MARKET DATA

Daftar Raksasa Eropa & Amerika Tersenyum Karena Perang Masih Panas

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
15 May 2026 19:45
Awas RI! Dihantam Konflik Iran VS Israel
Foto: Infografis/Awas RI! Dihantam Konflik Iran VS Israel/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah hela napas yang berat banyak orang akibat disrupsi ekonomi yang dipicu oleh konflik antara Iran, AS, dan Israel, terdapat sejumlah perusahaan yang justru menikmati lonjakan keuntungan besar.

Mulai dari raksasa minyak, bank investasi, perusahaan pertahanan, hingga energi terbarukan, semuanya ikut tersenyum lebar dari gejolak perang di Timur Tengah.

Raksasa Minyak Panen Untung dari Harga Energi yang Meledak

Salah satu dampak ekonomi terbesar dari perang Iran adalah lonjakan harga minyak dan gas dunia. Situasi makin panas setelah Selat Hormuz terganggu akibat konflik. Kondisi ini memicu volatilitas ekstrem di pasar energi dan menjadi ladang cuan bagi perusahaan migas global.

Perusahaan minyak Eropa menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki divisi perdagangan energi yang mampu memanfaatkan fluktuasi harga.

 

Sementara itu, ExxonMobil dan Chevron mengalami penurunan pendapatan dibanding periode yang sama tahun lalu akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah. Meski begitu, kedua perusahaan tetap berhasil melampaui perkiraan analis dan optimistis laba akan terus meningkat seiring harga minyak yang masih tinggi sejak perang pecah.

Bank-Bank Wall Street Ketiban Durian Runtuh

Selain perusahaan energi, bank-bank besar Amerika Serikat juga mencatat lonjakan keuntungan karena tingginya aktivitas perdagangan di pasar keuangan.

Investor global ramai-ramai memindahkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga volume transaksi melonjak tajam.

JPMorgan Chase menjadi salah satu pemenang terbesar. Divisi trading bank ini menghasilkan pendapatan rekor US$11,6 miliar pada kuartal pertama 2026 dan membantu perusahaan mencetak laba kuartalan terbesar kedua sepanjang sejarahnya.

Bank-bank besar lain seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Citigroup juga mencatat pertumbuhan laba signifikan di tengah volatilitas pasar.

Industri Pertahanan Kecipratan Order Senjata

Setiap konflik besar hampir selalu menjadi momentum emas bagi industri pertahanan. Perang Iran mendorong banyak negara meningkatkan belanja militer, terutama untuk sistem pertahanan udara, rudal, dan teknologi anti-drone.

Meski begitu, saham perusahaan-perusahaan pertahanan yang sebelumnya melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir mulai terkoreksi sejak pertengahan Maret. Investor khawatir valuasi sektor pertahanan sudah terlalu mahal (overvalued).

Energi Terbarukan dan Mobil Listrik Ikut Kebagian Efek Positif

Di balik melonjaknya harga minyak, perang juga memicu kesadaran baru soal pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi membuat investor mulai melirik sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik sebagai alternatif jangka panjang.

Fenomena ini menjadi tamparan bagi pemerintahan Trump yang telah mempopulerkan slogan "drill, baby, drill" untuk mendorong penggunaan bahan bakar fosil yang lebih besar lagi.



(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular