MARKET DATA

Mereka yang Menangis Karena "Kegalakan" The Fed

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
18 June 2026 10:05
New U.S. Federal Reserve Chairman Kevin Warsh holds a press conference following a two-day meeting of the Federal Open Market Committee (FOMC), at the U.S. Federal Reserve in Washington, D.C., U.S. June 17, 2026. REUTERS/Eric Lee
Foto: REUTERS/Eric Lee

Jakarta, CNBC Indonesia - Harapan pelaku pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) tampaknya harus kembali tertunda

Sinyal terbaru dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) dari Chairman yang baru Kevin Warsh, mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga acuan tidak akan terjadi dalam waktu dekat, memberikan tekanan signifikan pada pasar saham global, termasuk Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG).

Sentimen Suku Bunga Tekan Selera Risiko

Pernyataan The Fed yang kembali mengarah pada kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama (higher for longer) langsung memicu kehati-hatian di awal sesi perdagangan.

Kondisi makroekonomi ini membuat para investor cenderung menahan diri dari aset berisiko tinggi dan mulai melakukan penyesuaian portofolio.

Hingga pukul 09.20 WIB, tekanan jual tersebut berdampak langsung pada pergerakan sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia, mendorong beberapa saham masuk ke zona merah terdalam sebagai jajaran top losers.

Barisan Saham Tumbang, TLKM Jadi Sorotan

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin pelemahan dengan koreksi tajam sebesar 14,86% ke level Rp2.980 per saham.

Tekanan serupa juga dialami oleh saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang masing-masing terperosok sedalam 11,34% dan 11,03%.

Namun, yang paling membebani pergerakan indeks dan menjadi sorotan utama pelaku pasar adalah kejatuhan saham emiten blue chip, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Saham berkapitalisasi pasar jumbo ini tercatat anjlok 7,43% ke posisi Rp2.740 per saham. Penurunan TLKM juga diiringi oleh nilai transaksi yang sangat masif, mencapai Rp130,77 miliar hanya dalam belasan menit setelah pasar dibuka. Saham-saham lain seperti POLI, KOTA, dan NZIA juga terpantau merosot lebih dari 7%.

Prospek Jangka Pendek

Ketiadaan katalis pemangkasan suku bunga membuat pergerakan pasar saham diperkirakan akan terus dibayangi oleh volatilitas yang tinggi. Para investor saat ini bersikap rasional dan cenderung memantau ketat aliran dana asing.

Tekanan jual, khususnya pada emiten berkapitalisasi besar, berpotensi terus menahan laju penguatan bursa domestik hingga rilis data ekonomi terbaru yang dapat meredakan kekhawatiran terhadap ketatnya likuiditas global.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan penurunan terdalam (top losers) pada pukul 09.20 WIB:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular