Krisis Kepercayaan Hantam Eropa Barat, Anak Muda Makin Mudah Curiga
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Tingkat kepercayaan sosial di kalangan remaja Eropa mengalami pergeseran signifikan dalam satu dekade terakhir.
Remaja di Eropa Utara dan Barat, yang selama ini dikenal memiliki tingkat kepercayaan sosial tinggi, justru menunjukkan penurunan kepercayaan terhadap sesama. Sebaliknya, negara-negara Eropa Timur dan Selatan mencatat peningkatan.
Bahkan, remaja Denmark kini berada di bawah rekan-rekan mereka di Rumania, Polandia, dan Bulgaria dalam ukuran kepercayaan sosial.
Padahal, di negara-negara seperti Denmark, Finlandia, dan Belanda, kepercayaan terhadap orang lain selama ini dianggap sebagai bagian penting dari budaya dan tatanan sosial. Meski terjadi perubahan besar antarwilayah, tingkat kepercayaan secara keseluruhan di Eropa relatif stabil dibandingkan era 2010-an.
Jabat tangan dengan orang asing tidak punya arti yang sama di seluruh Eropa.
Di Denmark, Finlandia, atau Belanda, kepercayaan kepada orang lain selama bertahun-tahun dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat di negara-negara itu konsisten berada di kelompok paling percaya terhadap sesama dibanding sebagian besar negara lain di dunia.
Yang menarik, perubahan justru mulai muncul dari generasi yang tumbuh di lingkungan tersebut.
Kepercayaan Tidak Hilang, Tapi Berpindah
Jika melihat rata-rata Eropa, tidak banyak yang berubah dalam satu dekade terakhir. Namun ketika data dipecah per negara, gambarnya jauh lebih dinamis.
Skor kepercayaan remaja di Denmark turun dari 8,3 pada 2013 menjadi 5,7 pada 2025. Prancis turun dari 5,0 menjadi 4,0. Di sisi lain, Bulgaria naik dari 4,2 menjadi 5,4, sementara Kroasia meningkat dari 5,1 menjadi 6,6.
Pergeseran terbesar justru terjadi di tempat yang tidak banyak diperkirakan orang.
Dari Nordik ke Eropa Timur
Selama bertahun-tahun, negara-negara Nordik identik dengan tingkat kepercayaan sosial yang tinggi. Karena itu, penurunan di Denmark menjadi salah satu temuan yang paling mencolok dalam data ini.
Remaja Denmark kini memiliki skor kepercayaan yang lebih rendah dibanding remaja di sejumlah negara Eropa Timur seperti Romania, Polandia, dan Bulgaria.
Sementara sebagian negara Eropa Barat dan Utara bergerak turun, beberapa negara di Eropa Timur justru bergerak ke arah sebaliknya.
Lebih Rumit dari Soal Pendapatan
Tidak ada satu penjelasan tunggal untuk perubahan tersebut.
Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Political Economy pada 2024 menemukan bahwa kepercayaan sosial berkaitan erat dengan kepercayaan terhadap institusi, persepsi mengenai keadilan, serta perasaan menjadi bagian dari masyarakat.
Karena itu, negara yang lebih makmur belum tentu memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.
Kepercayaan sosial dibentuk oleh banyak hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: sekolah, komunitas, lingkungan tempat tinggal, hingga pengalaman berinteraksi dengan institusi publik.
Apa yang Dikatakan Generasi Muda?
Di sejumlah negara kaya Eropa Barat dan Utara, anak muda semakin sering melaporkan jarak dengan institusi maupun lingkungan sosial di sekitar mereka. Pada saat yang sama, beberapa negara Eropa Timur menikmati peningkatan standar hidup dan integrasi yang lebih kuat dengan institusi Eropa dibanding satu dekade lalu.
Kedua tren itu bergerak dalam arah yang berbeda, tetapi menghasilkan satu pola yang sama: peta kepercayaan Eropa tidak lagi terlihat seperti dulu.
Selama ini kepercayaan sosial sering dianggap sebagai sesuatu yang melekat pada sebuah negara.
Namun, kepercayaan ternyata tidak menetap di satu tempat. Ia bisa tumbuh, melemah, dan berpindah arah lebih cepat daripada yang sering diasumsikan.
Â
(mae/mae) Addsource on Google