Asia Kebakaran: Rupiah Paling Parah, Yen Perkasa Sendirian
Jakarta, CNCB Indonesia - Pergerakan mata uang Asia bergerak beragam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (29/1/2026).
Merujuk data Refinitiv per pukul 10.05 WIB, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah meskipun pelemahan dolar AS di pasar global. Namun, yen tercatat menguat 0,18%, ke level JPY 153,12/US$.
Pelemahan ini terjadi setelah bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga pada rapat kemarin.
Sebaliknya, mayoritas mata uang Asia lainnya bergerak melemah. Rupiah terdepresiasi paling dalam sebesar 0,51% ke IDR 16.785/US$, disusul ringgit Malaysia mencatat penurunan 0,38% ke level MYR 3,930/US$. Baht Thailand terkoreksi 0,26% ke THB 31,12/US$. Sedangkan peso Filipina turun 0,17% ke PHP 58,822.
Rupee India turun 0,06% ke posisi INR 92,074/US$, disusul dolar Singapura ikut melemah 0,04% ke SGD 1,2625/US$, yuan China yang melemah 0,03% ke CNY 6,948/US$.
(mae/mae)