Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melemah pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Saham-saham melemah karena investor khawatir kesepakatan damai antara AS dan Iran tidak akan tercapai sebelum gencatan senjata berakhir pada Rabu.
S&P 500 ditutup turun 0,63% ke 7.064,01, sementara Nasdaq Composite melemah 0,59% ke 24.259,96. Dow Jones Industrial Average melandai 293,18 poin atau 0,59% ke 49.149,38.
Menjelang penutupan pasar, kecemasan meningkat di Wall Street setelah muncul laporan bahwa perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam negosiasi dengan Iran ditunda karena kurangnya komitmen dari Teheran. Hal ini dilaporkan The New York Times dan Axios yang mengutip pejabat AS.
Tak lama setelah bursa ditutup, Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal dari Iran diajukan.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia memperkirakan AS dan Iran akan mencapai kesepakatan hebat.
Namun ia juga menegaskan militer AS siap mengebom Iran bila kesepakatan tidak ditandatangani sebelum tenggat gencatan senjata, dan ia tidak ingin memperpanjangnya.
Komentar itu muncul setelah Trump menulis di Truth Social bahwa Iran telah berulang kali melanggar gencatan senjata.
Harga minyak berbalik naik setelah sempat turun tajam dalam beberapa hari terakhir karena harapan adanya kesepakatan. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 2,81% ke US$92,13 per barel, sementara Brent Crude naik 3,14% ke US$98,48 per barel.
"Sulit membangun kepercayaan dalam situasi ini," kata Brian Mulberry, analis pasar, kepada CNBC International.
Dia menilai sejarah panjang hubungan dengan Iran menimbulkan keraguan apakah kesepakatan akan bertahan lama.
Meski begitu, ia tetap memperkirakan persoalan penguasaan Strait of Hormuz akan selesai pada akhir pekan ini.
Indeks-indeks utama sebelumnya juga melemah pada Senin karena pelaku pasar waspada menjelang berakhirnya gencatan senjata. Nasdaq mengakhiri reli 13 hari, yang merupakan kenaikan terpanjang sejak 1992.
Pada pekan sebelumnya, S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak beberapa rekor intraday dan penutupan tertinggi sepanjang masa berkat harapan perang Iran segera berakhir. Bahkan S&P 500 sempat ditutup di atas level 7.100 untuk pertama kalinya.
Meski begitu, sejumlah pelaku Wall Street tetap optimistis terhadap prospek saham ke depan.
"Apa yang terlihat sekarang adalah laba kuartal I yang sangat kuat," kata Mulberry, sembari menyoroti pertumbuhan laba dua digit dan pendapatan perusahaan yang tetap solid.
Pada Selasa, hasil kuartal I UnitedHealth Group melampaui ekspektasi pasar sehingga sahamnya melonjak sekitar 7%. Perusahaan juga menaikkan proyeksi laba.
Sementara itu, saham Amazon naik 0,7% setelah perusahaan sepakat berinvestasi hingga US$25 miliar di startup kecerdasan buatan Anthropic.
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen pasar hari ini, baik yang datang dari dalam ataupun luar negeri.
Kebijakan suku bunga dan dampak keputusan MSCI diperkirakan akan menjadi sentimen terbesar dari dalam negeri sementara hearing calon Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh, serta perkembangan perang akan menjadi penggerak pasar dari luar negeri.
Perkembangan Perang, Trump Perpanjang Gencatan Senjata
Presiden Donald Trump resmi memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa waktu setempat. Trump beralasan pemerintah Teheran kini sedang terpecah secara serius sehingga perlu tambahan waktu untuk merumuskan proposal damai.
Trump mengatakan gencatan senjata yang semula berakhir Rabu akan terus berlaku sampai para pemimpin Iran menyerahkan proposal terpadu guna mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.
Langkah ini muncul di tengah mandeknya jalur diplomasi. Rencana kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk putaran kedua perundingan damai dilaporkan ditunda.
Media pemerintah Iran Tasnim News Agency juga menyebut delegasi Teheran menolak hadir dalam negosiasi lanjutan karena menilai AS menghambat tercapainya kesepakatan.
Ketegangan pun belum reda. Penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai keputusan Trump hanya siasat untuk membeli waktu sebelum serangan baru dilancarkan. Ia juga menegaskan blokade pelabuhan Iran oleh U.S. Navy setara dengan aksi pengeboman dan layak dibalas secara militer.
Dalam wawancara dengan CNBC sebelumnya, Trump sempat mengatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata.
Namun beberapa jam kemudian ia berubah sikap dan menyebut keputusan itu diambil atas permintaan Panglima Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Trump juga menegaskan militer AS tetap siaga penuh dan blokade terhadap Iran tetap berjalan selama proses negosiasi berlangsung.
Bagi pasar global, fokus utama kini tertuju pada Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Iran sebelumnya menutup akses selat tersebut di awal perang. Trump menyatakan gencatan senjata hanya bisa bertahan jika jalur pelayaran itu dibuka penuh.
Meski perang belum berakhir, keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata sementara meredakan risiko lonjakan baru harga energi dan gejolak pasar keuangan global.
Calon Chairman Fed Warsh Janjikan Independen
Kevin Warsh menjalani sidang konfirmasi di Senat AS sebagaic alon Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang baru. Dia menegaskan The Fed akan tetap independen dari White House jika ia terpilih.
Warsh menghadapi pertanyaan soal kebijakan moneter, kekayaan pribadinya, hingga kedekatannya dengan Presiden Donald Trump. Jika lolos, ia akan menjadi Ketua The Fed terkaya dalam sejarah.
Warsh menegaskan dirinya tidak pernah berjanji kepada Presiden rump untuk memangkas suku bunga jika resmi memimpin bank sentral AS. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang konfirmasi di Senat AS, saat pasar global tengah menyoroti masa depan arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam.
Warsh menyebut Trump tidak pernah meminta komitmen soal level suku bunga, meski sebelumnya Trump berkali-kali menyatakan berharap Warsh akan menurunkan bunga jika terpilih.
Di sisi lain, Warsh justru menyiapkan agenda reformasi besar di tubuh The Fed. Menurut dia, bank sentral perlu memperbaiki kerangka kebijakan inflasi dan cara berkomunikasi ke pasar. Ia menilai terlalu banyak pejabat The Fed yang memberi sinyal prematur soal arah bunga, sehingga berpotensi membingungkan investor.
"Apa yang dibutuhkan The Fed adalah reformasi kerangka kerja dan reformasi komunikasi," ujar Warsh, dikutip dari Reuters.
Dia juga menginginkan rapat kebijakan berlangsung lebih terbuka, penuh debat, dan tidak sekadar formalitas.
Meski begitu, Warsh belum mau menjawab apakah suku bunga saat ini perlu dipangkas. Ia menolak memberi panduan ke depan atau forward guidance sebelum resmi menjabat.
Warsh juga mengatakan tidak akan memecat para presiden bank regional The Fed, meski sebelumnya pernah menyerukan perubahan rezim di bank sentral. Menurutnya, yang dimaksud adalah perubahan kebijakan, bukan pergantian pejabat.
Ia mengkritik terlalu banyak pejabat The Fed yang sering memberi komentar soal arah suku bunga. Menurutnya, hal itu tidak membantu dan rapat kebijakan seharusnya lebih terbuka dengan perdebatan nyata.
Warsh juga tidak berjanji akan mempertahankan tradisi konferensi pers usai setiap rapat kebijakan The Fed, dengan alasan pencarian kebenaran lebih penting daripada sekadar pengulangan komunikasi publik.
Proses konfirmasi Warsh sendiri masih menghadapi hambatan politik. Senator Republik Thom Tillis menahan proses nominasi sampai penyelidikan terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, dihentikan. Jika berlarut-larut, Powell berpotensi tetap bertahan lebih lama di kursi pimpinan The Fed.
Bagi pasar keuangan global, sidang ini menjadi sinyal penting yakni apakah The Fed ke depan tetap independen, atau justru bergerak lebih agresif menurunkan suku bunga di bawah kepemimpinan baru.
Keputusan Suku Bunga BI
Hari ini, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan suku bunga. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral masih akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini.
Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 14 lembaga/institusi menunjukkan hasil yang kompak. Seluruh responden memproyeksikan BI akan kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pertemuan RDG kali ini.
Pada RDG BI terakhir di Maret 2026, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%. Keputusan tersebut menjadi kali keenam BI menahan suku bunga acuannya secara berturut-turut. Jika kembali dipertahankan pada RDG April ini, maka langkah tersebut akan menjadi kali ketujuh secara beruntun.
Dalam pernyataan resminya pada Maret lalu, BI menegaskan keputusan tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus menjaga pencapaian sasaran inflasi.
Dampak MSCI ke Bursa
Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah memberikan pengumuman yang menilai reformasi pasar modal Indonesia pada 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.
Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, salah satu langkah MSCI yang konsisten dengan perlakuannya terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain adalah menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Keputusan MSCI untuk mengeksekusi penghapusan emiten HSC pada Mei mendatang akan memicu restrukturisasi portofolio asing yang terukur. Penghapusan saham seperti BREN dan DSSA diproyeksikan akan memaksa likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun.
Dengan posisi IHSG yang saat ini berada di level 7.500, ketiadaan pembeli di pasar negosiasi dapat memaksa harga kedua saham terkoreksi signifikan untuk menemukan titik ekuilibrium baru.
Berdasarkan bobot faktual kedua emiten yang mencapai 5,91%, koreksi ekstrem pada saham tersebut berpotensi memberikan beban tarikan ke bawah (index drag) sekitar 2,95% terhadap indeks komposit.
Namun, dana sebesar Rp25,5 triliun tersebut tidak akan keluar dari sistem bursa. Sesuai mekanisme rebalancing, likuiditas ini akan direalokasikan secara proporsional kepada 15 saham konstituen MSCI yang tersisa, di mana sektor perbankan menjadi penerima utama.
Dana masuk ini diestimasi mampu memberikan dorongan apresiasi (index boost) sekitar 0,81%. Secara kumulatif, dampak bersih dari rotasi ini akan menekan IHSG sebesar 2,14%.
Dalam perhitungan absolut dari basis 7.500, indeks diproyeksikan akan terkoreksi sekitar 160 poin menuju area ekuilibrium di kisaran 7.340 pada periode eksekusi rebalancing.
China Berencana Terbitkan Panda Bond di RI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keinginan pemerintah China untuk menerbitkan obligasi di Indonesia.
Hal ini disampaikan Purbaya usai bertemu Menteri Keuangan China Lan Foan di Washington Amerika Serikat pekan lalu dalam agenda pertemuan IMF-World Bank 2026.
"China juga bilang boleh gak kami terbitkan bond mereka di Indonesia. Saya bilang boleh,," kata Purbaya mengulangi permintaan Menkeu China kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/4/2026)
Menurut Purbaya, ini adalah bentuk timbal balik karena pemerintah Indonesia akan menerbitkan Panda Bonds dalam waktu dekat. Obligasi tersebut bagian dari solusi menekan biaya utang Indonesia.
"Kita bilang juga kita ingin menerbitkan Panda Bond di sana, dia amat setuju dan bunganya di Cina itu murah, cuma 2,3%," jelasnya.
Pemerintah Siapkan Aturan Pajak Baru
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah merancang tiga peraturan menteri keuangan yang ditujukan untuk menggenjot penerimaan negara, hingga membuat rasio perpajakan bisa tembus kisaran 15% Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029.
Tiga rancangan peraturan menteri keuangan (RPMK) itu tertuang dalam Rencan Strategi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2025-2029 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto sejak 19 Desember 2025.
RPMK itu di antaranya akan mengatur mekanisme pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan jasa jalan tol pada 2028, implementasi pajak karbon pada 2026, serta pemungutan pajak atas transaksi digital luar negeri yang telah diselesaikan sejak 2025.
Neraca Perdagangan Jepang
Hari ini, Jepang dijadwalkan merilis data neraca perdagangan beserta rincian kinerja ekspor dan impor bulan Maret. Berdasarkan catatan data bulan Februari, Jepang berhasil membukukan surplus yang berada di luar ekspektasi pasar sebesar JPY 57,3 miliar.
Kinerja ekspor bulan lalu mengalami perlambatan pertumbuhan secara signifikan menjadi 4,2%, yang utamanya terbebani oleh menurunnya permintaan dari mitra dagang utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, serta adanya tekanan dari penyesuaian kebijakan tarif AS terhadap berbagai produk Jepang.
Sebaliknya, impor Jepang justru mencatatkan ekspansi sebesar 10,2%, didorong oleh solidnya permintaan domestik pasca implementasi paket stimulus pemerintah.
Pelaku pasar akan mengawasi rilis data terbaru ini untuk melihat apakah neraca perdagangan mampu bertahan di area surplus dan sejauh mana sektor ekspor terpengaruh oleh perlambatan aktivitas global.
Berikut agenda ekonomi hari ini:
- Jepang merilis data perdagangan Maret 2026
- Inggris mengumumkan data inflasi Maret 2026
- Bank Indonesia akan mengumumkan kebijakan suku bunga
-
Menteri Koordinator Bidang Pangan memimpin rapat koordinasi terbatas di ruang rapat utama Kemenko Pangan, Jakarta Pusat
-
Diskusi dengan tema "Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Menggenjot Adopsi Electric Vehicle (EV)" bertempat di Ruang Rajawali Lantai 2 Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan
-
PT. SMI mengundang rekan-rekan media untuk hadir dan meliput acara Simposiun dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembangunan Infrastruktur" dengan Keynote Speech Menteri Keuangan yang akan diselenggarakan di Ayana Midplaza Jakarta
-
Media Briefing Permata Bank Syariah bertajuk "Syariah untuk Semua" yang akan diselenggarakan di The Music Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat
-
Press Conference and Partnership Announcement tiket.com bersama ARTOTEL Group dan Rumah Atsiri Indonesia di BART, ARTOTEL Thamrin, Jakarta Pusat.
Berikut agenda korporasi hari ini:
- Tangal akhir perdagangan waran pasar reguler dan negosiasi PT Barito Pacific Tbk
RUPS PT Prima Andalan Mandiri Tbk
RUPS PT Kedawung Setia Industrial Tbk
RUPS PT Chitose Internasional Tbk
RUPS PT Pollux Hotels Group Tbk
RUPS PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
RUPS PT Golden Flower Tbk.
RUPS Central Omega Resources Tbk
RUPS PT Indointernet Tbk.
RUPS PT Pyridam Farma Tbk
RUPS PT Sinar Terang Mandiri Tbk
RUPS PT Trisula Textile Industries Tbk
RENCANA RupSu emisi Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021
Berikut indikator ekonomi Indonesia:
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH