Diguncang Gempa 7,8 M: Ini Deretan Gempa Paling Mematikan di Filipina
Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi dengan magnitudo 7,8 terjadi di lepas pantai selatan Filipina, Senin (8/6/2026). Survei Geologi Amerika Serikat (AS) dan pusat peringatan regional mengeluarkan peringatan tsunami.
"Gempa lepas pantai terjadi pada kedalaman 35 kilometer (22 mil) di lepas pantai Pulau Mindanao, kata USGS dikutip AFPsekitar pukul 7:22 WIB.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan dalam pemberitahuannya bahwa gelombang tsunami mungkin terjadi dalam tiga jam ke depan. Tak hanya Filipina, tsunami terjadi di sepanjang pantai Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.
Sejauh ini dilaporkan delapan orang tewas karena gempa tersebut di Filipina. Sementara empat terluka.
Filipina Rawan Gempa
Filipina terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yakni busur sepanjang 40.000 kilometer yang dipenuhi patahan tektonik aktif dan gunung berapi. Wilayah ini menjadi lokasi lebih dari setengah gunung berapi aktif di dunia, dan sering mengalami gempa bumi berkekuatan besar.
Gempa-gempa besar terutama dalam hal kekuatan dan jumlah korban jiwa yang mengguncang Filipina sejak 1960-an hingga saat ini berkisar antara magnitudo 6,1 hingga 7,9 dan menewaskan antara 6 hingga sekitar 8.000 orang.
Berikut beberapa gempa hebat di Filipina:
1. Gempa Moro Gulf (1976)
Gempa terjadi pada 1976 di selatan Mindanao dengan magnitudo 7,9 merupakan gempa paling dahsyat dalam sejarah Filipina, baik dari kekuatan guncangan maupun jumlah korban jiwa.
Gempa ini menewaskan hingga 8.000 orang. Sebagian besar korban tewas, terluka, dan hilang diduga terseret ke laut dan dimakan hiu, karena gempa tersebut menyebabkan tsunami. Baik gempa maupun tsunami terjadi saat penduduk sedang tertidur lelap tanpa mengetahui apa yang akan terjadi.
2. Gempa Luzon (1990)
Pada 16 Juli 1990, gempa kuat dengan magnitudo 7,8 kembali mengguncang bagian utara Pulau Luzon. Gempa ini menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur dan menyebabkan ratusan orang tewas.
Kota yang paling terdampak parah adalah Baguio, Dagupan, dan Cabanatuan, di mana banyak bangunan bertingkat runtuh, menewaskan lebih dari 2.000 orang.
3. Gempa Aurora (1968)
Gempa terkuat ketiga terjadi pada tahun 1968 dengan magnitudo 7,3 dan berpusat di Casiguran, Aurora.
Guncangan kuat terasa hingga ke Manila, tempat Gedung Ruby Tower setinggi enam lantai runtuh, menyebabkan 271 orang tewas seketika dan banyak lainnya luka-luka.
4. Gempa Bohol (2013)
Gempa Bohol adalah gempa berkekuatan M 7,2 yang mengguncang Pulau Bohol, Filipina, pada 15 Oktober 2013.
Bencana ini menewaskan lebih dari 220 orang, melukai sekitar 900 orang, serta merusak ribuan bangunan, termasuk sejumlah gereja bersejarah peninggalan era Spanyol.
Gempa juga memicu tanah longsor dan mengungkap sesar aktif baru yang dikenal sebagai Inabanga Fault. Peristiwa ini menjadi salah satu gempa paling mematikan di Filipina dalam beberapa dekade terakhir.
5. Gempa Cebu (2025)
Gempa berkekuatan Magnitudo 6,9 mengguncang wilayah Cebu, Filipina, pada 30 September 2025 dan menjadi gempa paling mematikan di negara tersebut sejak 2013. Bencana ini menewaskan 72-79 orang, melukai lebih dari 1.200 orang, serta merusak ribuan rumah, gereja, rumah sakit, jalan, dan jembatan.
Gempa yang berpusat di dekat Kota Bogo itu juga memicu tanah longsor, pemadaman listrik, gangguan komunikasi, dan pengungsian puluhan ribu warga. Ribuan gempa susulan tercatat setelah guncangan utama, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya dicabut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya risiko bencana di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), jalur seismik aktif yang juga melintasi Indonesia.
(mae/mae) Add
source on Google