Amerika Latin Juara Piala Dunia di AS & Meksiko, Messi Cs Bakal Hoki?
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dan Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada. Bagi AS dan Meksiko, ini bukan gelaran Piala Dunia pertama kali di negaranya.
Amerika Serikat pernah menjadi tuan rumah pada 1994, sedangkan Meksiko pada 1970 dan 1986. Menariknya, dari tiga kali penyelenggaraan Piala Dunia di AS dan Meksiko, negara Eropa selalu takluk dari negara asal Amerika Latin di babak final.
Piala Dunia Meksiko 1970 - Brasil 4 Vs 1 Italia
Piala Dunia 1970 adalah salah satu edisi spesial Piala Dunia dengan memperkenalkan konsep dan inovasi yang dianggap berani pada masanya.
Hal yang paling mencolok, bagi para penggemar yang cukup beruntung dapat menonton pertandingan dengan cara itu, adalah siaran Piala Dunia pertama dalam warna.
Tiba-tiba, menyaksikan Jogo Bonito ala legenda Brasil seperti Pele hingga Jairzinho membuat sejarah memiliki perspektif baru yang segar.
Final pada edisiala Dunia tersebut mempertemukan Brasil dan Italia. Pertandingan dilaksanakan di Stadion Estadio Azteca, Mexico City dan ditonton langsung 107.412 orang,
Babak pertama, Brasil unggul ketika Rivellino melambungkan bola ke kotak penalti dan Pele memenangi duel udara melawan Burgnich di tiang jauh; ia melengkungkan tubuhnya ke belakang lalu melepaskan sundulan keras yang menaklukkan Albertosi.
Italia pun membalas lewat Boninsegna, yang menceploskan bola ke gawang kosong setelah situasi pertahanan lawan yang kacau, dan kedua rival menutup babak pertama dengan kedudukan imbang setelah peluit turun minum berbunyi sepersekian detik sebelum bola hasil tembakan Pele menggetarkan jala gawang.
Babak kedua menjadi panggung karnaval Brasil. Gerson, Rivellino, Jairzinho, dan Pele beraksi, sementara kubu Italia yang kian frustrasi terus-menerus melakukan pelanggaran.
Lewat sebuah tendangan bebas, Rivellino nyaris menghantam mistar gawang. Sebuah tembakan jarak jauh lainnya akhirnya mengembalikan keunggulan Seleção; Gerson mengecoh lawan sebelum melepaskan tembakan indah yang melesat deras ke dalam gawang.
Jairzinho kemudian mencetak gol ketiga Brasil melalui kemelut di depan gawang, menyusul umpan jauh ala *quarterback* dari Gerson dan sundulan terukur Pele yang mengarahkannya ke jalur tembak.
Salah satu gol paling memukau dalam sejarah Piala Dunia, yang dituntaskan oleh Carlos Alberto, kemudian menyempurnakan penampilan yang secara luas dianggap sebagai performa terbaik dalam laga final. 'The Beautiful Team' (Tim yang Indah), julukan yang diberikan Pele.
Piala Dunia Meksiko 1986 - Argentina 3 Vs 2 Jerman Barat
Piala Dunia Meksiko menjadi panggung bagi legenda Argentina Diego Maradona. Gol Tangan Tuhan Maradona melawan Inggris tercipta di edisi kali ini. Begitu juga saat Maradona mampu meliuk-meliuk melewati hampir setengah pemain Inggris dari tengah lapangan juga tercipta di Meksiko.
Final Piala Dunia Meksiko 1986 mempertemukan Argentina melawan Jerman Barat. Dua kutub kekuatan sepak bola besar di Amerika Latin dan Erpopa.
Argentina, yang dipimpin oleh Diego Maradona, memenangkan final Piala Dunia 1986 dengan kemenangan 3-2 atas Jerman Barat.
Tim Amerika Selatan itu unggul 2-0 dengan gol dari Jose Luis Brown dan Jorge Valdano, sebelum gol dari Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voller menyamakan kedudukan.
Tepat ketika pertandingan tampaknya akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Diego Maradona kembali menciptakan momen magis. Mengambil bola di tengah-tengah para pemain bertahan Jerman di dalam setengah lapangan sendiri, ia melakukan satu sentuhan lalu membelah pertahanan dengan umpan indah kepada Burruchaga, yang berlari menuju gawang dan mencetak gol kemenangan.
Ada sedikit cerita, meskipun juara pelatih Argentina Carlos Bilardo mengungkapkan rasa kesal kepada anak asuhnya karena kecolongan dua gol dari Jerman Barat dan nyaris membuat laga dilanjutkan ke babak tambahan.
"Ya, saya tidak menyentuh trofi selama perayaan, dan saya melepas medali yang ada di leher saya. Saya kesal karena mereka mencetak gol dengan cara yang sama dua kali melawan kami, meskipun telah berulang kali melatih hal itu dalam latihan. Mereka mencetak kedua gol dari tendangan sudut, dan itu tidak dapat diterima. Saya merasa hancur sesaat," dikutip dari FIFA, Minggu (12/7/2026).
Piala Dunia Amerika Serikat 1994 - Brasil 0 (3) Vs 0 (2) Italia
Partai final ulangan Piala Dunia Meksiko 1970 tersaji di Stadion Rose Bowl, California. Dua negara dengan segudang talenta bertarung demi satu Piala. Kedua negara datang dengan sama-sama telah memperoleh 3 titel Piala Dunia.
Banyak legenda berdiri di atas pertandingan ini, sebut saja Taffarel, Dunga, Bebeto, Cafu, dan Romario dari Brasil. Sementara ada Baresi, Maldini, Donadoni, Massarom dan Roberto Baggio dari Italia.
Selama 90 menit pertandingan kedua tim bermain imbang dengan skor kacamata. Tidak ada tambahan gol juga terjadi di babak lanjutan, sehingga memaksa berlanjut ke adu pinalti.
Penendang pertama Marcio Santos dari Brasil gagal menjalankan tugas. Untungnya hal ini diikuti oleh Franco Baresi dari Italia.
Romario yang ditunjuk sebagai penendang kedua untuk Brasil sukses menyarangkan bola pertama ke gawang Italia. Begitu juga dengan Italia yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan Demetrio Albertini.
Branco yang menjadi algojo ketiga, sukses menjalankan tugas dan memberikan keunggulan kepada Brasil. Sebelum Alberico Evani kembali menyamakan kedudukan.
Ketegangan memuncak usai Marcio Santos dari Brasil mampu mencetak gol keempat dan membuat Brasil unggul 3-2. Sayangnya, Massaro dari Italia gagal menjadi eksekutor.
Nafas hidup dan mati di Italia berada di pundak Roberto Baggio. Pesepakbola yang pada era itu sedang naik daun maju sebagai eksekutor pinalti terakhir Italia. Jika masuk, Italia masih ada kans menang, namun jika gagal tamat sudah.
Roberto Baggio, pada akhirnya harus tertunduk setelah tendangannya melambung ke atas gawang. Baggio pun sempat beberapa saat tidak beranjak dari titik putih.
Brasil pun mampu meraih gelar keempatnya.
Piala Dunia AS, Meksiko, Kanada 2026
Argentina memastikan diri masuk ke babak Semifinal Piala Dunia 2026 dan menjadi satu-satunya wakil Amerika Selatan di babak Semifinal. Negara lainnya berasal dari Eropa, yakni Perancis, Spanyol, dan Inggris.
Praktis Argentina akan menghadapi wakil Eropa jika mampu menang melawan Inggris di Semifinal, skema yang sama dengan tiga Piala Dunia sebelumnya saat AS dan Meksiko menjadi tuan rumah.
Apakah rekor tersebut akan bertahan atau malah akan terpatahkan tahun ini?
(ras/wur) Addsource on Google