Ini 20 Brand Paling Untung Besar dari Piala Dunia, Adidas Cuma No.12
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghasilkan juara di lapangan. Turnamen yang menjadi salah satu ajang olahraga dengan penonton terbesar di dunia itu juga diperkirakan menambah nilai merek (brand value) sponsor resminya hingga sekitar US$7,2 miliar.
Analisis Brand Finance terhadap 21 sponsor resmi FIFA menunjukkan Aramco menjadi perusahaan dengan kenaikan nilai merek terbesar sepanjang turnamen. Perusahaan energi asal Arab Saudi itu diikuti Verizon, Hyundai, dan Coca-Cola.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa eksposur di panggung olahraga global bukan sekadar soal logo yang muncul di stadion atau siaran televisi. Bagi banyak perusahaan, perhatian miliaran penonton dapat diterjemahkan menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai nyata.
Aramco Memimpin
Aramco mencatat estimasi kenaikan nilai merek sebesar US$1,1 miliar, terbesar di antara seluruh sponsor yang dianalisis Brand Finance. Tambahan tersebut membuat nilai mereknya meningkat dari sekitar US$47,3 miliar pada awal 2026 menjadi sekitar US$48,4 miliar pada Juli.
Verizon berada di posisi kedua dengan kenaikan sekitar US$1 miliar, disusul Hyundai sebesar US$836 juta dan Coca-Cola sekitar US$733 juta. Di bawahnya terdapat Bank of America (US$631 juta) serta Visa (US$532 juta).
Â
Empat perusahaan teratas menyumbang lebih dari separuh total kenaikan nilai merek seluruh sponsor. Hal ini menunjukkan bahwa dampak komersial Piala Dunia tidak tersebar merata di antara seluruh mitra FIFA.
Nilainya Bukan Sekadar Iklan
Brand Finance mendefinisikan brand value sebagai manfaat ekonomi bersih yang secara teoritis dapat diperoleh perusahaan apabila mereknya dilisensikan di pasar terbuka. Dengan kata lain, ukuran ini tidak hanya mencerminkan popularitas sebuah merek, tetapi juga nilai ekonominya.
Karena itu, kenaikan nilai merek setelah Piala Dunia menunjukkan bahwa eksposur selama turnamen berpotensi memperkuat persepsi konsumen sekaligus meningkatkan nilai komersial sebuah merek.
Bagi perusahaan global, menjadi sponsor resmi FIFA bukan sekadar aktivitas pemasaran. Ajang tersebut juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi merek di pasar internasional.
Lenovo Mencuri Perhatian
Dilihat dari nilai absolut, Lenovo memang hanya berada di peringkat ke-10 dengan tambahan sekitar US$295 juta. Namun jika dibandingkan dengan nilai mereknya pada Januari 2026, kenaikan tersebut mencapai sekitar 4,2%, tertinggi di antara seluruh sponsor yang dianalisis.
Hyundai dan Kia juga mencatat pertumbuhan relatif yang kuat, masing-masing sekitar 3,4% dan 3,5%. Sementara itu, Hisense hanya memperoleh tambahan sekitar US$19 juta, tetapi persentase kenaikannya masih berada di atas rata-rata sponsor dalam studi tersebut.
Â
Ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan nilai merek lebih kecil tetap dapat mencatat pertumbuhan yang signifikan. Nilai tambah sebuah sponsor tidak selalu ditentukan oleh besarnya kenaikan dalam dolar, tetapi juga oleh seberapa besar dampaknya terhadap nilai merek yang sudah dimiliki.
Panggung Global Bernilai Miliaran Dolar
Analisis Brand Finance memperlihatkan bahwa Piala Dunia FIFA tetap menjadi salah satu platform pemasaran paling bernilai di dunia. Eksposur kepada audiens global tidak hanya meningkatkan tingkat pengenalan merek, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang terukur.
Karena itu, daftar sponsor FIFA tidak hanya diisi perusahaan makanan dan minuman atau perlengkapan olahraga.
Perusahaan energi, otomotif, jasa keuangan, teknologi, maskapai penerbangan hingga perhotelan juga bersedia berinvestasi besar untuk tampil di panggung yang sama. Pada akhirnya, bagi banyak perusahaan, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga arena persaingan membangun nilai merek di tingkat global.
Â
(mae/mae) Addsource on Google