MARKET DATA
Sentimen Pekan Depan

Pekan Depan Menegangkan, Siap-Siap Ada Kabar Buruk dari AS

ras,  CNBC Indonesia
25 January 2026 19:00
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan, baik saham maupun nilai tukar, belum aman pekan depan. Pasalnya, sentimen-sentimen baik dari dalam maupun luar negeri minggu depan rawan membuat koreksi.

Independensi BI Masih Dipertanyakan, Pasar Rawan Goncang

Dari dalam negeri, pekan depan memang minim rilis data makro. Namun perhatian investor akan mengarah kepada uji kelayakan calon Dewan Gubernur Bank Indonesia pengganti posisi Juda Agung yang mengundurkan diri sejak 13 Januari 2026.

Ada tiga calon, yakni Solikin M.Juhro, Thomas Djiwandono, dan Dicky Kartikoyono. Nama pertama sudah melangsungkan fit proper test pada Jumat (23/1/2026). Sementara dua nama berikutnya dijadwalkan akan menjalani fit proper tes pada Senin (26/1/2026). 

Adapun untuk Jumat, (26/1/2026), calon deputi gubernur BI yang ikut uji kelayakan dan kepatutan ialah Dicky Kartikoyono untuk pukul 14.00-15.00 dan Thomas Djiwandono pukul 16.00-17.00.

Adapun kekhawatiran yang beredar menyangkut independensi Bank Indonesia, sebab ada keponakan Presiden Prabowo Subianto menjadi calon Dewan Gubernur BI. Hal ini yang bisa menjadi katalis negatif bagi pasar.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun kembali menegaskan bahwa independensi DPR RI dalam menilai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tetap terjaga.

Hal ini menyusul pandangan masyarakat mengenai salah satu calon deputi Thomas Djiwandono yang merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Beliau orang yang mempunyai kemampuan mempunyai rekam jejak yang bagus dan saya yakin. Walaupun nanti beliau terpilih itu bukan berarti kita apa ya. Bukan berarti kita kemudian seperti yang disampaikan tadi.

Karena memang beliau punya orang yang mempunyai kemampuan untuk itu dan pekerjaan di Bank Indonesia," tegas Misbakhun saat ditemui di Gedung DPR RI pada Jumat (23/1/2026).

Ia juga memastikan bahwa independensi Bank Indonesia misalkan Thomas terpilih pun tidak akan terganggu. Sebab pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif kolegial.

Setelah fit and proper test digelar pada Senin pekan depan, keputusan pemilihan deputi gubernur baru akan langsung dilakukan oleh para anggota Komisi XI melalui musyawarah untuk mufakat. Selanjutnya, nama terpilih akan ditetapkan pada rapat paripurna pada Selasa (27/1/2026).

Semua Mata Tertuju ke The Fed

Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan keputusan kebijakan suku bunganya pekan ini, tepatnya pada Kamis (29/1/2026) dini hari.

Keputusan ini yang paling ditunggu pasar karena terjadi di tengah gejolak tensi geopolitik yang semakin memanas hingga gonjang-ganjing ekonomi dunia.

Berdasarkan Fedwatch Tools The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya di 3,5%-3,75%.

The Fed sendiri, khususnya Chairman Jerome Powell mendapat tekanan langsung dari Presiden Donald Trump yang mendesaknya untuk mundur.

Trump sebelumnya menyatakan telah mengantongi nama calon Gubernur The Fed dan bahkan sudah rampung melakukan wawancara langsung. 

""Saya akan segera memberitahu Anda. Saya punya seseorang yang menurut saya akan sangat bagus, tetapi saya belum akan mengungkapnya sekarang," ujar Trump kepada dikutip Minggu (26/1/2026).

"Sosok ini sangat dihormati, sangat, sangat terkenal, dan saya yakin ia akan menjalankan tugasnya dengan sangat baik," tambahnya.

Adapun daftar nama calon pengganti Powell tersebut adalah Direktur National Economic Council Kevin Hassett, eksekutif BlackRock Rick Rieder, Dewan Gubernur The Fed saat ini Christopher Waller, serta mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh.

"Saya bisa katakan kami sudah mengerucut ke tiga nama, lalu menjadi dua. Dan mungkin saya bisa katakan bahwa dalam pikiran saya, sekarang tinggal satu nama," kata Trump.

Ketegangan Trump dengan Powell mengerucut bulan ini usai Gedung Putih mengeluarkan surat panggilan dugaan penyelidikan kriminal atas renovasi markas besar The Fed. Namun Powell menganggap tindakan itu sebagai upaya menjatuhakannya.

Aksi Korporasi Emiten Konglomerat

Pekan depan ada beberapa aksi korporasi dari emiten-emiten milik konglomerat. Pertama, adalah perusahaan milik Prajogo Pangestu yang akan melaksanakan RUPSLB pada Senin 26/1/2026) di Jakarta.

Mengutip keterbukaan informasi, pemegang saham dapat mengusulkan mata acara RUPSLB secara tertulis kepada Direksi. Usulan tersebut harus diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Adapun usulan mata acara rapat wajib diterima Direksi paling lambat tujuh hari sebelum tanggal pemanggilan rapat, yakni pada Jumat, 26 Desember 2025.

Selain itu, emiten konglomerat PT Rukun Raharja (RAJA) akan melakukan pembayaran dividen interim kepada investor pada 28 Januari 2026. Adapun nilai dividen interim yang dibagikan yakni Rp25 per saham dengan cum dividen terjadi pada 8 Januari 2026.

(ras/ras)



Most Popular