MARKET DATA

Gempa Kembar Dahsyat Hancurkan Venezuela, Ini Daftar Kejadian di Dunia

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
25 June 2026 17:15
Gempa magnitudo 7,2 melanda Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat, menyebabkan sejumlah bangunan runtuh. (REUTERS/Fausto Torrealba)
Foto: REUTERS/Fausto Torrealba

Jakarta, CNBC Indonesia - Venezuela baru saja diguncang dua gempa besar dalam waktu yang nyaris bersamaan. Dua gempa kuat tersebut terjadi di dekat ibu kota Caracas dan menimbulkan kerusakan besar.

Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan lebih dari 700 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, kemudian disusul gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5. Menurut United States Geological Survey (USGS), jarak waktu antara dua gempa itu hanya sekitar 39 detik.

USGS memperingatkan bahwa dampak bencana tersebut berpotensi sangat besar. "Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi dan bencana ini kemungkinan bersifat meluas," kata USGS, dikutip dari Reuters.

Lembaga tersebut pada estimasi awalnya memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berada pada rentang 10.000 hingga 100.000 orang.

Guncangan juga dilaporkan terasa hingga negara tetangga, Kolombia. Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan status darurat, sementara tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Bandara Internasional Maiquetía, bandara utama Venezuela yang berada di sekitar Caracas, juga ditutup karena mengalami kerusakan serius. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan retak, rusak berat, hingga roboh akibat kuatnya guncangan.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah pesisir Venezuela serta Aruba dan Bonaire, namun kemudian dicabut.

Fenomena yang terjadi di Venezuela ini menarik perhatian karena bukan sekadar gempa besar biasa. Dua gempa kuat terjadi dalam waktu sangat singkat, bahkan kurang dari satu menit. Dalam dunia seismologi, peristiwa seperti ini dikenal sebagai gempa kembar atau doublet earthquake.

Doublet earthquake adalah dua gempa yang terjadi berdekatan secara waktu dan lokasi, biasanya dengan kekuatan yang relatif sama atau sama-sama signifikan. Dalam beberapa kasus, gempa pertama dapat memicu gempa kedua pada sesar yang berdekatan atau masih berada dalam sistem tektonik yang sama.

Dengan jarak hanya puluhan detik, gempa Venezuela menjadi salah satu contoh gempa kembar yang cukup langka. Namun, peristiwa seperti ini bukan yang pertama.

Dalam hampir tiga dekade terakhir, sejumlah wilayah di dunia juga pernah mengalami gempa doublet dalam hitungan detik hingga menit.

Tarutung 2025

Bencana gempa kembar juga pernah terjadi di Indonesia. Sekitar setahun yang lalu atau lebih tepatnya pada Selasa pagi, 18 Maret 2025 di wilayah Tapanuli Utara, Sumatra Utara, diguncang dua gempa bumi tektonik dalam waktu kurang dari satu menit.

BMKG mencatat gempa pertama terjadi pada pukul 05.22.38 WIB dengan magnitudo M5,5. Episenter gempa berada di koordinat 1,91° LU dan 99,10° BT, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 19 km tenggara Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada kedalaman 10 km.

Tak lama kemudian, gempa kedua terjadi pada pukul 05.23.34 WIB dengan magnitudo M5,6. Episenter gempa kedua berada di koordinat 1,90° LU dan 99,02° BT, atau berlokasi di darat sekitar 14 km tenggara Tapanuli Utara, dengan kedalaman yang sama, yakni 10 km.

Artinya, dua gempa tersebut hanya berselisih waktu 56 detik, dengan jarak episenter sekitar 9 km.

Gempa tersebut dirasakan cukup kuat di Tarutung dengan skala intensitas IV-V MMI. Guncangan juga dirasakan di Sibolga, Padang Sidempuan, dan Pinang Sori dengan skala intensitas III MMI.

Rangkaian gempa ini menyebabkan kerusakan sejumlah rumah di Desa Lobupining, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.

Samoa-Tonga 2009

Salah satu peristiwa gempa doublet besar juga pernah terjadi di kawasan Samoa-Tonga pada 2009.

Gempa utama pertama berkekuatan M8,1 terjadi di bagian utara zona subduksi Tonga. Dalam waktu sekitar dua menit setelah gempa pertama mulai terjadi, dua subevent besar dengan kekuatan sekitar M7,8 ikut merobek zona megathrust di dekatnya.

Bahkan, rangkaian gempa bumi tersebut sampai memicu gelombang tsunami yang menghantam sejumlah wilayah pesisir di Samoa, American Samoa, dan Tonga. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di kawasan pesisir.

Vanuatu/Santa Cruz 2009

Pada tahun yang sama, Vanuatu dan Santa Cruz Islands juga mengalami peristiwa gempa besar yang terjadi sangat berdekatan.

Bencana alam ini terjadi pada 7 Oktober 2009. Dua gempa besar pertama berkekuatan sekitar M7,7 dan M7,8 terjadi dalam selang sekitar 15 menit. Setelah itu, gempa besar lainnya dengan magnitudo sekitar M7,4 kembali terjadi sekitar 55 menit kemudian. Dalam waktu kurang dari satu jam, wilayah tersebut diguncang tiga gempa besar.

Kondisi ini juga mendekati gempa tiga kali beruntun atau yang biasa disebut sebagai triple gempa.

University of Tokyo Earthquake Research Institute menyebut dua gempa pertama dalam rangkaian Vanuatu/Santa Cruz ini dapat dianggap sebagai earthquake doublet. Adapun gempa besar berikutnya dipandang sebagai gempa susulan besar

Harnai Pakistan 1997

Salah satu contoh gempa doublet tercepat tercatat di Harnai, Pakistan pada 1997 atau hampir tiga dekade yang lalu. Wilayah ini berada di Provinsi Balochistan, kawasan yang memang aktif secara tektonik karena dipengaruhi tumbukan Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

Gempa pertama berkekuatan sekitar Mw7,0 hingga Mw7,1 terjadi pada 27 Februari 1997.

Sekitar 19 detik setelah gempa pertama, terjadi gempa kedua dengan kekuatan sekitar Mw6,8. Gempa kedua ini terjadi pada patahan berbeda yang berada sekitar 50 km di tenggara sumber gempa pertama.

Jeda 19 detik membuat kasus Harnai menjadi salah satu contoh paling ekstrem dari gempa doublet yang pernah terjadi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Gempa magnitudo 7,2 melanda Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat, menyebabkan sejumlah bangunan runtuh. (REUTERS/Maxwell Briceno)Gempa magnitudo 7,2 melanda Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat, menyebabkan sejumlah bangunan runtuh. (REUTERS/Maxwell Briceno) Foto: REUTERS/Maxwell Briceno
(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular