MARKET DATA

Dihajar Dolar! Ini Daftar 10 Mata Uang Terlemah Dunia, Rupiah Termasuk

ras,  CNBC Indonesia
17 May 2026 09:30
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - CNBC Indonesia telah merangkum 10 mata uang dengan nilai terendah terhadap mata uang Amerika Serikat. Ukurannya sederhana, yakni semakin banyak unit mata uang lokal yang dibutuhkan untuk mendapatkan US$1, maka semakin rendah nilai mata uang tersebut terhadap dolar AS.

Sebagai catatan, nilai tukar yang besar tidak otomatis berarti ekonomi suatu negara paling buruk. Besarnya angka kurs bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari inflasi yang sudah berlangsung lama, kebijakan moneter, kondisi pasar, hingga sejarah redenominasi mata uang di negara tersebut.

Daftar ini menunjukkan mata uang mana yang membutuhkan nominal paling banyak untuk ditukar dengan satu dolar AS, sehingga mencerminkan nilai mata uang yang lebih rendah terhadap dolar.

Rial Iran menjadi mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS. Untuk mendapatkan US$1, dibutuhkan sekitar 1.318.130 rial Iran.

Posisi berikutnya ditempati oleh pound Lebanon dengan kurs sekitar 89.500 per US$1, disusul dong Vietnam sebesar 26.350 per US$1, leone Sierra Leone sebesar 22.683 per US$1, dan kip Laos sebesar 21.808 per US$1.

Nilai tukar rupiah juga masuk dalam daftar 10 besar. Mata uang Garuda kini berada di posisi Rp17.460 per US$1, menempatkannya di posisi keenam dalam daftar mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS.

Setelah rupiah, ada som Uzbekistan dengan kurs 12.072 per US$1, franc Guinea sebesar 8.735 per US$1, guarani Paraguay sebesar 6.081 per US$1, serta ariary Madagaskar sebesar 4.158 per US$1.

(ras/ras) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular