Selain Indonesia, Ini Negara yang Sering Dilanda Hujan
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa daerah di Indonesia diguyur hujan sejak November 2025, di mana hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Indonesia terbilang sangat tinggi hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi di Sumatra dan Jawa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 80,7% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.
Bahkan, BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Indonesia sepekan ke depan atau hingga 29 Januari 2026. Cuaca ekstrem ini berupa potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah.
Kejadian cuaca signifikan tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, terutama faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia.
Selain itu, dua bibit siklon tropis terpantau di sekitar Indonesia, masing-masing Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Sumbawa dan Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria.
Bibit 91S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam, sementara 92P memiliki potensi rendah dalam 24-72 jam. Kedua sistem ini membentuk area konvergensi angin dan meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot di sejumlah perairan selatan Indonesia.
Penguatan Monsun Asia turut membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan ke Indonesia, diperkuat oleh seruakan dingin (cold surge) dari Siberia, demikian dikutip dari laman resmi BMKG, Sabtu (24/1/2026).
BMKG menilai kombinasi fenomena atmosfer global hingga lokal, termasuk ENSO fase negatif (La Niña lemah), CENS, MJO, Rossby, dan Kelvin, meningkatkan potensi hujan dan cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan Indonesia.
Foto: Star2.comSungai Melaka, Malaysia |
Dalam prospek cuaca periode 23-25 Januari 2026, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di berbagai wilayah, dengan status Awas untuk Banten dan DKI Jakarta. Serta Siaga (hujan lebat-sangat lebat) untuk sejumlah daerah di Jawa, Bali, Lampung dan Nusa Tenggara.
Pada periode 26-29 Januari 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat - sangat lebat): Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Pegunungan.
Angin Kencang: Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Negara Dengan Curah Hujan Tinggi Selain Indonesia
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan curah hujan yang tinggi. Namun ternyata, ada beberapa negara di dunia yang menerima curah hujan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Berikut adalah deretan negara dengan curah hujan tertinggi.
1. Mikronesia
Mikronesia merupakan negara kepulauan berdaulat di Samudra Pasifik. Iklim hutan hujan tropis Mikronesia membuat cuaca hangat, lembap dan hujan sepanjang tahun. Selain itu, Mikronesia juga memiliki curah hujan yang melimpah.
Curah hujan rata-rata mencapai 4128 mm pada 2024. Meskipun menurun dari 2023 yang mencapai 4862,87 mm, curah hujan Mikronesia menjadi yang tertinggi di dunia. Sepanjang periode 1901 hingga 2024, curah hujan di Mikronesia rata-rata 4056,17 mm, mencapai tertinggi sepanjang masa 4862,87 mm pada 2023 dan terendah sepanjang sejarah 2911,02 mm pada 1998.
2. Palau
Sebagai negara kepulauan di Samudera Pasifik, Palau memiliki curah hujan yang tinggi. Pada 2024, curah hujan di Palau mencapai 3711 mm.
Curah hujan di Palau rata-rata 3541,68 mm dari 1901 hingga 2024, mencapai tertinggi sepanjang masa 4567,53 mm pada 1929 dan terendah sepanjang sejarah 2336,43 mm pada 2015.
3. Samoa Amerika
Samoa Amerika adalah sebuah wilayah tak terorganisasi dan terpisah milik Amerika Serikat yang berada di bagian selatan dari Samudera Pasifik.
Serupa dengan dua negara sebelumnya, karakteristik Samoa Amerika sebagai negara yang terletak di Samudera Pasifik membuat negara ini memiliki curah hujan yang tinggi, yakni mencapai 3659 mm per tahun.
4.Fiji
Fiji merupakan sebuah negara kepulauan di Melanesia, bagian dari Oseania yang terletak di Selatan Samudera Pasifik. Negara ini memiliki iklim tropis yang hangat sepanjang tahun.
Curah hujan bervariasi, dengan musim hangat mengalami curah hujan yang lebih tinggi, terutama di wilayah pedalaman. Curah hujan di Fiji meningkat menjadi 3349 mm pada 2024 dari 3106 mm pada 2023.
5. Kosta Rika
Kosta Rika merupakan sebuah negara kecil di Amerika Tengah. Kosta Rika berbatasan dengan Samudra Pasifik di barat daya dan selatan, serta Laut Karibia di timur laut. Hal ini membuat curah hujan di Kosta Rika cukup tinggi.
Curah hujan di Kosta Rika meningkat menjadi 3299,72 mm pada 2024 dari 2445,16 mm pada 2023. Kosta Rika mengalami iklim tropis sepanjang tahun dengan musim kemarau dari Desember sampai April, dan musim hujan dari Mei hingga November.
6. Papua Nugini
Papua Nugini adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur Pulau Papua. Kondisi geografi Papua Nugini sebagian besar berupa pegunungan dan sebagian lainnya ditutupi hutan hujan tropis.
Selain itu, Papua Nugini juga merupakan salah satu dari sedikit kawasan yang dekat dengan khatulistiwa. Hal ini membuat curah hujan di Papua Nugini cukup tinggi, mencapai 3185 mm pada 2024, meningkat dari 3162,33 mm pada 2023.
7.Kepulauan Solomon
Kepulauan Solomon adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, berada di sebelah timur Papua Nugini. Dengan karakteristik geografi berupa negara kepulauan, curah hujan di Kepulauan Solomon dapat mencapai 3184 mm per tahun.
8. Malaysia
Negeri Jiran, Malaysia merupakan negara yang terletak di Asia Tenggara, dan dipisahkan oleh Laut Cina Selatan menjadi dua wilayah.
Iklim lokal bersifat khatulistiwa dan ditandai oleh musim barat daya dari April hingga Oktober, dan timur laut dari Oktober hingga Februari. Dengan keberadaan laut di sekitarnya, kelembapan biasanya tinggi, dan curah hujan tahunan rata-rata bisa mencapai 3124 mm.
9. Indonesia
Terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, membuat curah hujan di Tanah Air relatif tinggi. Secara umum, Indonesia memiliki iklim tropis. Faktor utama yang memengaruhi iklim Indonesia bukanlah suhu udara ataupun tekanan udara, melainkan curah hujan. Meskipun demikian, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki pola curah hujan yang sama. Curah hujan rata-rata pada 2024 mencapai 2998 mm, meningkat dari 2676,72 mm pada 2023.
10. Belize
Belize adalah sebuah negara di pesisir timur laut Amerika Tengah. Curah hujan di Belize meningkat menjadi 2886 mm pada 2024 dari 1925,16 mm pada 2023.
Secara umum, negara dengan curah hujan paling melimpah memiliki karakteristik yang serupa, yakni kondisi geografis berupa negara kepulauan atau negara pesisir. Selain itu, iklim tropis juga turut membuat curah hujan di negara-negara tersebut melimpah sepanjang tahun.
Foto: Star2.com