MARKET DATA

Kisah Fathu Mekkah: Penaklukan Kota Suci Tanpa Pertumpahan Darah

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
19 March 2026 03:32
10 Penemuan Mulsim yang Mengguncang Dunia
Foto: Infografis/ Penemuan Muslim/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Fathu mekkah atau Penaklukan Kota Suci mekkah merupakan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Islam.

Peristiwa ini terjadi pada 20 Ramadhan 8 Hijriah (630M) menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Dalam momentum ini, Muhammad bersama sekitar 10.000 sahabat memasuki Kota mekkah hampir tanpa perlawanan.

Kemenangan ini bukan hanya momen penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, tetapi juga diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an di beberapa tempat. Salah satunya dalam Surah An-Nashr.

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ ۝١وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ ۝٢فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًاࣖ ۝٣

Artinya : "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya." (QS. An-Nashr: 1-3)

Peristiwa ini tidak hanya menandai kemenangan militer, tetapi juga menunjukkan wajah Islam yang mengedepankan perdamaian, pengampunan, dan keadilan.

Latar Belakang Fathu Mekkah

Fath Mekkah tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berakar dari Perjanjian Hudaibiyah yang disepakati antara umat Islam dan Quraisy. Perjanjian ini awalnya menciptakan stabilitas dan membuka peluang dakwah yang lebih luas.

Namun, perjanjian tersebut dilanggar ketika sekutu Quraisy menyerang sekutu kaum Muslimin, yang kemudian didukung oleh Quraisy. Pelanggaran ini menjadi alasan utama bagi Nabi untuk mengambil langkah tegas menuju Mekkah.

Dalam perspektif sirah, peristiwa ini menunjukkan pentingnya komitmen terhadap perjanjian. Pelanggaran terhadap kesepakatan damai tidak hanya berdampak politik, tetapi juga memicu konsekuensi besar dalam sejarah Islam.

Strategi dan Masuknya Nabi ke Mekkah

Dalam ekspedisi menuju Mekkah, Nabi menyiapkan pasukan besar namun tetap mengedepankan strategi untuk meminimalkan konflik. Bahkan, rencana perjalanan dirahasiakan agar tidak terjadi perlawanan besar yang berujung pertumpahan darah.

Saat memasuki Mekkah, Nabi menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa, dengan menundukkan kepala sebagai bentuk syukur kepada Allah. Sikap ini menjadi simbol bahwa kemenangan bukan untuk kesombongan, melainkan bentuk pengabdian.

Nabi Muhammad juga berdoa: "Ya Allah, tutuplah mata-mata dan berita dari Quraisy agar kami bisa mengejutkan mereka di negeri mereka sendiri."

Setibanya di Ka'bah, Nabi menghancurkan sekitar 360 berhala yang sebelumnya memenuhi tempat suci tersebut, menegaskan kembalinya Ka'bah sebagai pusat tauhid.

Masuk Islamnya Abu Sufyan: Titik Balik Kepemimpinan Quraisy

Menjelang penaklukan Mekkah, Abu Sufyan bersama Hakim bin Hizam dan Budail bin Warqa' keluar untuk mencari informasi terkait pergerakan kaum Muslimin. Namun ketika melihat besarnya pasukan yang dipimpin oleh Muhammad, mereka diliputi ketakutan, hingga akhirnya ditangkap dan dibawa menghadap Nabi.

Dalam pertemuan tersebut, Abu Sufyan yang sebelumnya menjadi tokoh utama penentang Islam akhirnya menyatakan keislamannya. Peristiwa ini menjadi momen penting karena menandai perubahan sikap dari pemimpin Quraisy, sekaligus melemahkan potensi perlawanan dari dalam kota Mekkah.

Setelah itu, Nabi memberikan kehormatan kepada Abu Sufyan dengan menjadikannya bagian dari jaminan keamanan bagi penduduk Mekkah. Nabi mengumumkan bahwa siapapun yang masuk ke rumah Abu Sufyan, tetap berada di rumahnya, atau berlindung di masjid akan mendapatkan perlindungan, sebuah langkah strategis yang mempercepat terciptanya situasi damai tanpa konflik besar.

Amnesti dan Dampak Besar bagi Dunia Islam

Salah satu aspek paling menonjol dari Fathu Mekkah adalah keputusan Nabi untuk memberikan amnesti umum kepada penduduk Mekkah. Bahkan mereka yang sebelumnya memusuhi Islam tetap diberikan jaminan keamanan selama tidak melakukan perlawanan.

Kebijakan ini menciptakan stabilitas sosial secara cepat dan mendorong banyak tokoh Quraisy untuk menerima Islam. Dalam waktu singkat, Islam menyebar luas dan diterima oleh berbagai suku di Jazirah Arab.

Dampaknya sangat besar, karena Fath Mekkah mengakhiri konflik panjang antara Quraisy dan umat Islam, sekaligus menjadi awal dari persatuan umat dan ekspansi Islam ke seluruh Jazirah Arab.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular