MARKET DATA

Daftar 5 Orang Terkaya ASEAN, Indonesia Absen Pertama Kali Sejak 2015

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
02 August 2026 19:00
Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong. (REUTERS/Phuong Nguyen/File Photo)
Foto: Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong. (REUTERS/Phuong Nguyen/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta kekayaan Asia Tenggara berubah drastis. Hingga akhir Juli 2026, tidak ada satu pun pengusaha Indonesia dalam jajaran lima orang terkaya di kawasan ASEAN.

Lima posisi teratas kini diisi miliarder asal Vietnam, Filipina, Thailand, dan Singapura. Total kekayaan mereka mencapai US$107,9 miliar. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan awal 2026, ketika empat dari lima orang terkaya Asia Tenggara berasal dari Indonesia.

Berdasarkan data Forbes, berikut daftar lima orang terkaya di Asia Tenggara per akhir Juli 2026.

RI Absen, Terakhir Terjadi pada 2015

Absennya pengusaha Indonesia dari lima besar sebenarnya sudah sempat tercatat pada 26 Juni 2026. Saat itu, lima orang terkaya Asia Tenggara juga berasal dari Vietnam, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Namun, jika ditarik ke periode sebelum 2026 dan dibandingkan menggunakan daftar tahunan Forbes, kejadian serupa terakhir berlangsung pada 2015, atau sekitar 11 tahun lalu.

Lima orang terkaya Asia Tenggara pada daftar Forbes 2015 adalah Henry Sy dari Filipina dengan US$14,2 miliar, Dhanin Chearavanont dari Thailand US$13,6 miliar, Charoen Sirivadhanabhakdi dari Thailand US$13,2 miliar, Robert Kuok dari Malaysia US$11,3 miliar, dan Ananda Krishnan dari Malaysia US$9,7 miliar.

Pengusaha Indonesia terkaya saat itu, Budi Hartono, mempunyai kekayaan US$9 miliar. Ia masih berada di bawah duo properti Singapura Robert dan Philip Ng yang mengantongi US$9,6 miliar.

Indonesia bahkan absen selama tiga edisi tahunan berturut-turut, yakni pada 2013, 2014, dan 2015. Pengusaha Indonesia baru kembali menembus lima besar pada 2016.

Perbandingan historis tersebut memakai daftar tahunan Forbes. Sementara itu, angka akhir Juli 2026 berasal dari pemeringkatan real-time yang dapat berubah mengikuti harga saham, kurs, dan valuasi aset seiring berjalannya waktu.

Berbanding Terbalik dengan Awal 2026

Perubahan pada 2026 tergolong sangat tajam. Pada awal Januari, empat dari lima orang terkaya Asia Tenggara masih berasal dari Indonesia.

Prajogo Pangestu saat itu menduduki posisi pertama dengan US$38 miliar. Ia disusul Pham Nhat Vuong sebesar US$30,5 miliar, Low Tuck Kwong US$24,5 miliar, Budi Hartono US$21,7 miliar, dan Michael Hartono US$20,8 miliar.

Kekayaan Prajogo kemudian turun sekitar US$25 miliar dalam enam bulan, dari US$39,5 miliar pada akhir 2025 menjadi US$14,3 miliar pada awal Juli 2026. Penurunan tersebut terjadi di tengah pelemahan saham perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Barito Pacific Group.

Sementara itu, kekayaan miliarder dari negara lain meningkat. Jason Chang diuntungkan oleh reli saham semikonduktor, Enrique Razon mendapat dorongan dari kenaikan saham operator pelabuhan ICTSI, sedangkan Sarath Ratanavadi mencatat pertumbuhan berkat ekspansi bisnis infrastruktur dan pusat data AI.

Berikut profil lima orang terkaya di Asia Tenggara tersebut.

1. Pham Nhat Vuong

Pendiri sekaligus Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong, mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di Asia Tenggara. Kekayaannya mencapai US$33,6 miliar, naik sekitar 19% sejak awal tahun.

Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan saham Vingroup sekitar 29% sepanjang tahun berjalan. Saham anak usahanya di sektor properti, Vinhomes, juga meningkat 12,9%.

Pendapatan Vingroup pada kuartal pertama melonjak 24% secara tahunan. Salah satu pendorongnya adalah peningkatan penjualan kendaraan listrik VinFast, yang kini menjadi merek mobil terlaris di Vietnam.

Ekspansi kelompok usaha Vuong juga merambah transportasi. Anak usaha Vingroup, VinSpeed, pada April 2026 mulai membangun jalur kereta cepat Hanoi-Quang Ninh senilai US$5,7 miliar.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dan memangkas waktu perjalanan antara kedua wilayah dari sekitar dua jam menjadi hanya 23 menit.

2. Enrique Razon Jr.

Taipan pelabuhan Filipina Enrique Razon Jr. menempati posisi kedua dengan kekayaan US$21,6 miliar. Kekayaan Chairman International Container Terminal Services Inc. (ICTSI) tersebut bertambah lebih dari US$10 miliar dalam satu tahun.

Saham ICTSI melonjak sekitar 66% secara tahunan, ditopang volume perdagangan yang kuat, kenaikan tarif, pertumbuhan layanan kargo, dan ekspansi jaringan pelabuhan.

Razon mengendalikan sekitar 51% saham ICTSI melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung.

Pada kuartal pertama, pendapatan ICTSI naik 29% menjadi US$961 juta. Pertumbuhan tersebut turut didukung masuknya Durban Gateway Terminal di Afrika Selatan dan Batu Ampar Container Terminal di Batam, Indonesia.

3. Sarath Ratanavadi

Sarath Ratanavadi menjadi orang terkaya ketiga di Asia Tenggara dengan kekayaan US$17,7 miliar. Angka tersebut melonjak dari sekitar US$5,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Peningkatan itu menjadikannya sebagai miliarder dengan penambahan kekayaan terbesar di Thailand.

Investor menyambut positif transformasi Gulf Development dari produsen listrik konvensional menjadi kelompok infrastruktur dengan bisnis di sektor energi, telekomunikasi, perbankan, dan pusat data kecerdasan buatan.

Namun, peringkat Sarath dapat berbeda apabila kekayaan dihitung berdasarkan keluarga. Dalam kategori tersebut, ia masih berada di bawah keluarga Chalerm Yoovidhya, pemilik bersama Red Bull, serta keluarga Chearavanont yang mengendalikan CP Group.

4. Dhanin Chearavanont

Dhanin Chearavanont menempati posisi keempat dengan kekayaan US$17,6 miliar.

Bersama saudara-saudaranya, Dhanin mengendalikan CP Group, salah satu konglomerasi terbesar Thailand. Bisnis kelompok tersebut mencakup pertanian, produksi makanan, ritel, telekomunikasi, properti, keuangan, dan perdagangan elektronik di lebih dari 20 negara.

Pada Juli 2026, CP Group mengumumkan rencana tambahan investasi US$600 juta untuk memperluas bisnis pengolahan ayam dan babi di Vietnam.

Investasi tersebut mencakup pelipatgandaan kapasitas kompleks pengolahan ayam di Binh Phuoc, pembangunan fasilitas baru di Provinsi Phu Tho, serta perluasan jaringan pengolahan daging babi.

5. Jason Chang

Jason Chang menjadi orang terkaya di Singapura sekaligus menempati posisi kelima di Asia Tenggara dengan kekayaan US$17,4 miliar.

Kekayaannya hampir dua kali lipat dibandingkan US$9,1 miliar pada akhir 2025. Lonjakan tersebut terjadi setelah saham perusahaan semikonduktornya, ASE Technology Holding, melesat sekitar 93% sejak awal tahun.

Pada April 2026, ASE memulai pembangunan kompleks pengujian cip baru di Kaohsiung, Taiwan. Proyek tersebut memiliki nilai investasi lebih dari US$3,4 miliar, dengan tahap pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027.

ASE juga berencana menambah 15 fasilitas produksi baru untuk memenuhi peningkatan permintaan cip kelas atas, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)


Most Popular