Ini 15 K/L dengan Saldo Rekening Terbesar
Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang tutup buku 2025, sejumlah kementerian dan lembaga masih memiliki saldo dana dalam rekening penampungan dengan nilai yang cukup besar. Berdasarkan laporan audited per 31 Desember 2025, beberapa kementerian bahkan mencatat saldo di atas Rp7 triliun.
Data menunjukkan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi instansi dengan saldo dana terbesar, mencapai Rp7,65 triliun. Posisi berikutnya ditempati Badan Pangan Nasional sebesar Rp7,28 triliun, disusul Kementerian Pertanian Rp6,52 triliun.
Saldo dana di rekening penampungan merupakan dana yang masih tercatat berada pada rekening kementerian/lembaga pada tanggal pelaporan.
Besarnya saldo tidak serta-merta menunjukkan efisiensi maupun kinerja suatu instansi karena dipengaruhi karakteristik program, mekanisme penyaluran anggaran, serta waktu pelaksanaan kegiatan.
Siapa yang Mencatat Saldo Terbesar?
Kementerian Pekerjaan Umum memimpin dengan saldo Rp7,65 triliun. Selisihnya tidak jauh dari Badan Pangan Nasional yang memiliki Rp7,28 triliun, sementara Kementerian Pertanian berada di posisi ketiga dengan Rp6,52 triliun.
Di bawah ketiganya terdapat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp3,78 triliun serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Rp2,45 triliun.
Menariknya, kelompok 15 besar tidak hanya diisi kementerian. Polri, Kejaksaan RI, Badan Pangan Nasional, hingga Otorita IKN juga masuk dalam daftar.
Apa Itu Rekening Penampungan?
Saldo dana di rekening penampungan merupakan posisi dana yang masih berada pada rekening kementerian atau lembaga pada tanggal pelaporan keuangan. Angka tersebut disajikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan telah diaudit per 31 Desember 2025.
Karena merupakan posisi saldo pada akhir tahun, besar kecilnya nilai tidak dapat langsung diartikan sebagai anggaran yang tidak digunakan ataupun mencerminkan kualitas penyerapan belanja. Nilai tersebut dapat dipengaruhi jadwal pembayaran, karakteristik program, hingga mekanisme penyaluran anggaran masing-masing instansi.
Selisihnya Cukup Lebar
Grafik memperlihatkan jarak yang cukup lebar antara kelompok teratas dan instansi lainnya. Lima besar seluruhnya mencatat saldo di atas Rp2 triliun, sementara posisi ke-15 berada di kisaran Rp582 miliar.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa saldo dana pada akhir tahun tidak tersebar merata di seluruh kementerian dan lembaga, melainkan lebih banyak terkonsentrasi pada sejumlah instansi dengan skala program dan pengelolaan anggaran yang besar.
Data ini memberikan gambaran mengenai posisi saldo dana kementerian dan lembaga pada akhir tahun anggaran 2025.
Meski tidak dapat digunakan untuk menilai efektivitas penggunaan anggaran secara langsung, distribusinya menunjukkan bagaimana dana pemerintah pada tanggal pelaporan terkonsentrasi di beberapa instansi tertentu. Untuk memahami penyebabnya, data ini perlu dibaca bersama informasi mengenai realisasi belanja, karakter program, dan mekanisme penyaluran anggaran masing-masing kementerian maupun lembaga.