Texas Deklarasikan Perang terhadap 'Islamisasi', Ada Apa dengan AS?
Jakarta, CNBC Indonesia - Texas menjadi garis depan baru dalam perang politik identitas di Amerika Serikat (AS).
Di bawah kepemimpinan Gubernur Greg Abbott, negara bagian dengan basis Partai Republik terbesar itu meluncurkan serangkaian kebijakan untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "Islamification of Texas" atau "Islamisasi Texas".
Dalam 18 bulan terakhir, pemerintah Texas mengambil sejumlah langkah yang menyasar institusi dan organisasi Muslim.
Semuanya bermula pada Februari 2025 ketika Abbott menyebut proyek perumahan yang diusulkan East Plano Islamic Center sebagai contoh "kota syariah" (sharia cities). Setelah itu, belasan lembaga pemerintah negara bagian membuka penyelidikan terhadap proyek tersebut.
Pada November 2025, Abbott juga menetapkan Council on American-Islamic Relations (CAIR)-organisasi advokasi hak-hak sipil Muslim terbesar di AS-sebagai "organisasi teroris asing" menurut kebijakan negara bagian dan melarang organisasi tersebut membeli tanah di Texas. Beberapa bulan kemudian, sekolah-sekolah Islam juga dikeluarkan dari program voucher pendidikan baru.
Kini, Partai Republik Texas menempatkan slogan "Stop the Islamification of Texas" sebagai prioritas legislasi nomor dua mereka.
Bukan Lagi Soal Terorisme
Jika setelah tragedi 11 September 2001 sentimen anti-Islam lebih banyak dikaitkan dengan ancaman terorisme, kini narasi tersebut bergeser. Fokusnya bukan lagi ancaman dari luar negeri, melainkan kekhawatiran bahwa identitas Amerika sedang berubah dari dalam.
Di kalangan konservatif, dukungan terhadap gagasan Christian nationalism atau nasionalisme Kristen semakin menguat. Gagasan ini menempatkan nilai-nilai Kristen sebagai fondasi kehidupan berbangsa di Amerika.
Pandangan terhadap Islam Foto: Economist |
Awal tahun ini, Abbott bahkan menyatakan bahwa "Amerika Serikat didirikan sebagai negara Kristen."
Pandangan serupa juga disuarakan sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, hingga aktivis konservatif Charlie Kirk sebelum meninggal dunia pada 2025.
Islam Jadi Isu Politik
Menurut Centre for the Study of Organised Hate, selama 13 bulan hingga Maret 2026 terdapat 1.111 unggahan anti-Muslim yang dibuat oleh 46 pejabat Partai Republik, atau sekitar 15 kali lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya.
Banyak di antaranya menggambarkan Islam sebagai ancaman terhadap identitas Amerika. Senator Alabama Tommy Tuberville, misalnya, membagikan unggahan yang mengaitkan wali kota Muslim New York dengan serangan 11 September.
Sementara itu, anggota Kongres Tennessee Andy Ogles secara terbuka menyatakan bahwa "Muslim tidak memiliki tempat dalam masyarakat Amerika."
Presiden Donald Trump juga beberapa kali menggunakan kota-kota Eropa seperti Paris dan London sebagai contoh yang menurutnya mengalami perubahan akibat imigrasi dan berkembangnya hukum syariah.
Agenda Legislasi Makin Agresif
Sejumlah anggota Kongres Partai Republik kini mulai mengusulkan berbagai rancangan undang-undang terkait syariah.
Anggota Kongres Texas Chip Roy mengusulkan larangan masuk bagi warga asing yang dianggap menjalankan hukum syariah, sementara anggota Kongres Florida Randy Fine mengajukan rancangan undang-undang yang disebut untuk melindungi Amerika dari pengaruh syariah.
Texas bahkan melangkah lebih jauh. Selain membatasi pendanaan bagi organisasi yang dianggap memiliki loyalitas terhadap sistem hukum asing, pemerintah negara bagian juga mengubah kurikulum pendidikan.
Materi pelajaran mengenai keyakinan utama Islam diganti dengan pembahasan mengenai konsep jihad dan ekspansi Islam dalam sejarah. Di saat yang sama, sekolah-sekolah diwajibkan memberikan lebih banyak materi dari Alkitab.
Tuai Gugatan
Kebijakan Abbott menuai kritik keras dari kelompok hak sipil. CAIR menilai kebijakan tersebut telah berubah dari sekadar Islamofobia menjadi bentuk persekusi terhadap kebebasan beragama.
Di sisi lain, pendukung kebijakan tersebut berargumen bahwa ancaman ekstremisme Islam masih nyata dan perlu dihadapi melalui perubahan kebijakan.
Sejumlah langkah Texas juga mendapat perlawanan di pengadilan. Hakim memblokir upaya pemerintah mengeluarkan sekolah Islam dari program voucher pendidikan dan mengizinkan gugatan diskriminasi agama yang diajukan East Plano Islamic Center tetap berlanjut.
Seorang hakim federal bahkan menyatakan tidak ada bukti bahwa masjid tersebut berniat menerapkan hukum syariah di Texas.
Meski demikian, agenda tersebut diperkirakan belum akan berhenti. Legislator Texas dijadwalkan kembali bersidang pada Januari mendatang dan diperkirakan akan melanjutkan berbagai kebijakan yang dikampanyekan Abbott.
Fenomena ini juga mulai menarik perhatian negara bagian lain. Sejumlah politisi Partai Republik menilai isu "Islam di Amerika" kini menjadi salah satu perhatian utama pemilih konservatif, bahkan disebut lebih penting dibanding isu aborsi maupun hak kepemilikan senjata.
Agama di Amerika
Meski isu identitas agama semakin sering muncul dalam politik Amerika Serikat (AS), komposisi keagamaan penduduk negeri itu relatif tidak banyak berubah dalam setahun terakhir.
Berdasarkan 2025 PRRI Census of American Religion, sekitar 66% warga Amerika masih mengidentifikasi diri sebagai penganut Kristen. Dari jumlah tersebut, 41% merupakan Kristen kulit putih, sedangkan 25% adalah Kristen dari kelompok ras dan etnis lainnya.
Komposisi penganut agama di AS Foto: PPRI.ORG |
Sementara itu, sekitar 28% penduduk AS tidak berafiliasi dengan agama apa pun (religiously unaffiliated), sedangkan 6% lainnya memeluk agama non-Kristen, termasuk Islam, Yahudi, Hindu, Buddha, dan agama lainnya. Komposisi ini hampir tidak berubah dibandingkan 2024.
Jika dilihat dalam jangka panjang, lanskap agama di Amerika mengalami pergeseran. Pada 2013, warga Kristen kulit putih masih mencapai 46% dari populasi, namun angkanya turun menjadi 41% pada 2025.
Sebaliknya, kelompok warga yang tidak memiliki afiliasi agama terus bertambah, dari 21% pada 2013 menjadi 28% pada 2025. Namun, setelah meningkat secara konsisten selama lebih dari satu dekade, pertumbuhan kelompok ini mulai melambat dan cenderung stabil pada 2025.
(mae/mae) Addsource on Google

