MARKET DATA

Daftar Terbaru Saham LQ45 Periode Februari - April 2026, Ada yang Beda

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
27 January 2026 17:30
10 Saham Raksasa LQ45 Paling Apes Tahun Ini, Ada GOTO - Bukalapak
Foto: Infografis/10 Saham Raksasa LQ45 Paling Apes Tahun Ini, Ada GOTO - Bukalapak/Aristya rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mencetak rekor baru menuju level 9.000 pada awal tahun 2026, terdapat anomali yang mencolok yaitu kinerja indeks acuan likuiditas seperti LQ45 dan IDX30 justru cenderung tertinggal di single digit persen, padahal IHSG tengah mencetak rekor hingga mencapai 22,13%.

Fenomena ini mendorong adanya perubahan pendekatan strategis dalam evaluasi mayor indeks periode Februari 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) tampaknya mulai mengadopsi langkah pragmatis dengan mengakomodasi saham-saham yang menjadi buruan utama investor saat ini, alih-alih hanya terpaku pada definisi "blue chip" konvensional.

Pendekatan Baru LQ45

Hasil evaluasi kali ini mengirimkan sinyal kuat bahwa otoritas bursa berupaya mendongkrak performa indeks dengan menyuntikkan emiten-emiten yang memiliki korelasi tinggi dengan minat pasar terkini.

Masuknya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) ke dalam LQ45 adalah bukti nyata dari strategi tersebut. Sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar raksasa yang menjadi motor penggerak IHSG, absennya BREN di LQ45 sebelumnya disinyalir menjadi salah satu penyebab mengapa indeks ini sulit mengimbangi kenaikan IHSG. Dengan masuknya BREN, diharapkan indeks LQ45 dapat lebih merefleksikan reli pasar yang sesungguhnya.

Berikut adalah daftar lengkap 45 konstituen indeks LQ45 untuk periode Februari - April 2026:

Rotasi IDX30: Mengakomodasi Favorit Ritel

Strategi serupa diterapkan pada indeks IDX30. Keputusan untuk memasukkan kembali (re-entry) PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) menegaskan fokus bursa pada saham-saham dengan volume transaksi masif.

Meskipun secara fundamental tradisional kedua saham ini memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan saham perbankan atau konsumer big cap, namun tak bisa dipungkiri bahwa BUMI dan EMTK adalah "primadona" yang likuiditasnya sangat diminati oleh investor ritel maupun institusi pemburu alpha.

Langkah ini sekaligus menggeser posisi saham-saham old economy yang pergerakannya lambat, seperti ITMG dan SMGR. Perombakan ini diharapkan dapat menyelaraskan kembali korelasi antara IHSG yang sedang bullish dengan indeks LQ45 dan IDX30, sehingga keduanya kembali relevan sebagai acuan investasi yang performanya kompetitif.

Berikut adalah daftar lengkap 30 konstituen indeks IDX30 untuk periode Februari - April 2026:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular