Punya Fundamental Baja! Ini Deretan Saham LQ45 yang Masih Murah
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt dua kali gara-gara MSCI pada pekan lalu, pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada saham value yang sudah lama bergerak lambat.
Ketika IHSG pada 20 Januari 2026 lalu terbang ke level tertinggi masa sekitar 9100-an dengan penguatan sekitar 20% dalam setahun, sementara pergerakan indeks LQ45 masih cenderung laggard hanya menguat kisaran 5%.
Padahal, saham-saham di LQ45 kebanyakan memiliki fundamental kuat dan tak sedikit yang valuasi-nya murah. Kami mengumpulkan setidaknya ada 24 saham yang masih dinilai murah berdasarkan metrik price to book value (PBV) yang dibandingkan berdasarkan rata-rata lima tahun:
Saham LQ45 dinilai semakin menarik juga tak lepas dari peran big fund yang potensial masuk, setelah OJK berkomitmen mau menaikkan free float sampai 15%.
Selain itu, menurut peraturan terbaru batas atau limit investasi saham oleh Dana Pensiun (Dapen) dan Asuransi sudah dinaikkan menjadi 20%, ini akan membuka ruang penguatan harga saham lebih lanjut, karena ada dana yang mengalir lagi.
Tak berhenti sampai situ, Danantara juga baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka sudah masuk ke pasar saham sejak akhir tahun lalu dan berkomitmen mau investasi di saham-saham yang punya cash flow kuat dan kuat selama enam bulan mendatang.
Kombinasi dari big fund seperti Danantara, Dapen, Asuransi, sampai BPJS TK akan mendorong penguatan saham-saham di LQ45 yang sudah lama laggard, terutama untuk sebagian yang masih murah valuasi-nya.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)