MARKET DATA

5 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan Peristiwa Nuzulul Quran

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
06 March 2026 19:30
Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) dengan membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/3/2025). Masjid yang dibangun pada 1961 atau masa pemerintahan Presiden pertama RI Soekarno itu menjadi lokasi favorit masyarakat menunggu waktu berbuka puasa karena letaknya yang strategis di pusat kota Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) dengan membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/3/2025). Masjid yang dibangun pada 1961 atau masa pemerintahan Presiden pertama RI Soekarno itu menjadi lokasi favorit masyarakat menunggu waktu berbuka puasa karena letaknya yang strategis di pusat kota Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Umat Islam memperingati Nuzulul Quran pada bulan Ramadan sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini dijelaskan secara langsung dalam sejumlah ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan waktu, proses, dan awal turunnya kitab suci tersebut.

Dalam kajian ulama tafsir yang dikutip dari sumber NU Online, turunnya Al-Qur'an terjadi melalui dua fase utama.

Fase pertama adalah penurunan dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia (Baitul 'Izzah) secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar.

Fase kedua adalah penurunan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama 22 tahun lebih melalui Malaikat Jibril.

Sejumlah ayat Al-Qur'an kerap dijadikan rujukan untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

QS Al-Baqarah Ayat 185: Al-Qur'an Diturunkan di Bulan Ramadan

Salah satu ayat yang paling sering dikaitkan dengan Nuzulul Quran adalah QS Al-Baqarah ayat 185. Dalam ayat ini disebutkan Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullâha 'alâ mâ hadâkum wa la'allakum tasykurûn

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur'an berfungsi sebagai hudan (petunjuk), bayyinât (penjelasan), dan furqan (pembeda antara yang benar dan salah).


QS Al-Qadr Ayat 1-3: Turun pada Malam Lailatul Qadar

Peristiwa turunnya Al-Qur'an juga disebutkan dalam Surah Al-Qadr. Pada ayat pertama disebutkan:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١

innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar.

Ayat ini menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur'an berkaitan erat dengan malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Para ulama memahami ayat ini sebagai penjelasan tentang fase awal turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia.

Karena itu, Lailatul Qadar dipandang sebagai salah satu malam paling mulia dalam Islam.

QS Al-Alaq Ayat 1-5: Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad

Sementara itu, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW tercantum dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kata Iqra' (bacalah).

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١

iqra' bismi rabbikalladzî khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

Ayat ini diturunkan melalui Malaikat Jibril ketika Nabi Muhammad berada di Gua Hira. Peristiwa tersebut menandai awal turunnya wahyu kepada Nabi sekaligus awal dari fase kedua turunnya Al-Qur'an yang berlangsung secara bertahap selama lebih dari dua dekade.

Penurunan bertahap ini terjadi sesuai dengan situasi dan peristiwa yang dihadapi masyarakat pada masa dakwah Nabi.

QS Ad-Dukhan Ayat 2-3: Al-Qur'an Turun pada Malam yang Diberkahi

Turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar diceritakan pada ayat-ayat awal Surah Ad-Dukhan.

وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ ۝٢

wal-kitâbil-mubîn

Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

 

innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn

Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.

 

Allah SWT juga menegaskan fungsi Al-Quran sebagai media peringatan bagi umat manusia.

 

QS An-Nahl Ayat 102: Al-Qur'an Turun pada Malam yang Diberkahi

Jibril sebagai perantara wahyu digambarkan pada surat An-Nahl ayat 102:

 

قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ ۝١٠٢

 

qul nazzalahû rûḫul-qudusi mir rabbika bil-ḫaqqi liyutsabbitalladzîna âmanû wa hudaw wa busyrâ lil-muslimîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ruhul Kudus (Jibril) menurunkannya (Al-Qur'an) dari Tuhanmu dengan hak untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah)."

Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril untuk meneguhkan hati orang-orang beriman dan sebagai petunjuk serta kabar gembira bagi umat Islam.

Proses Turunnya Al-Qur'an dalam Dua Fase

Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur'an memiliki tahapan yang unik dibanding kitab suci sebelumnya.

  1. Fase pertama: Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar.

  2. Fase kedua: Al-Qur'an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama lebih dari 22 tahun melalui Malaikat Jibril.

Metode bertahap ini memiliki hikmah besar, salah satunya agar ajaran Islam dapat dipahami dan diterapkan secara perlahan oleh masyarakat.

(dag/dag) Add as a preferred
source on Google



Most Popular