Huru-Hara IHSG: Asing Kabur Bawa Kabur Rp13,9 T, Terburuk Sejak Kapan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Indonesia mencatat kinerja merah pekan ini. Tak hanya melemah, bursa saham Indonesia juga ditinggal asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 8.329,61 atau menguat 1,18% pada Jumat (30/1/2026). Penguatan ini memutus rekor ambruk dua hari sebelumnya.
Namun, dalam sepakan IHSG ambruk 6,94%. Pelemahan sepekan ini adalah yang terburuk sejak pekan sempat Februari 2025 di mana IHSG ambruk 7,8% sepekan.
Sepanjang Januari ini, IHSG jatuh 3,67%. Pelemahan ini sekaligus memutus pesta enam bulan beruntun.
Catatan negatif IHSG diperparah dengan kaburnya dana asing. Dalam catatan BEI, asing mencatat net outflow sebesar Rp 13,93 triliun dalam sepekan (26-30/1/2026). Outflow bahkan menjadi catatan terburuk sejak 2024, bahan melebihi rekor buruk pada pekan kedua April setelah pengumuman perang dagang yakni Rp 13,69 triliun sepekan (14-17 April 2025).
Pada Jumat, outflow tercatat Rp 1,53 triliun rupiah. Beberapa emiten yang ramai dijual asing dalam pekan ini adalah:
- Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 8,1 triliun
- Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 2,7 triliun
- Bumi Resources (BUMI) sebesar Rp 1,4 triliun
- Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 1,1 triliun
- Aneka Tambang (ANTM) sebesar Rp 1,1 triliun
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 847,8 miliar
- Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 576,8 miliar
- Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp 359,2 miliar
- Impack Pratama Indonesia (IMPC) Rp 359,2 miliar
- Petrosea (PTRO) Rp 285,9 miliar
Market IHSG juga menguat sekitar Rp 1.197 triliun dalam hitungan hari.
Sebagai catatan, IHSG ambruk parah pada Rabu dan Kamis bahkan mengalami trading halt. Kepanikan pasar terlihat dari besarnya angka transaksi harian pada Rabu dan Kamis.
Pada Kamis pekan ini, volume transasi bahkan mencapai 99 miliar saham sehari dengan nilai Rp 68,17 triliun.