MARKET DATA

RI Mulai Menjauh dari China & Amerika dalam Urusan Utang

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
17 July 2026 11:30
bendera as china
Foto: bendera as china

Jakarta, CNBC Indonesia - Utang Indonesia dari Amerika Serikat (AS) dan China sama-sama turun pada Mei 2026. Namun, penurunan utang dari China lebih besar sehingga selisih posisi kedua negara kembali melebar.

Berdasarkan data terbaru Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$444,40 miliar pada Mei 2026 atau sekitar Rp 8.000 triliun (US$1=Rp 18.000).

Nilai tersebut bertambah US$4,15 miliar dibandingkan April 2026 yang sebesar US$440,25 miliar. Posisi ULN Indonesia pada Mei sekaligus menjadi yang tertinggi dalam rangkaian data yang tersedia sejak 2007.

Jika dibandingkan Mei 2025 yang sebesar US$435,34 miliar, ULN Indonesia meningkat sekitar 2,1% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sekitar 2% yoy.

Kenaikan ULN secara bulanan terjadi pada kelompok pemerintah maupun swasta. Posisi ULN pemerintah naik dari US$216,42 miliar pada April menjadi US$217,33 miliar pada Mei 2026.

Secara tahunan, utang pemerintah meningkat sekitar 3,7% dari US$209,63 miliar pada Mei 2025.

Sementara itu, ULN swasta bertambah dari US$193,72 miliar menjadi US$195,93 miliar. Namun, posisinya masih turun tipis sekitar 0,1% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai US$196,17 miliar.

Utang dari AS dan China Sama-sama Turun

Data BI menunjukkan posisi utang Indonesia kepada AS tercatat sebesar US$27,99 miliar pada Mei 2026. Nilainya turun tipis sekitar US$13,6 juta dibandingkan April 2026 yang sebesar US$28,00 miliar.

Penurunan lebih besar terjadi pada utang Indonesia dari China. Nilainya turun sekitar US$108,8 juta, dari US$25,63 miliar pada April menjadi US$25,52 miliar pada Mei 2026.

Meski sama-sama turun secara bulanan, utang dari kedua negara masih meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Utang Indonesia dari AS naik sekitar US$1,44 miliar atau 5,4% dari US$26,55 miliar pada Mei 2025. Sementara utang dari China bertambah sekitar US$1,79 miliar atau 7,5% dari US$23,73 miliar.

Kenaikan tahunan utang dari China yang lebih cepat belum cukup untuk menyalip posisi AS. Selisih utang Indonesia dari kedua negara kini mencapai sekitar US$2,47 miliar, melebar dari US$2,37 miliar pada April 2026.

Singapura Masih Nomor Satu, Hong Kong Naik Tajam

Singapura masih menjadi negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Posisi utang dari negara tersebut mencapai US$52,51 miliar pada Mei 2026, naik US$419,9 juta dibandingkan April yang sebesar US$52,09 miliar.

Meski meningkat secara bulanan, nilainya masih turun US$5,62 miliar atau 9,7% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai US$58,13 miliar.

Sementara itu, Hong Kong menjadi negara yang mencatat kenaikan utang Indonesia terbesar secara nominal sepanjang 2026. Sejak akhir tahun lalu, nilainya bertambah US$1,33 miliar atau hampir 7%, dari US$19,02 miliar pada Desember 2025 menjadi US$20,35 miliar pada Mei 2026.

Kenaikan tajam juga terlihat secara bulanan. Posisi utang Indonesia dari Hong Kong bertambah US$878,4 juta hanya dalam satu bulan, dari US$19,47 miliar pada April 2026.

Jika dibandingkan Mei 2025 yang sebesar US$19,63 miliar, nilainya meningkat sekitar 3,7%. Dengan posisi tersebut, Hong Kong masih menempati urutan kelima sebagai negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular