MARKET DATA

Puluhan Emiten Ini Dapat Berkah dari Piala Dunia 2026, Ada Punya Kamu?

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
09 June 2026 14:07
FIFA World Cup 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Denny Medley)
Foto: IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Denny Medley

Jakarta, CNBC Indonesia - Piala Dunia 2026 akan segera berlangsung di wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada akhir pekan ini mulai Sabtu (12/6/2026) waktu Indonesia.

Berdasarkan data historis, penyelenggaraan ini terbukti menjadi katalis pergerakan ekonomi makro dan rotasi sektoral yang tidak hanya terasa di negara penyelenggara, melainkan juga di pasar modal domestik.

Di bursa saham Indonesia, beberapa sektor emiten diproyeksikan akan langsung menerima limpahan sentimen positif akibat terjadinya pergeseran pola konsumsi serta medium hiburan harian dari masyarakat umum.

Mengingat hak siar utama dipegang oleh stasiun televisi milik negara yang berafiliasi dengan mitra digital spesifik, dampak turnamen sepak bola ini akan sangat terfokus pada emiten penyedia layanan media nirkabel, infrastruktur telekomunikasi seluler, dan rantai pasok industri barang konsumsi sehari-hari.

Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ke-3 Zona AsiaDrawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ke-3 Zona Asia Foto: Infografis/Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ke-3 Zona Asia /Aristya Rahadian

Sektor Media, Platform Digital, dan Infrastruktur Konektivitas

Perbedaan zona waktu benua Amerika yang signifikan menyebabkan mayoritas pertandingan akan disiarkan pada pagi dan siang hari Waktu Indonesia Barat. Kondisi ini menekan penggunaan televisi konvensional dan membuat masyarakat beralih sepenuhnya mengandalkan gawai pintar untuk melakukan streaming video saat beraktivitas.

Hal ini secara langsung meningkatkan lalu lintas data pada aplikasi mitra hak siar. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) selaku penyedia layanan digital Over-The-Top memiliki peluang besar dalam menerima lonjakan tajam jumlah penonton aktif harian.

Lonjakan akses ini akan berdampak langsung pada optimalisasi monetisasi iklan digital dan peningkatan pendapatan operasional. IRSX sukses mencatatkan pembalikan arah fundamental yang kuat dari rugi menjadi laba bersih senilai Rp 3,3 miliar di kuartal pertama.

Sementara itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang menyediakan infrastruktur konektivitas bagi ekosistem saluran penyiaran mendapatkan jaminan tingkat utilitas jaringan optik yang sangat maksimal.

WIFI sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 783,6 miliar dengan tingkat margin laba bersih yang istimewa mencapai 21,0%, menandakan kecakapan perseroan dalam mengeksekusi efisiensi beban operasi infrastrukturnya.

Sektor Layanan Telekomunikasi Seluler

Kebutuhan akses streaming tayangan beresolusi tinggi di sela-sela jam kerja memberikan momentum keuntungan yang seketika bagi seluruh emiten penyedia layanan telekomunikasi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) memproyeksikan peningkatan pesat pada rasio rata-rata pendapatan per pengguna akibat masifnya transaksi isi ulang kuota data seluler secara dadakan.

Konsumsi pita lebar harian diestimasikan naik secara eksponensial selama satu bulan penuh turnamen berjalan. Jika membedah kinerja fundamental ketiga emiten raksasa ini, dominasi pangsa pasar masih dipegang kuat oleh TLKM yang membukukan pendapatan Rp 37,18 triliun dengan margin EBITDA yang sangat tangguh di angka 47,4%.

Pada sisi lain, ISAT berhasil menjaga laju pertumbuhan yang konsisten dengan mencetak laba bersih Rp 1,49 triliun, didorong oleh pengendalian beban operasional yang terukur.

Adapun EXCL meskipun berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 11,81 triliun, perseroan masih mencatatkan rapor tekanan likuiditas yang berujung pada rugi bersih sebesar Rp 716,9 miliar, utamanya disebabkan oleh tingginya paparan beban bunga pembiayaan dan pelemahan nilai tukar mata uang awal tahun.

Sektor Rantai Pasok Barang Konsumsi dan Gaya Hidup

Perubahan kebiasaan rutin masyarakat yang kerap mengadakan agenda menonton bersama sangat memicu peningkatan drastis akan permintaan produk di sektor pergerakan konsumen yang cepat atau Fast-Moving Consumer Goods.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menjadi penerima manfaat utama dari tingginya perputaran stok produk mi instan, makanan ringan, teh kemasan, dan produk olahan kopi di berbagai jaringan minimarket modern.

ICBP menorehkan postur pendapatan raksasa sebesar Rp 21,71 triliun yang menghasilkan laba bersih solid sebesar Rp 2,57 triliun. MYOR menyusul dengan kualitas pencetakan laba bersih di angka Rp 945,6 miliar.

Stabilitas margin ini mencerminkan daya tahan fundamental bisnis perseroan di tengah volatilitas nilai bahan baku pangan. Selain itu, produk ritel tembakau dari PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) secara data historis rutin mencatatkan stabilitas volume penjualan saat terjadi euforia acara publik berskala besar, yang turut direfleksikan dari pendapatan konsolidasi kuartal pertama sebesar Rp 27,20 triliun.

Pada industri layanan gaya hidup, tren menyeduh kopi saat mengonsumsi tayangan hiburan ikut mengangkat metrik transaksi harian PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).

Margin kotor FORE tercatat sangat lebar di kisaran 61,6%, memberikan ruang gerak taktis bagi perusahaan dalam memaksimalkan raupan laba operasional dari setiap penambahan transaksi pesan-antar secara daring selama perhelatan Piala Dunia.

Ringkasan Laporan Laba Rugi

Data tabel fundamental di bawah merangkum postur pencapaian finansial dasar dari seluruh emiten pada periode tiga bulan perdana tahun 2026. Angka yang tertera disajikan dalam format nominal miliaran Rupiah untuk memudahkan simplifikasi perhitungan komparasi antarsektor.

Valuasi dan Rasio Kinerja Perusahaan

Rasio fundamental komparatif di bawah ini menguraikan metrik profitabilitas bisnis dan tingkat valuasi wajar dari kesembilan emiten. Nominal harga yang digunakan merupakan posisi titik transaksi pasar pukul 11.30 WIB pada hari Selasa (9/6/2026) di Bursa Efek Indonesia.

Menganalisis skema perputaran arus modal pada momentum berskala global memang menuntut pandangan rasional terhadap pergerakan angka fundamental dibandingkan sekadar menunggangi riak sentimen jangka pendek.

Imbas dari peningkatan laju lalu lintas data digital secara kasat mata menjadi pelindung utama terhadap keberlangsungan usaha agregator konektivitas seluler maupun penyedia jaringan serat optik.

Pada lintasan lain, tingkat stabilisasi distribusi pada entitas barang konsumsi merakit benteng pertahanan portofolio yang aman terhadap disrupsi daya beli. Tingkat keunggulan kompetitif emiten pada sisa tahun berjalan ini akan disetir oleh kemampuan perseroan meredam pembengkakan beban pokok pendapatan seiring dinamika fluktuasi harga komoditas global.

Penilaian utuh mengenai manajemen arus kas serta ketahanan neraca dari tumpukan utang berbunga wajib menjadi langkah krusial dalam menyortir instrumen saham investasi yang solid secara jangka panjang.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular