MARKET DATA

Harga Emas Ambruk 1% Lebih, Dihantam Sang "Musuh Abadi"

mae,  CNBC Indonesia
06 March 2026 06:44
Emas
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak ambruk lagi setelah dolar Amerika Serikat (AS) melesat.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (5/3/2026) ditutup di posisi US$ 5.076,59 per troy ons. Harganya ambruk 1,14%. Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 19 Februari atau dua pekan terakhir.

Pelemahan harga juga menyeret emas ke bawah level US$ 5.100 per troy ons. Pelemahan ini membalikkan kenaikan sebesar 1% pada perdagangan Rabu.

Pada hari ini, harga emas sedikit membaik. Pada Jumat (6/3/2026) pukul 06.10 WIB, harga emas menguat 0,25% ke US$ 5.089 atau menguat 0,16%.



Harga emas melemah karena dolar AS melesat tajam. Indeks dolar ditutup di posisi 99,08 pada perdagangan kemarin, tertinggi sejak 19 Februari 2026.

Dolar AS adalah "musuh abadi" emas karena sangat menentukan permintaan.
Pembelian emas global dikonversi ke dolar AS sehingga kenaikan harga emas akan membuat emas makin mahal dibeli sehingga permintaan turun.

Ada dua faktor utama yang menopang penguatan dolar.
Pertama, harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi baru dalam satu tahun, setelah muncul laporan mengenai gangguan di Selat Hormuz serta serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.


Kedua, data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh.

Laporan Challenger Job Cuts menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan 48.307 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari, turun 55% dibandingkan Januari yang mencapai 108.435 PHK.

Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) untuk pekan yang berakhir 28 Februari tercatat 213 ribu, sama dengan angka sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan pasar 215 ribu.

Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja non-pertanian (Nonfarm Productivity) pada kuartal IV 2025 naik 2,8%, melambat dari sebelumnya 5,2%. Pada periode yang sama, biaya tenaga kerja per unit (Unit Labor Cost) meningkat 2,8%, berbalik dari penurunan -1,8% pada kuartal III.

Investor dan trader emas akan mencermati data lanjutan. AS akan merilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Februari pada hari ini, Jumat. Data ini diperkirakan menunjukkan ekonomi AS menambah 59 ribu lapangan kerja baru. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,3%, tidak berubah dari Januari.

AS juga akan merilis data Penjualan Ritel Januari, yang sebelumnya tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown) pada Februari lalu.

Kendati melemah, emas memiliki potensi naik karena perang.

Israel melancarkan gelombang besar serangan ke Teheran pada Kamis, menargetkan apa yang disebut sebagai infrastruktur milik otoritas Iran, setelah rudal Iran membuat jutaan warga Israel berlari menuju bunker perlindungan.

"Di satu sisi, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah bisa meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas. Namun di sisi lain, risiko periode harga energi tinggi yang berkepanjangan dapat membuat pemangkasan suku bunga menjadi tidak mungkin, bahkan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga, sehingga membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut," kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics.

Dalam jangka panjang, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi logam mulia ini juga cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga lebih rendah, karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Add as a preferred
source on Google

Senada dengan emas, harga perak juga jeblok.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Kamis (5/3/2026) ditutup di posisi US$ 82 per troy ons. Harganya ambruk 1,7%.

Pada hari ini, harga emas sedikit membaik. Pada Jumat (6/3/2026) pukul 06.10 WIB, harga perak menguat 0,29% ke US$ 82,24 atau menguat 0,16%.



Most Popular
Features