MARKET DATA

Damai di Timur Tengah Angkat Kripto, Tapi Fed Bisa Jadi 'Penghancur"

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
04 May 2026 10:25
bitcoin btc
Foto: bitcoin btc

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto mengawali pekan pertama bulan Mei dengan respons pergerakan harga yang positif. Perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai menunjukkan arah resolusi telah menurunkan premi risiko geopolitik global.

Meredanya ketegangan militer ini memicu kembalinya risk appetite di kalangan investor dalam jangka pendek, yang mendorong harga Bitcoin (BTC) menguat dan mendekati level psikologis $80.000.

Kendati sentimen harian didominasi oleh optimisme resolusi konflik, pasar kini harus bersiap menghadapi konsekuensi ekonomi dari eskalasi yang telah terjadi.

Lonjakan harga komoditas energi diproyeksikan akan membawa gelombang inflasi baru yang dapat memaksa bank sentral Amerika Serikat mengambil langkah moneter yang lebih agresif.

Kinerja Pasar: Bitcoin dan Ethereum Bergerak Positif

Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $79.825,25. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatatkan penguatan harian sebesar +2,17% dan mempertahankan stabilitas mingguannya dengan kenaikan +0,72%.

Pergerakan harga menuju kisaran $80.000 ini mengindikasikan bahwa likuiditas kembali mengalir ke aset berisiko seiring dengan berkurangnya kekhawatiran terhadap krisis regional.

Kondisi yang sejalan juga dicatatkan oleh Ethereum (ETH) yang saat ini berada di level $2.360,57. ETH membukukan kenaikan harian sebesar +2,57%, meskipun secara mingguan masih mencatatkan koreksi minor sebesar -1,40%.

Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan harga berlangsung secara bertahap dan masih berfokus pada penyesuaian teknikal.

Dinamika Altcoin: Dogecoin Pimpin Kenaikan Sektoral

Pada sektor altcoin, mayoritas aset berkapitalisasi besar mencatatkan pemulihan harian yang stabil di kisaran 1% hingga 2%. Solana (SOL) naik +1,63% ke level $85,01, sementara Binance Coin (BNB) menguat +1,36% ke posisi $623,80.

Anomali pergerakan positif yang paling mencolok ditunjukkan oleh Dogecoin (DOGE). Aset ini memimpin kinerja sektoral dengan penguatan harian sebesar +4,02% dan mencatatkan apresiasi mingguan tertinggi di angka +11,47%, membawanya ke level $0,1118.

Di sisi lain, aset-aset penyedia likuiditas seperti Hyperliquid (HYPE) dan jaringan utilitas TRON (TRX) juga bergerak stabil, merespons pulihnya sentimen risk-on secara keseluruhan.

Katalis Geopolitik: Negosiasi Damai dan Pembukaan Selat Hormuz

Faktor pendorong sentimen positif hari ini bersumber dari indikasi deeskalasi di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal konstruktif terkait arah negosiasi dengan Iran.

Sebagai langkah konkret, AS menginisiasi "Proyek Kebebasan" untuk memandu secara aman kapal-kapal komersial yang sebelumnya terjebak di Selat Hormuz.

Langkah operasional ini, yang bertepatan dengan pengkajian proposal damai 14 poin dari Teheran, meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan rantai pasok logistik global

Terbukanya kembali jalur distribusi ini memberikan ruang bagi pasar finansial untuk bernapas lega setelah berminggu-minggu berada dalam bayang-bayang krisis regional.

Lonjakan Harga Minyak dan Potensi Kenaikan Suku Bunga

Di balik optimisme geopolitik, pasar dihadapkan pada realitas makroekonomi yang penuh tantangan. Dampak dari blokade Selat Hormuz sebelumnya telah mendorong harga minyak mentah global ke level yang sangat tinggi.

Saat ini, harga minyak mentah Brent telah menyentuh $108 per barel, sementara WTI berada di level $101 per barel.

Lonjakan biaya energi yang tajam ini dipastikan akan memicu inflasi secara merata dan menyeluruh di Amerika Serikat. Naiknya harga bahan bakar akan bertransmisi secara langsung ke biaya logistik, manufaktur, dan barang konsumsi harian, menciptakan gelombang inflasi yang sulit untuk diturunkan (sticky inflation).

Kondisi ini menempatkan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam posisi yang mengharuskannya untuk bertindak tegas. Dihadapkan pada dinamika geopolitik yang memicu inflasi struktural, The Fed memiliki probabilitas yang sangat tinggi untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

Warsh, yang secara historis memiliki pendekatan ketat (hawkish) terhadap kebijakan moneter, kemungkinan besar akan memprioritaskan stabilitas harga domestik dengan menyedot kembali likuiditas dari sistem keuangan.

Kenaikan suku bunga ini pada akhirnya akan meningkatkan biaya pinjaman institusional dan secara signifikan menekan valuasi pasar aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Nilai Bitcoin, FFR, dan Minyak BrentFoto: Nilai Bitcoin, FFR, dan Minyak Brent (Refinitiv)

Outlook Pasar: Target Dasar Siklus di $40.000 - $45.000 Tetap Valid

Dengan mempertimbangkan faktor fundamental tersebut, penguatan Bitcoin hingga mendekati level $80.000 ini dinilai murni sebagai relief rally (pantulan pemulihan) yang didorong oleh euforia penyelesaian konflik jangka pendek.

Sentimen ini tidak mengubah struktur makroekonomi yang justru sedang bersiap menghadapi pengetatan likuiditas lanjutan.

Ketika realitas inflasi dan kebijakan kenaikan suku bunga The Fed mulai diimplementasikan, pasar diproyeksikan akan kembali memasuki fase koreksi. Oleh karena itu, target utama untuk melakukan entry dipertahankan secara konsisten pada rentang harga $40.000 hingga $45.000.

Rentang ini diproyeksikan sebagai cycle bottom yang optimal, yang diperkirakan akan terbentuk pada paruh kedua tahun 2026 seiring dengan memuncaknya tekanan moneter.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular