MARKET DATA

Prabowo Siapkan Rp195,3 T untuk Ketahanan Pangan, Tertinggi 5 Tahun

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
14 August 2026 20:27
Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Desa Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11/2024). (Dok. Setpres/Rusman)
Foto: Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Desa Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11/2024). (Dok. Setpres/Rusman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggaran ketahanan pangan kembali bertambah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah menyiapkan Rp195,3 triliun dalam rangka meningkatkan produksi, menjaga pasokan dan harga pangan, serta mendukung kesejahteraan petani hingga nelayan.

Besaran tersebut dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026).

Dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp190,9 triliun, anggarannya naik Rp4,4 triliun atau 2,3%.

Kenaikan tersebut jauh lebih landai dibandingkan pertumbuhan anggaran pada outlook 2026 yang mencapai 32,7%. Meski demikian, alokasi Rp195,3 triliun tetap menjadi yang tertinggi paling tidak dalam data lima tahun terakhir.

Arah Kebijakan Ketahanan Pangan 2027

Anggaran ketahanan pangan 2027 diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga pasokan dan stabilitas harga, serta memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan.

Peningkatan produksi akan dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi ditempuh dengan meningkatkan hasil dari lahan yang sudah tersedia, sedangkan ekstensifikasi dilakukan melalui perluasan kawasan produksi pangan.

Pemerintah juga akan menjaga ketersediaan dan harga pangan agar pasokan tetap mencukupi serta harga di tingkat konsumen tidak bergejolak. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga pendapatan petani dan nelayan.

Ketahanan pangan juga akan diperkuat agar lebih mampu menghadapi perubahan iklim. Cuaca ekstrem dan perubahan pola musim dapat memengaruhi masa tanam, hasil panen, serta pasokan pangan.

Seluruh kebijakan tersebut akan dijalankan untuk menopang kedaulatan pangan secara bertahap. Pemerintah ingin kebutuhan pangan semakin banyak dipenuhi melalui produksi dalam negeri.

Cetak Sawah hingga Pembangunan Irigasi

Sebagian anggaran ketahanan pangan 2027 akan digunakan untuk memperluas dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Pemerintah merencanakan pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare. Program tersebut akan dibarengi dengan pencetakan sawah baru seluas 100.000 hektare dan optimalisasi lahan pertanian seluas 200.000 hektare.

Untuk mendukung proses produksi, pemerintah akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian prapanen pada subsektor tanaman pangan sebanyak 23.528 unit.

Infrastruktur air turut mendapat perhatian. Pemerintah akan mengembangkan jaringan irigasi yang menjangkau lahan seluas 55.765 hektare serta melanjutkan pembangunan 14 bendungan yang masih berjalan.

Selain komoditas pertanian, anggaran tersebut mencakup revitalisasi lahan garam seluas 616 hektare.

Fasilitas Kampung Nelayan dan Bantuan Pangan

Dukungan terhadap sektor perikanan juga akan dilakukan melalui peningkatan fasilitas di 400 kampung nelayan.

Pembangunan fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu kegiatan produksi, penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada 5.000 orang sebagai bagian dari pengendalian kerawanan pangan.

Sementara Gerakan Pangan Murah akan menyasar 28 kelompok masyarakat. Program tersebut digunakan untuk mendekatkan pasokan sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga pangan.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular