Ngeri! Dunia Makin Membara, Ini 20 Negara dengan Rekor Suhu Tertinggi
Jakarta, CNBC Indonesia - Semakin banyak negara yang mencatat suhu di atas 50°C, terutama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan.
Suhu di atas 50 derajat Celsius dulu identik dengan sudut-sudut gurun yang nyaris tak berpenghuni. Kini, angka itu tercatat di semakin banyak negara.
Data terbaru World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan Amerika Serikat masih memegang rekor suhu udara tertinggi yang pernah diukur secara resmi, yakni 56,7°C. Namun negara-negara dengan rekor di atas 50°C kini semakin banyak, terutama di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan.
Meski begitu, panas ekstrem belum tersebar merata. Dari 20 rekor suhu nasional tertinggi yang telah diverifikasi hingga Juni 2026, sebagian besar masih berasal dari kawasan gurun dengan iklim yang sangat kering dan paparan sinar matahari yang tinggi.
Berikut daftar 20 negara dengan rekor suhu udara tertinggi di dunia.
Rekor yang Belum Tergeser
Lebih dari seabad berlalu, posisi puncak masih belum berubah.
Pada 10 Juli 1913, suhu udara di Furnace Creek, Death Valley, California, mencapai 56,7°C. Hingga kini, angka itu masih menjadi rekor suhu udara tertinggi yang diakui WMO, meski validitas pengukurannya sempat diperdebatkan sejumlah peneliti.
Ada alasan mengapa rekor itu lahir di sana. Death Valley berada di bawah permukaan laut, dikelilingi pegunungan, dan memiliki udara yang sangat kering. Kombinasi tersebut membuat panas terkumpul dan bertahan lebih lama dibanding banyak wilayah lain.
Yang menarik justru bukan lokasinya, melainkan umurnya. Di tengah banyaknya rekor nasional yang berganti dalam beberapa tahun terakhir, catatan dari 1913 itu tetap belum tersentuh.
Pusat Panas Ada di Timur Tengah
Dari 20 negara dengan rekor suhu tertinggi di dunia, sembilan berasal dari Timur Tengah dan semuanya pernah mencatat suhu di atas 50°C, yaitu:
-
Kuwait
-
Irak
-
Iran
-
Arab Saudi
-
Oman
-
Qatar
-
Uni Emirat Arab
-
Israel
-
Yordania
Wilayah ini memang memiliki karakter yang serupa: radiasi matahari yang tinggi, iklim gurun yang kering, dan musim panas yang panjang. Kombinasi itu membuat suhu ekstrem lebih mudah tercapai dibanding banyak kawasan lain.
Menariknya, sebagian rekornya juga masih tergolong baru. Kuwait dan Irak mencatat rekor nasional pada 2016, Iran pada 2017, sementara Oman memperbaruinya pada 2021.
Rekor Baru Masih Bermunculan
China mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarahnya, 52,2°C, di Turpan, Xinjiang, pada 2023. Pada tahun yang sama, Maroko memperbarui rekornya menjadi 50,4°C di Agadir. Dua tahun kemudian, Türkiye menyusul lewat suhu 50,5°C di Silopi.
Sebagian besar rekor suhu tertinggi memang masih terkonsentrasi di kawasan gurun. Namun daftar itu kini berubah lebih sering dibanding sebelumnya.
Mungkin posisi Death Valley memang belum tergeser. Akan tetapi, semakin banyak negara yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarahnya sendiri.
(mae/mae) Add
source on Google