MARKET DATA

Bikin Kaget! Jumlah Crazy Rich di Negara-Negara Ini Melonjak, Ada RI

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
06 June 2026 15:00
Ilustrasi Orang Terkaya (Freepik / Sergejs Rahunoks)
Foto: Ilustrasi Orang Terkaya (Freepik / Sergejs Rahunoks)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) masih menjadi rumah terbesar bagi kelompok ultra-kaya dunia. Namun, negara yang mencatat kenaikan tercepat dalam jumlah orang terkaya bukanlah AS.

Pada 2026, negara tersebut memiliki 251.352 ultra-high-net-worth individuals (UHNWI), atau individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat China yang berada di posisi kedua dengan 121.677 orang.

Di tengah narasi tentang pergeseran kekuatan ekonomi global, peta orang-orang terkaya dunia ternyata belum banyak berubah. Kekayaan masih terkonsentrasi di sejumlah negara yang sama, meski lapisan baru mulai muncul di bawahnya.

Pusat Kekayaan Dunia Masih Sama

Data Knight Frank Wealth Report 2026 menunjukkan Amerika Serikat dan China tetap mendominasi daftar negara dengan jumlah penduduk ultra-kaya terbesar di dunia.

Setelah keduanya, jaraknya langsung melebar. Jerman berada di posisi ketiga dengan 38.215 UHNWI, disusul Inggris 27.876 dan Prancis 21.518.

Skalanya tidak main-main. Amerika Serikat dan China secara bersama-sama menampung sekitar 55% populasi ultra-kaya dalam peringkat ini.

Artinya, lebih dari separuh kelompok terkaya dunia terkonsentrasi hanya di dua negara.

Eropa sendiri masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat akumulasi kekayaan global. Jerman, Inggris, Prancis, Swiss, Italia, hingga Spanyol tetap masuk jajaran teratas, menunjukkan bahwa pusat-pusat keuangan lama masih sulit digeser.

Jarak yang Sulit Dikejar

Dominasi dua negara teratas terlihat jelas dari selisih angkanya.

Amerika Serikat memiliki lebih dari seperempat juta penduduk ultra-kaya. China mendekati 122.000 orang. Setelah itu jumlahnya turun tajam menjadi sekitar 38.000 di Jerman.

 

Perbedaan tersebut menggambarkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar jumlah orang kaya. Ia mencerminkan ukuran ekonomi, kedalaman pasar modal, serta kemampuan suatu negara menciptakan dan mempertahankan aset dalam skala besar.

Karena itu, meski pusat pertumbuhan ekonomi mulai menyebar ke berbagai kawasan, peta kekayaan global sejauh ini masih menunjukkan pola yang relatif sama.

India Sedang Naik Kelas

India menjadi salah satu negara dengan kenaikan posisi paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, negara itu berada di peringkat ke-10. Pada 2026, India naik ke posisi keenam dengan 19.877 penduduk ultra-kaya.

Jumlah tersebut memang masih jauh di bawah Amerika Serikat maupun China. Namun laju pertumbuhannya menunjukkan bahwa penciptaan kekayaan baru semakin banyak terjadi di luar pusat-pusat tradisional.

 

Kenaikan itu berjalan seiring dengan pertumbuhan pasar modal India, ekspansi sektor teknologi, dan bertambahnya perusahaan bernilai besar yang lahir dari ekonomi domestik.

Pusat Kekayaan Baru Mulai Muncul

Data Knight Frank menunjukkan sejumlah negara mencatat pertumbuhan populasi ultra-kaya yang jauh lebih cepat dibanding negara-negara maju tradisional sejak 2021.

Polandia memimpin dengan lonjakan 109%. Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Vietnam, dan Indonesia juga masuk dalam kelompok dengan pertumbuhan tercepat.

Yang menarik bukan hanya angkanya, tetapi lokasinya.

Selama bertahun-tahun, percakapan tentang kekayaan global identik dengan New York, London, Tokyo, atau Hong Kong. Kini sebagian pertumbuhan tercepat justru muncul di pasar-pasar yang sebelumnya jarang dianggap sebagai pusat akumulasi kekayaan dunia.

Itu menunjukkan bahwa peta penciptaan kekayaan mulai melebar, meski distribusinya belum sepenuhnya berubah.

Lebih dari Sekadar Orang Kaya

Kelompok ultra-kaya sering diperlakukan sebagai statistik tentang individu dengan aset besar.

Padahal keberadaan mereka kerap menjadi indikator aktivitas ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan jumlah UHNWI biasanya berjalan beriringan dengan kenaikan valuasi perusahaan, perkembangan pasar modal, dan meningkatnya investasi.

Karena itu, peta orang ultra-kaya sering kali menjadi petunjuk tentang di mana kekayaan sedang diciptakan.

Lapisan Baru Kekayaan Global

Selama bertahun-tahun, pusat kekayaan dunia relatif mudah ditebak. Amerika Serikat memimpin, China mengejar, dan Eropa tetap menjadi salah satu basis utama akumulasi aset global.

Namun di bawah lapisan tersebut, cerita baru mulai terbentuk.

Jumlah penduduk ultra-kaya masih terkonsentrasi di segelintir negara besar. Tetapi pertumbuhan tercepat justru muncul di negara-negara yang sebelumnya jarang masuk dalam percakapan utama tentang kekayaan global.

Jika tren ini berlanjut, dekade berikutnya mungkin bukan tentang siapa yang paling kaya, melainkan dari mana gelombang kekayaan baru berikutnya akan datang.



(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular