MARKET DATA

Jejak Try Sutrisno, dari Revolusi Kemerdekaan-Puncak Kekuasaan Negara

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
02 March 2026 10:30
Profil Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno wafat pada hari ini Senin (2/3/2/2026) jam 06.58 WIB. Selama hidupnya, Try Sutrisno sudah mengemban beragam tugas penting dan strategis.

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di kawasan Bandar Genteng Lor, Surabaya sebuah kampung santri yang padat dan sederhana. Ayahnya, Subandi, bekerja sebagai sopir ambulans. Ibunya, Mardiyah, seorang ibu rumah tangga biasa. Masa kecil Try tidak luput dari pergolakan revolusi kemerdekaan Indonesia.

Ketika Belanda melancarkan agresi militer pasca Proklamasi 1945, keluarganya mengungsi dari Surabaya ke Mojokerto.

Di masa itulah Try terpaksa berhenti sekolah dan mencari nafkah sendiri sebagai penjual rokok dan koran di jalanan. Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949, keluarga Try kembali ke Surabaya.

Pendidikan Try Sutrisno

Try Sutrisno menempuh pendidikan dasar dan menengah di Surabaya pada akhir 1940an hingga 1955. Ia kemudian memasuki pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dari tahun 1956 hingga 1959, di mana ia resmi lulus dan diangkat sebagai perwira muda TNI Angkatan Darat.

Setelah itu, sepanjang 1960-an, ia mengikuti berbagai pendidikan kecabangan termasuk kursus-kursus militer, dan kemudian pada 1972 ia menempuh pendidikan strategis di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebagai bagian dari jenjang persiapan menuju jabatan komando tingkat tinggi.

Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno usai menghadiri Sidang Tahunan 2025 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno usai menghadiri Sidang Tahunan 2025 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno usai menghadiri Sidang Tahunan 2025 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

 

Rangkaian pendidikan militer inilah yang menjadi dasar kompetensi Try Sutrisno dalam menapaki berbagai posisi strategis di TNI hingga menjadi Panglima ABRI dan kemudian Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993-1998.

Karir Militer Try Sutrisno

Try Sutrisno memulai karier militernya setelah lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1959 sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Pada awal pengabdiannya, ia bertugas di kesatuan zeni tempur sebelum kemudian beralih dan berkembang dalam jalur komando teritorial.

Karirnya terus menanjak melalui berbagai posisi strategis, mulai dari komandan satuan, Kepala Staf Kodam, hingga Panglima Kodam.

Pada 1984 ia diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), lalu pada 1986 dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Puncak karier militernya terjadi ketika ia dilantik sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1988 dan menjabat hingga 1993. Jabatan Panglima ABRI tersebut menjadi batu loncatan penting sebelum ia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993 hingga 1998.

Try Sutrisno Sebagai Mantan Wakil Presiden

Pada 11 Maret 1993, Try Sutrisno resmi dilantik sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia mendampingi Presiden Suharto hasil Sidang Umum MPR 1993. Penunjukannya mencerminkan kuatnya peran militer dalam konfigurasi politik Orde Baru saat itu, mengingat latar belakangnya sebagai Panglima ABRI sebelum memasuki jabatan sipil tertinggi kedua di Indonesia.

Dalam masa kepemimpinannya, Try dikenal menjalankan peran wakil presiden secara formal dan institusional, menjaga stabilitas politik serta wibawa pemerintahan di tengah dinamika domestik yang mulai menguat menjelang akhir 1990an.

Masa jabatannya berakhir pada 11 Maret 1998, ketika BJ Habibie menggantinya tepat dua bulan sebelum Soeharto sendiri akhirnya tumbang oleh gerakan reformasi mahasiswa pada Mei 1998.

Try Sutrisno Tutup Usia

Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, telah wafat pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh keluarga dan pemerintah, di mana Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam serta memastikan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap proses pemulasaraan jenazah almarhum.

Try Sutrisno meninggal dunia dalam usia 90 tahun, dan keluarganya mengimbau masyarakat untuk mendoakan agar amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.



(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular