Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Negara Maju Ada yang 11.111 Hari
Jakarta, CNBC Indonesia - Suplai minyak dunia kini kembali berada dalam tekanan seiring eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang belum juga mereda.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, membuat pasokan energi global terganggu dan mendorong harga minyak melonjak tajam. Perang yang meluas telah mengganggu arus tanker dan pasokan minyak kawasan, sementara harga minyak Brent sempat melesat ke atas US$100 per barel pada perdagangan Senin (9/3/2026) yang sekaligus menjadi level tertinggi sejak 2022.
Di tengah situasi seperti ini, cadangan minyak dalam negeri menjadi sangat penting bagi setiap negara. Ketika jalur perdagangan terganggu, pengiriman minyak bisa terlambat, tersendat, atau bahkan terputus untuk sementara waktu.
Addsource on Google