MARKET DATA

Dalam 13 Tahun, Berapa Kali Awal Puasa Muhammadiyah & NU Berbeda?

mae,  CNBC Indonesia
18 February 2026 05:18
10 Penemuan Mulsim yang Mengguncang Dunia
Foto: Infografis/ Penemuan Muslim/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Muhammadiyah dan pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1477 Hijriah yang juga sebagai awal bulan puasa 2026.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, baik penentuan awal Ramadan maupun awal Idul Fitri di Indonesia tidak selalu berbarengan alias memiliki perbedaan dari beberapa organisasi atau lembaga.
Adapun perbedaan Ramadan yang kerap terjadi di Indonesia yakni versi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah.

Sistem penanggalan dalam kalender Hijriah menggunakan kalender Qomariyah sehingga penentuan awal puasa menggunakan penanda hilal atau bulan sabit muda yang pertama kali terlihat setelah terjadinya ijtimak (konjungsi), yaitu saat matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus.

Kendati sama-sama menggunakan kalender Qomariyah, terdapat perbedaan metode hitung untuk beberapa kelompok, terutama organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam penentuan 1 Ramadan Sementara itu, umat NU menggunakan metode rukyat.


Perbedaan metode hisab dan rukyat terkadang juga memunculkan perbedaan awal bulan baru. Biasanya awal bulan baru yang ditentukan dengan metode hisab datang sehari lebih cepat. Namun, bulan baru yang ditentukan dengan metode rukyat bisa jadi jatuh pada hari yang sama dengan hasil metode hisab.

Jika melihat 13 tahun terakhir, pada tahun 2014, 2022, 2024 dan 2026 terdapat perbedaan memulai awal puasa antara Muhammdiyah dan NU, berikut datanya:

(mae/mae)



Most Popular