MARKET DATA

Lengkap! Ini Proyeksi APBN 2026 Hingga Akhir Tahun, Penerimaan 100%

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
07 July 2026 16:08
Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan & Gubernur BI. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan & Gubernur BI. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga semester I-2026 serta outlook hingga akhir tahun. Laporan tersebut menunjukkan defisit APBN diperkirakan melebar dari target awal.

Purbaya menyampaikan pendapatan negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN. Hingga akhir tahun, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target.

Sementara itu, belanja negara hingga semester I-2026 mencapai Rp1.656,0 triliun atau 43,1% dari pagu APBN. Hingga akhir tahun, belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan belanja pemerintah hingga akhir tahun berpotensi melampaui pagu awal.

Kenaikan ini terutama terlihat pada belanja pemerintah pusat, khususnya belanja kementerian/lembaga yang diperkirakan mencapai 107,9% dari pagu APBN.

Naiknya outlook belanja di 2026, dapat dikaitkan dengan tambahan kebutuhan belanja, seperti untuk pembayaran kewajiban pemerintah seperti subsidi dan kompensasi energi.

Dengan kondisi tersebut, defisit APBN 2026 diperkirakan menembus Rp734,3 triliun atau 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini lebih besar dibandingkan target awal APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% dari PDB.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular