MARKET DATA

Tradisi Sakral TNI: Kenapa Alutsista RI Dimandikan Air Kembang?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
23 May 2026 11:00
Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah baru saja meresmikan sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista terbaru untuk memperkuat kekuatan udara nasional.

Peresmian itu dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyerahkan sejumlah alutsista strategis kepada TNI, mulai dari enam pesawat tempur MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, missile Meteor, smart weapon Hammer, hingga radar GCI GM403.

Namun, ada satu momen yang menarik perhatian dalam seremoni tersebut. Prabowo terlihat melakukan tradisi penyiraman air kembang atau yang disebut sebagai "mandi kembang" ke jet tempur Rafale.

Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam acara Penyerahan Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X serta Radar GCI, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam acara Penyerahan Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X serta Radar GCI, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Prosesi semacam ini memang bukan hal baru dalam tradisi kita. Tradisi penyiraman air kembang biasanya dimaknai sebagai bentuk rasa syukur, doa keselamatan, sekaligus penanda bahwa alutsista tersebut resmi menjadi bagian dari tugas pertahanan negara.

Dalam budaya Jawa, tradisi mandi kembang sudah lama dikenal sebagai bagian dari ritual simbolik.

Mandi kembang biasanya menggunakan air yang dicampur bunga-bunga harum, seperti melati, mawar, dan kenanga.

Mandi kembang kerap dimaknai sebagai:

  • Simbol pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin.
  • Doa keselamatan, agar seseorang dijauhkan dari hal buruk.
  • Ungkapan rasa syukur, terutama saat memasuki fase atau momen penting.
  • Penanda awal baru, misalnya sebelum menjalani tugas, perjalanan, atau tahap kehidupan tertentu.
  • Harapan akan kebaikan, karena bunga harum sering dipahami sebagai lambang ketenangan, keindahan, dan hal-hal baik.

Dalam konteks seremoni alutsista, makna itu kemudian diterapkan secara simbolik.

Pesawat, kapal, atau kendaraan tempur baru disambut sebagai aset penting negara yang akan memulai tugas besar.

Karena itu, prosesi penyiraman air kembang dipahami sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, sekaligus doa keselamatan bagi alutsista dan personel yang mengoperasikannya.

Tradisi serupa juga pernah dilakukan ketika pesawat angkut Airbus A400M pertama Indonesia tiba di Jakarta. Pesawat tersebut mendarat perdana di Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin (3/11/2025).

Dalam seremoni penyerahan A400M kepada TNI, Prabowo juga melakukan prosesi penyiraman air kembang ke roda pesawat. Prosesi tersebut disebut sebagai simbol rasa syukur atas hadirnya alutsista baru, sekaligus doa keselamatan bagi armada kebanggaan TNI AU tersebut.

Presiden Prabowo Serahkan Pesawat Airbus A-400M/MRTT Alpha 4001 ke Panglima TNI di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Presiden Prabowo Serahkan Pesawat Airbus A-400M/MRTT Alpha 4001 ke Panglima TNI di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Presiden Brasil "Christening" Pesawat Gripen

Tradisi penyambutan alutsista baru tidak hanya dilakukan di Indonesia. Negara lain juga memiliki seremoni serupa, salah satunya Brasil.

Pada Rabu (25/3/2026), Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menghadiri seremoni christening jet tempur F-39E Gripen pertama yang diproduksi di Brasil. Pesawat supersonik itu dibuat oleh Embraer bersama Saab dari Swedia, dan diperkenalkan di Embraer Gavião Peixoto Airfield, São Paulo.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menghadiri presentasi jet tempur Gripen pertama yang dirakit di Brasil oleh Embraer dan perusahaan pertahanan Swedia Saab di pabrik Gaviao Peixoto di negara bagian Sao Paulo, Brasil, 25 Maret 2026. (REUTERS/Jorge Silva)Foto: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menghadiri presentasi jet tempur Gripen pertama yang dirakit di Brasil oleh Embraer dan perusahaan pertahanan Swedia Saab di pabrik Gaviao Peixoto di negara bagian Sao Paulo, Brasil, 25 Maret 2026. (REUTERS/Jorge Silva)

Seremoni tersebut bukan sekadar peresmian pesawat baru. Produksi Gripen di dalam negeri menjadi tonggak penting karena menempatkan Brasil sebagai negara pertama di Amerika Latin yang mampu merakit jet tempur supersonik di dalam negeri.

Gripen sendiri dipilih Brasil pada 2014 untuk menggantikan armada tempur lamanya. Kontrak pengadaan pesawat ini juga mencakup transfer teknologi dan pelatihan tenaga ahli Brasil.

Seremoni Christening atau baptis ini memiliki makna peresmian, penghormatan, serta penegasan bahwa alutsista tersebut resmi menjadi bagian dari kekuatan pertahanan negara.

Sejarah Tradisi Christening Alutsista

Tradisi christening pada alutsista awalnya banyak dikenal di dunia kapal, terutama saat kapal perang atau kapal besar akan diluncurkan untuk pertama kali.

Dalam tradisi ini, kapal baru tidak hanya dianggap sebagai mesin atau kendaraan biasa. Kapal itu dipandang sebagai aset penting negara yang nantinya akan membawa awak, menjalankan misi, dan menjaga kehormatan negara.

Di Amerika Serikat, tradisi ini sangat dikenal di Angkatan Laut AS. Biasanya, dalam seremoni christening, ada seseorang yang ditunjuk sebagai sponsor untuk memberi nama atau meresmikan kapal. Setelah itu, botol sampanye dipecahkan ke badan kapal sebagai tanda kapal tersebut resmi diluncurkan.

Maknanya bukan sekadar seremoni. Prosesi itu menjadi simbol doa keselamatan, harapan agar kapal bisa menjalankan tugas dengan baik, serta penanda bahwa kapal tersebut mulai masuk dalam perjalanan tugasnya.

Namun, cairan yang digunakan dalam tradisi ini tidak selalu sampanye. Dalam sejarahnya, Angkatan Laut AS pernah memakai berbagai jenis cairan, mulai dari air, wine, cider, hingga champagne. Seiring waktu, champagne menjadi yang paling dikenal dan paling sering dipakai.

Tradisi serupa juga ada di Inggris. Dalam sejarah angkatan laut Inggris, peluncuran kapal menjadi momen penting karena menandai pertama kalinya kapal berpindah dari darat ke air.

Botol wine atau champagne kemudian dipecahkan ke badan kapal sebagai tanda keberangkatan pertama sekaligus doa agar kapal dan awaknya selamat saat berlayar.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular