MARKET DATA

Negosiasi AS-Iran Buntu, Bitcoin Jadi Pelarian

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
13 April 2026 10:10
Bitcoin. (Dok: Freepik)
Foto: Bitcoin. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia Research - Pasar aset kripto mengawali pekan ini dengan pergerakan yang cenderung konsolidatif. Kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada akhir pekan lalu menyisakan ketidakpastian di pasar finansial global.

Situasi geopolitik ini secara efektif menahan laju koreksi, menjaga harga Bitcoin (BTC) tetap stabil di atas level psikologis $71.000 meskipun terdapat tekanan teknikal.

Kinerja Pasar: Bitcoin dan Ethereum Bergerak Terbatas

Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $71.143,63. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatatkan koreksi harian minor sebesar -0,75%, namun secara mingguan masih mempertahankan tren positif di angka +3,43%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru di tengah tarik-menarik antara sentimen makro dan geopolitik.

Pola serupa juga terlihat pada Ethereum (ETH) yang saat ini berada di level $2.202,97. Ethereum mencatatkan penurunan harian sebesar -0,84% dengan apresiasi mingguan mencapai +4,16%.

Bertahannya kedua aset utama ini di kisaran level psikologisnya menunjukkan bahwa tekanan jual mampu diserap oleh permintaan yang bersifat reaktif.

Dinamika Sektor Altcoin: Hyperliquid Mencatatkan Anomali Positif

Pada sektor altcoin, pergerakan mayoritas aset berkapitalisasi besar cenderung mendatar (flat). Binance Coin (BNB), XRP, dan Solana (SOL) mencatatkan fluktuasi harian yang sangat terbatas di bawah 1%.

Anomali positif kembali ditunjukkan oleh Hyperliquid (HYPE) yang membukukan lonjakan mingguan tertinggi di jajaran aset utama sebesar +13,31%, membawanya ke level $41,90.

Sebaliknya, Cardano (ADA) tampak tertinggal dengan mencatatkan penurunan mingguan sebesar -6,28% ke level $0,2385. Hal ini memperlihatkan bahwa tanpa adanya likuiditas baru yang masif, rotasi modal saat ini terjadi secara sangat selektif.

Katalis Geopolitik: Kebuntuan Negosiasi di Islamabad

Faktor utama yang menopang pergerakan harga saat ini adalah berlanjutnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan dikabarkan berakhir tanpa kesepakatan.

Kandidat wakil presiden dari Partai Republik Senator JD Vance, R-Ohio, memeriksa panggung sebelum Konvensi Nasional Partai Republik Selasa, 16 Juli 2024, di Milwaukee. (AP Photo/Paul Sancya)Foto: Kandidat wakil presiden dari Partai Republik Senator JD Vance, R-Ohio, memeriksa panggung sebelum Konvensi Nasional Partai Republik Selasa, 16 Juli 2024, di Milwaukee. (AP/Paul Sancya)

Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa Washington telah memberikan penawaran final, namun pihak Iran enggan menyetujui tuntutan yang diajukan, khususnya terkait isu energi nuklir dan aktivitas di Selat Hormuz.

Kegagalan negosiasi ini memberikan sinyal bahwa penangguhan serangan militer selama dua pekan sebelumnya berpotensi berakhir buntu. Ketidakpastian resolusi ini mengembalikan premi risiko geopolitik ke dalam pasar, menjadikan Bitcoin kembali difungsikan sebagai instrumen pelindung nilai (safe haven) jangka pendek oleh sebagian pelaku pasar.

Outlook Pasar

Meskipun ketegangan geopolitik berhasil menahan harga Bitcoin di kisaran $71.000, pandangan fundamental untuk jangka menengah dan panjang tidak berubah.

Merujuk pada data terakhir, bertahannya harga di level saat ini dinilai sebagai respons reaktif sementara, bukan sebuah konfirmasi struktural dari dimulainya siklus kenaikan bull market yang baru.

Faktor likuiditas global dan kebijakan suku bunga pada akhirnya akan kembali mendominasi arah pasar ketika sentimen geopolitik telah sepenuhnya diperhitungkan (priced in).

Oleh karena itu, target utama untuk alokasi terbesar tetap dipertahankan secara konservatif pada rentang harga $40.000 hingga $45.000. Rentang ini diproyeksikan sebagai titik cycle bottom yang berpotensi terbentuk pada Kuartal III atau Kuartal IV tahun 2026.

Pendekatan kehati-hatian (wait and see) tetap direkomendasikan dalam menghadapi dinamika saat ini. Timing the market tidak disarankan namun proyeksi kinerja harga tersebut sangat feasible untuk disentuh pada akhir tahun 2026.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular