan tumbuh rata-rata 17,4% pada 2022-2025, sementara pada 2026 diperkirakan melonjak 32,7%. Pengembangan lahan, infrastruktur pertanian, serta dukungan alat dan sarana produksi menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
Memasuki 2027, pemerintah mengarahkan anggaran pangan ke peningkatan kapasitas produksi sekaligus menjaga pasokan dan harga.
Fokusnya mencakup intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, modernisasi pertanian dan perikanan, infrastruktur, cadangan pangan, hingga penguatan rantai pasok.
Dari sisi pelaksanaan, anggaran ketahanan pangan melalui belanja kementerian/lembaga mencapai Rp72,9 triliun. Alokasi tersebut tersebar antara lain untuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, Badan Karantina Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Pemerintah juga memasang target produksi yang lebih konkret. Kawasan padi ditargetkan mencapai 2,7 juta hektare pada 2027, dengan cetak sawah baru 100 ribu hektare dan optimasi lahan pertanian 200 ribu hektare.
Dukungan produksi mencakup 23.528 unit alat dan mesin pertanian prapanen, jaringan irigasi 55.765 hektare, serta pembangunan 14 bendungan yang masih berjalan.
Angka produktivitas menunjukkan alasan pemerintah masih agresif memperluas kapasitas produksi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Keuangan, produktivitas padi naik dari 52,38 kuintal per hektare pada 2022 menjadi 53,18 kuintal per hektare pada 2025.
Produktivitas jagung juga meningkat dari 57,08 menjadi 57,74 kuintal per hektare pada periode yang sama.
Perbaikan juga terlihat pada sejumlah komoditas. Produksi ayam ras pedaging meningkat dari 3,77 juta ton pada 2022 menjadi 4,17 juta ton pada 2025. Produksi telur ayam petelur naik dari 5,57 juta ton menjadi 6,41 juta ton. Pada sisi kesejahteraan, NTP Juni 2026 mencapai 127,65, naik 4,87% dibandingkan 121,72 pada Juni 2025. NTN juga naik 5,89% menjadi 107,47.
Di sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan Rp22,1 triliun untuk mendukung ketahanan pangan. Sebesar Rp22 triliun diarahkan untuk investasi ketahanan pangan, sedangkan Rp66,8 miliar dialokasikan untuk investasi kepada International Fund for Agricultural Development.
Subsidi Pupuk
Salah satu pilar utama dalam anggaran ini adalah alokasi untuk subsidi pupuk yang ditingkatkan menjadi Rp48,2 triliun pada tahun 2027. Peningkatan ini ditujukan untuk menjamin akses petani terhadap pupuk dengan harga terjangkau guna mendorong produktivitas hasil pertanian strategis.
Pemerintah juga menekankan pentingnya asas "7 Tepat" dalam penyaluran pupuk, yakni tepat jumlah, jenis, harga, waktu, mutu, tempat, dan penerima. Selain subsidi fisik, dukungan pembiayaan juga diperkuat melalui subsidi bunga pinjaman untuk pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta skema Subsidi Resi Gudang (SSRG)
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)