7 Batu Permata Paling Langka di Dunia, Nilainya 1.000 Kali Berlian
Jakarta, CNBC Indonesia- Di dunia mineralogi, ada ratusan batu mulia yang jauh lebih langka dan, dalam banyak kasus, lebih berharga daripada berlian. Batu-batu ini tidak hanya sulit ditemukan, tetapi juga menyimpan kisah geologis. Bahkan, beberapa di antaranya hanya ditemukan dalam jumlah di bawah 10 butir di seluruh dunia.
Misalnya Painite, yang sempat dijuluki sebagai mineral paling langka di muka bumi, sempat hanya dikenal dalam dua kristal hingga dekade terakhir.
Painite pernah dianggap hanya sebuah mitos selama beberapa dekade, hanya dua kristal yang dikenal keberadaannya, disimpan dalam misteri dan museum dunia.
Hanya setelah 2005, celah geologis di Mogok, Myanmar, mulai memperlihatkan keberadaannya. Hingga kini, tercatat beberapa ratus specimen yang ditemukan, meski kualitas permata tetap sangat langka.
Lalu, apa yang membuat Painite sedemikian luar biasa? Komposisi kimiawi batu ini CaZrAl₉O₁₅(BO₃), lengkap dengan kromium dan vanadium memberinya rona merah-coklat yang menakjubkan dan struktur kristal heksagonal yang sangat khas. Bahkan layaknya mahakarya seni, ia memperlihatkan pleokroisme; satu sudut memberi warna merah delima, sudut lain memunculkan jingga lembut.
Dari sisi geologi, Painite ditemukan dalam batuan skarn zona transisi antara batuan marmer dan pegmatit boron kaya besi yang hanya dapat terbentuk di kondisi ekstrem dan sangat spesifik.
Mustahil secara kebetulan ia muncul begitu saja. Dan hanya satu kawasan di dunia-Mogok, Myanmar-yang memenuhi "resepi" alam itu.
Nilai ekonomisnya fantastis. Specimen berkualitas permata dapat mencapai US$60.000 per karat atau sekitar Rp 1,02 miliar (US$1=Rp 16.970). Untuk yang kualitas rendah crystal kasar harganya jauh berbeda mulai dari US$0,60 hingga US$15 per karat.
Dari perspektif kolektor dan gemolog, Painite adalah simbol keajaiban alam dan keberuntungan langka. Tidak heran banyak museum termasuk British Museum dan lembaga akademik seperti Caltech menyimpan specimen Painite sebagai bagian dari warisan ilmu pengetahuan.
Kini, Painite tetap menjadi permata yang terlalu baik untuk disembunyikan, namun terlalu langka untuk dipamerkan sembarangan.
Lalu ada Red Beryl "emerald merah" dari Utah yang diklaim 1.000 kali lebih langka dibandingkan berlian. Meski tak sepopuler berlian dalam pasar massal, batu-batu ini justru menjadi incaran kolektor dan pasar lelang bernilai tinggi karena kelangkaan, komposisi, dan karakteristik optiknya yang unik.
Secara umum, kelangkaan batu mulia ditentukan oleh:
1. Komposisi kimia dan kondisi geologis yang sangat spesifik
2. Keterbatasan lokasi penambangan aktif (sering hanya satu negara atau area kecil)
3. Kesulitan dalam menambang atau memotong karena struktur atau ukuran kristal
4. Nilai budaya dan historis yang melekat, seperti Jadeite dalam budaya Tiongkok
Meski beberapa dari batu ini cukup keras dan cocok untuk digunakan sehari-hari, sebagian besar justru lebih banyak dicari sebagai koleksi investasi atau simbol prestise. Sertifikasi dan keaslian dari laboratorium gemologi ternama menjadi syarat mutlak dalam transaksi batu-batu bernilai tinggi ini.
CNBCIndonesia Research
source on Google