MARKET DATA

Ini Gurita Bisnis El Mencho, Bos Kartel Paling Ditakuti di Meksiko

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
24 February 2026 16:55
Nemesio Oseguera alias El Mencho. (Dok. United States Department of State via Wikipedia)
Foto: Nemesio Oseguera alias El Mencho. (Dok. United States Department of State via Wikipedia)

Jakarta, CNBC Indonesia-  Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2/2026).

Aparat menemukan lokasi persembunyian pemimpin kartel setelah mengikuti pergerakan seorang perempuan yang memiliki hubungan dekat dengannya ke kawasan resor pegunungan di negara bagian Jalisco.

Pasukan khusus kemudian dikerahkan dan kontak senjata terjadi di dalam kompleks persembunyian hingga berlanjut ke kawasan hutan. El Mencho termasuk di antara korban yang meninggal dalam operasi tersebut.

Empat orang tewas di lokasi, sementara tiga lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit di Mexico City. Salah satu korban luka tersebut adalah El Mencho sendiri, mengutip laporan Kompas.com.

Kematian tokoh ini segera memicu rangkaian kekerasan baru. Menurut Menteri Keamanan Meksiko Omar García Harfuch, kelompok narkoba melakukan puluhan serangan terhadap aparat di negara bagian Jalisco.

Menteri Pertahanan Meksiko menyebut sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam serangan balasan, sementara sekitar 30 anggota kartel juga kehilangan nyawa dalam bentrokan lanjutan.

 

El Mencho bernama lengkap Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacán. Mengutip Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG). Pemerintah AS menawarkan hadiah hingga US$15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan atau vonis hukuman terhadapnya. Ia termasuk buronan paling dicari di Meksiko selama bertahun-tahun.

Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang sejak berdiri pada 2009. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, jaringan ini memiliki kapasitas perdagangan kokain, heroin, dan metamfetamin yang besar di Meksiko. Operasi kartel juga mencakup distribusi fentanyl ke Amerika Serikat. Aktivitas kelompok tersebut dikaitkan dengan pembunuhan terhadap kelompok pesaing dan aparat penegak hukum.

Otoritas Amerika Serikat beberapa kali mengajukan dakwaan terhadap El Mencho sejak 2017. Dokumen pengadilan menuduhnya terlibat dalam konspirasi distribusi narkotika untuk pasar Amerika Serikat serta penggunaan senjata api dalam kegiatan perdagangan narkoba. Ia juga dituduh menjalankan organisasi kriminal berkelanjutan dalam skala besar, menurut keterangan Departemen Luar Negeri AS.

Besarnya skala operasi CJNG membuat kekayaan El Mencho sulit dihitung.

Berbagai laporan intelijen memperkirakan nilai asetnya mencapai ratusan juta dolar hingga lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun (US$1=Rp 16.825).

 

Sumber kekayaan berasal dari perdagangan narkotika internasional yang mencakup metamfetamin, kokain, heroin, dan fentanyl. Dana tersebut diperkirakan tersebar dalam bentuk uang tunai, properti, kendaraan, serta perusahaan yang dipakai untuk pencucian uang.

Kartel Jalisco New Generation berkembang pesat sejak terbentuk sekitar tahun 2010. Kartel ini dengan cepat dikenal karena taktik bergaya militer dan metode penegakan yang brutal.

Sumber utama pendapatan kartel ini dilaporkan meliputi:
• Produksi dan ekspor metamfetamin
• Perdagangan fentanil ke Amerika Serikat
• Jaringan distribusi kokain
• Pemerasan dan penculikan
• Pencurian bahan bakar dan berbagai aktivitas ilegal lainnya

Selama bertahun-tahun ia menghindari penangkapan dengan berpindah tempat dan menggunakan lokasi terpencil sebagai basis perlindungan.

Persembunyian di kawasan pegunungan Jalisco mengikuti pola yang sama. Operasi militer yang berujung pada kematiannya menutup perburuan panjang terhadap salah satu pemimpin kartel paling dicari di kawasan Amerika Utara.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google



Most Popular