Perhatian! Ini Jadwal Cum Date Emiten Pekan Ini, Ada 4 Perusahaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki pekan kedua April 2026, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap melewati periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum date untuk tahun buku 2025.
Periode ini merupakan batas waktu terakhir bagi pelaku pasar yang ingin membeli saham agar tetap tercatat sebagai pihak yang berhak menerima pembagian keuntungan perusahaan.
Terdapat empat emiten yang jadwalnya patut dicermati pada pekan ini, yaitu PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
Cum Dividen 8 April 2026: WOMF dan TEBE
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menjadwalkan periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 April 2026.
Emiten pembiayaan ini menetapkan dividen tunai sebesar Rp12,28 per saham dengan nilai total maksimal mencapai Rp42,76 miliar. Angka tersebut mewakili rasio pembayaran sebesar 30% dari laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Pada tanggal yang sama, emiten distribusi batu bara PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga memasuki periode cum dividen. Melalui keputusan pemegang saham, TEBE sepakat untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai mencapai Rp200,46 miliar.
Melalui alokasi tersebut, para pemegang saham akan menerima pembagian keuntungan senilai Rp156 per lembar saham. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa distribusi dividen ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun stabilitas keuangan perusahaan.
Cum Dividen 9 April 2026: MEGA dan BDMN
Sehari setelahnya, yakni pada 9 April 2026, jadwal cum dividen berlanjut pada emiten di sektor perbankan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Bank Mega Tbk (MEGA) telah menyetujui pembagian dividen tunai senilai total Rp2 triliun.
Alokasi ini mencerminkan 60% dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp3,36 triliun pada tahun buku 2025. Dengan porsi tersebut, para pemegang saham berhak memperoleh dividen sebesar Rp171,95 per lembar saham, sementara sisa laba akan dicatatkan sebagai laba ditahan.
Selain Bank Mega, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turut menetapkan tanggal 9 April 2026 sebagai periode cum dividen perseroan. BDMN mengalokasikan dana sebesar Rp1,4 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada para investornya.
Nilai tersebut merupakan 35% dari total perolehan laba bersih perseroan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp4 triliun. Dengan kebijakan ini, setiap pemegang saham BDMN akan menerima dana sebesar Rp142,19 per saham.
Indikasi Tingkat Pengembalian (Dividend Yield)
Sebagai tambahan informasi dalam pengambilan keputusan investasi, pelaku pasar dapat mengukur persentase tingkat pengembalian dividen melalui metrik dividend yield.
Rasio ini didapatkan dengan membagi besaran dividen per saham dengan harga saham emiten di pasar. Berikut adalah rincian perbandingan indikasi dividend yield untuk keempat saham tersebut berdasarkan harga yang berlaku saat ini.
Persentase dividend yield pada tabel di atas bersifat indikatif. Angka rasio tersebut dapat mengalami perubahan menyesuaikan dengan pergerakan harga saham di pasar reguler hingga penutupan sesi perdagangan pada hari cum date masing-masing emiten.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)