MARKET DATA

Bukan Cuma Israel, Ini Target Serangan Balik Iran di Timur Tengah

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
19 March 2026 14:20
Tentara memeriksa sebuah apartemen yang rusak akibat serangan rudal terlihat di Ramat Gan, di pinggiran Tel Aviv, Israel pada 18 Maret 2026. (REUTERS/Nir Elias)
Foto: Tentara memeriksa sebuah apartemen yang rusak akibat serangan rudal terlihat di Ramat Gan, di pinggiran Tel Aviv, Israel pada 18 Maret 2026. (REUTERS/Nir Elias)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Timur Tengah kini makin meluas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menggempur Iran sejak 28 Februari 2026, Teheran tidak tinggal diam.

Iran melancarkan serangan balasan bukan hanya ke Israel, tetapi juga ke sejumlah titik yang berkaitan dengan kepentingan AS dan sekutunya di kawasan Teluk. Sasaran yang terdampak pun bukan lokasi biasa. Ada bandara, fasilitas energi, pelabuhan, kedutaan, hingga pangkalan militer.

Hal lain yang juga penting untuk dicermati adalah dampak serangan Iran tidak sama di setiap tempat.

Di sejumlah titik, serangan menelan korban jiwa. Namun di lokasi lain, dampaknya sejauh ini lebih terlihat dalam bentuk kebakaran, kerusakan fasilitas, atau gangguan operasional. Karena itu, rincian korban perlu diperhatikan agar terlihat jelas mana serangan yang benar-benar mematikan dan mana yang lebih banyak merusak infrastruktur.

Israel Kena Paling Berat

Israel sejauh ini menjadi wilayah yang paling jelas dan paling berat terdampak dalam serangan balasan Iran. Di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, serangan pada 18 Maret 2026 menewaskan dua orang. Serangan ini dilaporkan menggunakan misil dengan hulu ledak tandan, yakni misil yang pecah di udara lalu menyebarkan bom-bom kecil ke area yang lebih luas.

Korban yang lebih besar terjadi di Beit Shemesh. Dalam serangan pada 1 Maret 2026, Iran menembakkan misil yang menghantam area permukiman dan tempat perlindungan bersama. Serangan ini menewaskan sedikitnya sembilan orang dan menjadi salah satu serangan paling mematikan ke Israel sejak perang meletus.

Sementara itu, di Beit Awwa dekat Hebron di Tepi Barat, serangan Iran pada 18 Maret 2026 juga menewaskan tiga perempuan Palestina dan melukai 13 orang. Serangan ini dilaporkan dilakukan dengan misil Iran yang menghantam area tersebut.

Namun, tidak semua titik di Israel menimbulkan korban jiwa. Di Bandara Ben Gurion, yang paling jelas terkonfirmasi adalah kerusakan sejumlah pesawat pribadi akibat serpihan misil Iran yang dicegat sistem pertahanan udara Israel. Jadi, yang menimbulkan kerusakan di area bandara bukan hantaman langsung ke fasilitas utama, melainkan puing dari misil dan hasil intersepsi.

Hal serupa juga terlihat di Kota Tua Yerusalem. Pada 16 Maret 2026, yang jatuh di kawasan itu adalah serpihan misil balistik Iran dan puing hasil intersepsi, bukan serangan langsung yang menimbulkan korban tewas. Sejauh ini belum ada laporan kematian yang jelas dari lokasi tersebut.

Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk

Di luar Israel, serangan Iran memang menjangkau banyak titik. Namun sejauh ini, korban jiwa yang terkonfirmasi di negara-negara Teluk masih lebih terbatas.

Salah satu kejadian paling jelas terjadi di Basra, Irak, pada 12 Maret 2026. Serangan ke perairan dan area pelabuhan memicu kebakaran pada kapal tanker dan menewaskan sedikitnya satu orang.

Serangan juga terjadi di sekitar Bandara Dubai pada 11 Maret 2026. Dalam insiden ini, dua drone Iran jatuh di area sekitar bandara dan menyebabkan empat orang luka. Meski tidak menimbulkan korban tewas, kejadian ini sempat mengganggu aktivitas penerbangan dan menambah tekanan pada jalur udara di kawasan Timur Tengah.

Di sejumlah lokasi lain, dampak yang paling jelas justru terlihat pada fasilitas dan operasionalnya. Di Shah gas field di Abu Dhabi, serangan drone pada 16 Maret 2026 memicu kebakaran dan membuat operasi dihentikan sementara. Namun, tidak ada laporan korban luka dari kejadian ini. Pada hari yang sama, Fujairah juga kembali diserang dan mengalami kebakaran serta gangguan pada aktivitas pelabuhan energi.

Sementara itu, di Baghdad, serangan ke Kedutaan Besar AS dan fasilitas diplomatik AS di dekat bandara memuncak pada 16 hingga 17 Maret 2026. Serangan dilakukan dengan kombinasi roket dan drone peledak. Sistem pertahanan udara C-RAM sempat diaktifkan untuk mencegat sebagian serangan. Meski memicu alarm dan ledakan, hingga kini belum ada laporan korban jiwa yang jelas dari lokasi tersebut.

Di sejumlah titik lain seperti Riyadh, Camp de la Paix di Uni Emirat Arab, markas Armada Kelima AL AS di Bahrain, Muharraq, dan Pelabuhan Salalah di Oman, dampak yang lebih dulu terlihat adalah kebakaran, kerusakan fasilitas, atau gangguan aktivitas. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa yang jelas dari sejumlah titik tersebut. Dampak yang paling banyak terlihat justru berupa kerusakan fasilitas dan terganggunya aktivitas di lokasi-lokasi strategis.

Serangan Iran pun kini jelas tidak hanya menjangkau Israel, tetapi juga meluas ke sejumlah negara Teluk. Meski begitu, korban jiwa paling besar sejauh ini masih terkonsentrasi di Israel. Sementara di negara-negara Teluk, dampak yang lebih banyak terlihat berupa kebakaran, kerusakan fasilitas, penghentian operasi, serta sebagian korban luka.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google



Most Popular