Terungkap! Arsip Email Epstein: Ada Bill Gates dan Elon Musk
Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil rilis dokumen terbaru kembali membuka fakta-fakta mengerikan tentang kehidupan Jeffrey Epstein.
Sebelumnya informasi terkait kasus Epstein muncul dikit demi sedikit, namun kini informasi baru terus meledak setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan aturan baru terkait pembukaan terhadap akses data-data informasi berkas perkara Epstein oleh kejaksaan AS. Tepatnya pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman yang berisikan dokumen kasus Epstein.
Namun, arsipnya teralu banyak dan sangat besar untuk dibaca satu persatu secara manual. Oleh karena itu, sekelompok software engineer mengubah tumpukan data-data dalam bentuk file PDF itu menjadi data yang bisa dianalalisis lebih mudah.
Mereka memakai Reducto, alat berbasis Artificial Intelligence (AI), untuk mendeteksi dokumen yang berisi email, lalu mengekstrak pengirim, penerima, tanggal, subjek, hingga isi pesan. Hasilnya dipublikasikan di situs Jmail.world. Total yang diproses mencapai sekitar 1,4 juta email dan pekerjaan itu rampung pada 11 Februari.
Lalu melansir dari The Economist yang berkolaborasi untuk menyatukan identitas orang yang sama meski ejaan atau alamat email berbeda, serta menelusuri latar belakang 500 nama yang paling sering muncul, hingga menggunakan large language model untuk memberi skor tingkat mengganggu pada setiap email. Skor ini kemudian membentuk semacam alarm index.
Ketika korespondensi staf dikeluarkan dari perhitungan, hasilnya jejaring kontak Epstein terlihat mencengangkan karena melintasi banyak industri. Di kelompok 500 koresponden teratas non staf, pesan paling banyak datang dari kalangan dengan latar belakang industri keuangan, kemudian sains dan kesehatan, lalu media dan hiburan, teknologi, hukum, politik, akademisi, bisnis, hingga properti.
Data diatas menunjukkan komposisi tersebut sekaligus menonjolkan beberapa nama dengan volume email yang sangat besar. Total email dari 500 koresponden teratas non staf yang tercatat mencapai 442.470 email.
Porsi kontak dari latar belakang di sektor keuangan sempat menjulang tinggi pada 2014 sebelum menurun, sementara porsi dari akademisi dan kalangan hukum meningkat.
Dari sisi geografis, jejaring ini memang berpusat di Amerika Serikat, tetapi tetap terhubung ke Inggris, Prancis, Jerman, negara-negara Nordik, kawasan Teluk, hingga kontak di sektor energi dari Amerika Latin.
Banyak Tokoh Publik Terekam di Email Epstein
Epstein terlihat banyak bertukar pesan terhdap tokoh-tokoh besar dunia. Seperempat dari kontak non staf teratasnya punya tercatat memiliki halaman di Wikipedia, menggambarkan profil yang relatif dikenal oleh publik.
Epstein berkomunikasi dengan figur dari berbagai kelas. Mulai dari miliarder, tokoh politik, selebritas, hingga akademisi. Dalam banyak relasi, arus email relatif seimbang antara pesan yang dikirim dan diterima oleh Epstein. Namun ada pengecualian, salah satunya Bill Gates yang disebut lebih sering mengirim pesan ke Epstein ketimbang sebaliknya.
Kedekatan hubungan Epstein dengan para figut kelas atas dunia juga terlihat dari sisi periode komunikasinya nya. Epstein terlihat cukup menjaga intensitas percakapan melalui email. Hal ini terlihat dari banyaknya pesan yang muncul secara rutin terhadap beberapa tokoh, bukan hanya satu atau dua kali.
Salah satu yang paling sering bertukar pesan melalui email adalah Kathryn Ruemmler, yakni mantan penasihat hukum Gedung Putih pada era Presiden AS Barack Obama. Total email yang tercatat mencapai 11.265 pada rentang waktu 2014-2019.
Selain itu ada Ariane de Rothschild dengan 5.532 email, lalu Larry Summers 4.294 email. Banyaknya email ini menunjukkan hubungan yang cukup terjaga.
Di beberapa kasus, Epstein juga kerap berhubungan dengan anggota terdekat tokoh utamanya seperti anggota keluarganya.
Foto: The EconomistKategori Email |
Walau jaringan Epstein terlihat berasal dari kelas atas, namun isi emailnya tidak selalu berisikan hal yang luar biasa. Sebagian besar justru hanya sebuah pesan email biasa seperti urusan kerja, jadwal, dan hal-hal administratif seperti kotak masuk orang pada umumnya.
Dari 653.550 email, mayoritas pesannya masuk dalam kategori rutin dengan totalnya sebanyak 588.157. Namun ada juga sebagian kecil yang dinilai tidak biasa dan sangat mengganggu. Totalnya 1.474 rantai email masuk kategori paling tinggi dalam penilaian tersebut.
Isi email yang dianggap mengganggu ini antara lain berisi percakapan bernuansa seksual seperti permintaan foto telanjang, dan ada juga pesan yang memberi kesan mereka berusaha menghindari perhatian keluarga. Selain itu, ada email yang menyinggung strategi kasus hukum, serta upaya membersihkan jejak reputasi di Wikipedia dan Google.
Menariknya, email yang dinilai mengganggu lebih sering muncul dalam komunikasi dengan perempuan muda atau orang yang tidak terlalu dikenal publik, artinya bukan selalu dengan tokoh besar. Ini bisa karena pesan bermasalah dengan tokoh terkenal tidak tertangkap, atau karena sebagian nama dan detail masih ditutupi dalam dokumen.
Ada juga tanda bahwa Epstein berhati-hati. Dalam beberapa percakapan, ia meminta komunikasi lewat telepon karena tidak ingin ada jejak tertulis.
Pertanyaan Besar Masih Tersisa
Rilis terbaru ini masih menyisakan pertanyaan paling besar tentang Epstein, termasuk bagaimana ia mendapat plea deal yang sangat ringan pada 2008 dan bagaimana ia bisa meninggal di penjara meski berada dalam pengawasan.
Namun satu hal yang jelas ketika arsip sebesar ini dibuka, email yang masuk maupun keluar bukan lagi sekadar kumpulan pesan. Namun berubah menjadi pengelihatan jaringan kekuasaan, akses, dan relasi Epstein.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Foto: The Economist