Saham Antam Lagi Murah, Mau Bagi Dividen Jumbo! Jangan Ketinggalan
Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dijadwalkan digelar pada Rabu pekan depan (10/6/2026). RUPS ini menjadi perhatian besar mengingat emas bersinar terang sejak dua tahun terakhir..
Salah satu yang ditunggu investor adalah besaran nilai dividen tunai yang akan dibagikan. Ekspektasi pasar dipicu oleh kinerja fundamental emiten pertambangan ini yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih secara signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Terlebih, ANTM memberikan 100% laba tahun buku 2023 dan 2024 untuk dividen. Publik menunggu apakah langkah serupa akan diambil tahun ini.
Tren Pertumbuhan Laba Bersih Perusahaan
Pertumbuhan kinerja keuangan ANTM tercermin secara nyata melalui realisasi laba bersih tahunan perusahaan. Melalui ekspansi operasional dan efisiensi biaya, ANTM mencatatkan tren kenaikan laba bersih yang konsisten dalam enam tahun terakhir.
Puncaknya terjadi pada tahun buku 2025, di mana laba bersih perusahaan melonjak drastis hingga mencapai Rp 7,21 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
Berikut adalah rincian pertumbuhan laba bersih PT Aneka Tambang Tbk selama periode tahun buku 2020 hingga 2025:
Proyeksi Nilai Dividen dan Estimasi Yield
Lonjakan laba bersih pada tahun buku 2025 ini secara langsung mengerek nilai laba per saham atau Earning Per Share (EPS) menjadi sebesar 299,98.
Jika manajemen ANTM mempertahankan kebijakan Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 100% seperti pada tahun buku 2023 dan 2024, maka nilai Dividend Per Share (DPS) yang didistribusikan kepada investor diproyeksikan mencapai 299,98 per lembar saham.
Estimasi nilai dividen tersebut menawarkan tingkat pengembalian investasi yang relatif kompetitif bagi para pemegang saham. Berdasarkan harga penutupan perdagangan saham ANTM pada 5 Juni 2026 di level Rp 2.750 per lembar saham, proyeksi dividen sebesar 299,98 akan menghasilkan estimasi tingkat dividend yield sebesar 10,91%.
Angka yield ini berpotensi menjadi sentimen positif di pasar reguler menjelang periode penetapan tanggal cum dividen.
Untuk melihat kesinambungan kebijakan distribusi keuntungan perusahaan, berikut disajikan rekam jejak historis indikator dividen ANTM yang mencakup EPS, persentase rasio pembayaran, dan nilai dividen per saham dalam enam tahun buku terakhir:
Peningkatan tren laba bersih yang diikuti oleh kebijakan alokasi dividen optimal mencerminkan kondisi likuiditas internal perusahaan yang memadai.
Kendati demikian, kepastian final mengenai besaran dividen tetap bergantung sepenuhnya pada keputusan pemegang saham dalam RUPS 10 Juni 2026. Namun perlu diingat mengingat kepentingan Danantara mendapatkan dividen yang tinggi angka DPR 100% sangat mungkin terjadi dengan potensi yield mencapai 10,91%
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Addsource on Google