MARKET DATA

Markas Militer AS Ada di Seluruh Dunia, di mana Saja?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
11 April 2026 18:30
Orang-orang membakar bendera AS dan Israel, saat mereka berkumpul setelah gencatan senjata selama dua minggu dalam perang Iran diumumkan, di Teheran, Iran, 8 April 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Foto: Orang-orang membakar bendera AS dan Israel, saat mereka berkumpul setelah gencatan senjata selama dua minggu dalam perang Iran diumumkan, di Teheran, Iran, 8 April 2026. (via REUTERS/Majid-Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik di Timur Tengah akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berlanjut, meski gencatan senjata saat ini sedang berlangsung. Namun, pihak Israel masih melancarkan serangan ke negara lain yakni Lebanon.

Dua negara yang berkonflik sejak 28 Februari lalu itu dijadwalkan akan bertemu dalam agenda perundingan di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) hari ini. Enam minggu pasca serangan AS dan Israel ke Teheran telah memecah perang di Teluk dan membunuh Ayatollah Ali Khamenei. Kesepakatan gencatan senjata tercapai pada Rabu (8/4/2026).

Kesepakatan gencatan senjata berlangsung selama dua pekan. Rentang waktu tersebut akan jadi durasi negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran untuk mencoba menyelesaikan permusuhan.

Kedua belah pihak kemudian dijadwalkan akan menggelar negosiasi di Islamabad, Pakistan. Negara tetangga India itu merupakan mediator yang berhasil menengahi upaya tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Konflik Timur Tengah telah membawa dampak negatif bagi global, di mana kenaikan harga minyak mentah efek diblokirnya jalur pengiriman Selat Hormuz, membuat masyarakat global resah karena kenaikan harga sudah terjadi di berbagai segi kehidupan.

Namun, konflik ini tentunya membawa kembali informasi bahwa AS terkenal dengan militernya yang mumpuni, hingga saat ini Negara Adidaya tersebut pun sudah memiliki lawan yang pantas.

Tentara Amerika Serikat (AS) terkenal dengan kekuatannya yang sangat besar. Hal ini juga ditunjukkan jumlah tentara yang sangat banyak dan jumlah pangkalan militer yang tersebar di dunia.

Berdasarkan data dari Defense Manpower Data Center dan U.S Overseas Basing: Background and Issues for Congress (2024) menunjukkan bahwa AS memiliki setidaknya 128 pangkalan di sekitar 49 negara.

Negara yang paling banyak pangkalan AS adalah Jepang sejumlah 14 pangkalan dengan total tentara sebanyak 53 ribu. Berikut ini daftar negara yang memiliki pangkalan AS terbanyak serta negara dengan jumlah tentara AS terbanyak di dunia.

Apabila dilihat lebih jauh, tampak dua prioritas daerah keamanan utama militer AS, yakni Eropa dan Asia Timur.

Jepang memiliki pasukan terbanyak yang ditempatkan di negara mana pun, yaitu berjumlah 53.000 pada penghitungan terakhir.

Kendati Jerman, Italia, dan Inggris tidak memiliki basis dua digit seperti Jepang, secara kolektif Eropa memiliki kehadiran Amerika yang besar, jika seluruh pangkalan dan pasukan dijumlahkan.

Jumlah ini belum termasuk tambahan 80.000 tentara yang dikerahkan ke wilayah tersebut setelah invasi Rusia pada tahun 2022.

Selain Eropa dan Asia Timur, Timur Tengah menjadi rumah bagi banyak pangkalan Amerika. Sekutu utama Kuwait dan Bahrain juga menjadi tuan rumah pasukan.

Tidak ada yang membuat prioritas keamanan lebih jelas daripada pangkalan di Djibouti, tidak hanya bagi AS namun juga seluruh dunia.

Kota ini terletak di Selat Bab-el-Mandeb, yang menghubungkan Teluk Aden dan Laut Merah, dan merupakan jalur pelayaran utama. Laut Merah menjadi berita akhir-akhir ini karena serangan pemberontak Houthi.

Oleh karena itu, lokasi Djibouti yang strategis, dan pembuatan kesepakatan yang hati-hati, menjadikan negara tersebut juga menjadi tuan rumah pangkalan militer dari tujuh negara lain. Hal ini termasuk saingan politik AS, seperti China.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)



Most Popular