MARKET DATA

Warga Negara Ini Bayar Rp31 Juta Setahun Cuma Buat Listrik dan Gas

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
19 July 2026 19:20
Ilustrasi Energi
Foto: Ilustrasi Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengeluaran untuk listrik, gas, dan pemanas menjadi beban besar bagi rumah tangga di sejumlah negara. Kondisi ini paling terasa di Eropa yang mendominasi daftar negara dengan tagihan energi rumah tangga tertinggi di dunia.

Swedia berada di urutan pertama. Warga di negara tersebut rata-rata menghabiskan sekitar Rp31 juta per tahun hanya untuk listrik, gas, dan kebutuhan energi rumah tangga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di dunia dan menempatkan Eropa sebagai kawasan dengan beban energi terbesar.

Finlandia menyusul dengan pengeluaran US$1.786 per orang, sedangkan Austria berada di posisi ketiga sebesar US$1.709 per orang.

Pemeringkatan yang dipublikasikan Visual Capitalist menggunakan data pengeluaran energi rumah tangga sepanjang 2025.

Data tersebut mencakup biaya listrik, gas, pemanas, dan bahan bakar lain yang digunakan di rumah. Pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan dan transportasi tidak termasuk dalam perhitungan.

Angka yang ditampilkan juga merupakan pengeluaran per orang, bukan total tagihan yang dibayarkan oleh satu rumah tangga.

Data dasarnya berasal dari Household Energy Expenditure Database milik International Energy Agency. Basis data versi percontohan itu terakhir diperbarui pada Juni 2026 dan menggunakan harga energi serta konsumsi sektor perumahan untuk memperkirakan pengeluaran setiap negara.

Berikut daftar 66 negara berdasarkan pengeluaran energi rumah tangga per orang:

Eropa Mendominasi

Sebanyak 24 dari 30 negara dengan pengeluaran energi rumah tangga tertinggi berada di Eropa.

Dominasi tersebut tidak hanya disebabkan oleh mahalnya tarif listrik atau gas. Cuaca dingin membuat masyarakat harus menggunakan energi dalam jumlah besar untuk menghangatkan rumah.

Tingkat pendapatan yang relatif tinggi juga memungkinkan penduduk memiliki tempat tinggal lebih luas dan menggunakan lebih banyak perangkat elektronik. Pada saat bersamaan, sejumlah negara Eropa menghadapi harga jual listrik serta gas yang tinggi.

Meski begitu, pengeluaran antarnegara Eropa masih berbeda cukup jauh. Perbedaan tersebut dipengaruhi kondisi iklim, sumber energi yang digunakan, efisiensi bangunan, hingga subsidi pemerintah.

AS Masih di Atas US$1.000

Amerika Serikat menempati posisi ke-16 dengan pengeluaran US$1.042 per orang dalam setahun. Angkanya lebih rendah dibandingkan negara-negara Eropa teratas, tetapi jauh di atas mayoritas negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Kanada yang memiliki musim dingin panjang justru berada di peringkat ke-22. Pengeluaran energi rumah tangganya tercatat US$748 per orang.

Di Asia, Jepang menjadi salah satu negara dengan posisi tertinggi, yakni peringkat ke-26 dengan pengeluaran US$683. Korea Selatan menyusul di posisi ke-38 sebesar US$428, sedangkan Singapura berada di peringkat ke-41 sebesar US$342.

China hanya mengeluarkan US$173 per orang. Filipina mencatat US$160 dan Vietnam sebesar US$95.

Tagihan Rendah Bukan Berarti Lebih Efisien

Bolivia berada di posisi paling bawah dengan pengeluaran hanya US$25 per orang. Aljazair menyusul sebesar US$29 dan Mesir US$35.

Namun, rendahnya pengeluaran tidak otomatis menunjukkan bahwa penggunaan energi di negara-negara tersebut lebih efisien.

Nilai yang kecil juga dapat disebabkan tingkat pendapatan rendah, ukuran rumah yang lebih kecil, iklim hangat, subsidi pemerintah, harga energi murah, atau masih terbatasnya akses terhadap layanan energi modern.

Indonesia tidak tercakup dalam daftar 66 negara yang ditampilkan. Karena itu, data tersebut belum bisa digunakan untuk menyimpulkan apakah pengeluaran energi rumah tangga Indonesia lebih tinggi atau rendah dibandingkan negara lain.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular