Trump Makan Korban: Baru Setahun, Ada 10 Perusahaan Besar AS Bangkrut
Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2025 menjadi periode yang kelam dan penuh turbulensi bagi dunia korporasi Amerika Serikat (AS). Di bawah tahun pertama pemerintahan Presiden Donald Trump, gelombang kebangkrutan melanda berbagai sektor industri dan mencatatkan rekor tertinggi sejak tahun 2021 silam.
Sebagai catatan, Trump dilantik pada 20 Januari 2025 atau tepat setahun lalu.
Fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor. Suku bunga acuan yang bertahan di level tinggi membuat biaya pinjaman melonjak drastis, menghancurkan perusahaan-perusahaan yang selama ini bergantung pada utang untuk operasionalnya, serta adanya quantitative tightening yang diberlakukan oleh The Fed.
Ketika utang jatuh tempo di tahun 2025, banyak perusahaan gagal melakukan pendanaan ulang (refinancing) karena likuiditas pasar yang mengetat.
Tak hanya masalah keuangan, sektor riil juga terpukul oleh perubahan fundamental perilaku konsumen AS. Tekanan inflasi yang berkepanjangan telah menggerus daya beli kelas menengah, memaksa mereka beralih ke alternatif produk yang jauh lebih murah atau menahan belanja diskresioner sepenuhnya.
Akibatnya, perusahaan dengan model bisnis konvensional yang lambat beradaptasi harus menghadapi kenyataan pahit yaitu kehabisan kas dan terpaksa gulung tikar.
Berdasarkan data pengajuan pengadilan federal dan laporan pasar, berikut adalah 10 perusahaan raksasa ikonik yang resmi mengajukan kebangkrutan sepanjang tahun 2025:
1. JC Penney (Ritel)
Raksasa department store legendaris ini mengajukan kebangkrutan pada Desember 2025. Perusahaan tidak mampu lagi menahan beban operasional toko fisik yang sangat besar di tengah sepinya pengunjung mal. JC Penney gagal beradaptasi dengan cepat untuk menarik minat belanja generasi muda yang kini beralih total ke platform digital, membuat pendapatan mereka terus tergerus.
Foto: AP/Calvin Bloom carries several bags filled with Disney themed toys on Black Friday at JC Penney store in the Wyoming Valley Mall on Black Friday, in Wilkes-Barre, Pa., Friday Nov. 27, 2020. (Mark Moran/The Citizens' Voice via AP) |
2. Luminar Technologies (Otomotif)
Pengembang sensor canggih untuk mobil otonom (LiDAR) ini bangkrut pada Desember 2025. Luminar menghadapi kenyataan pahit bahwa adopsi teknologi otonom berjalan lambat. Pabrikan mobil global memilih menunda penggunaan sensor mahal demi menjaga harga jual kendaraan tetap terjangkau di tengah ekonomi yang sulit, membuat Luminar kehilangan potensi pendapatan utamanya.
3. iRobot (Teknologi)
Produsen penyedot debu populer "Roomba" ini resmi bangkrut pada Desember 2025. Kehancuran iRobot dipicu oleh kegagalan rencana akuisisi oleh Amazon akibat hambatan regulasi antimonopoli. Tanpa suntikan modal dari raksasa teknologi tersebut, iRobot kehilangan daya saing melawan serbuan produk robot pembersih asal China yang menawarkan fitur serupa dengan harga jauh lebih murah.
Foto: iRobot. (Facebook/iRobot) |
4. Rite Aid (Farmasi)
Jaringan apotek besar ini mengajukan kebangkrutan pada Mei 2025 karena terjepit masalah ganda. Selain kalah dalam perang harga obat resep melawan pesaing raksasa seperti Walmart dan Amazon Pharmacy, kas keuangan Rite Aid terkuras habis untuk membayar biaya hukum dan denda terkait ribuan tuntutan hukum atas krisis opioid di Amerika Serikat.
5. Burger King (Restoran)
Salah satu entitas operasional Burger King di AS mengajukan perlindungan pailit pada April 2025. Bisnis restoran ini tertekan hebat oleh inflasi bahan baku pangan dan kenaikan upah pekerja. Di sisi lain, konsumen kelas menengah AS mulai mengurangi frekuensi makan di luar karena harga menu makanan cepat saji dinilai sudah tidak lagi ekonomis bagi kantong mereka.
Foto: REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANYA view of an empty Burger King restaurant as a result of the boycott of Western brands in Egypt due to the Israeli bombardment in Gaza amid the ongoing conflict between Israel and the Palestinian Islamist group Hamas, in Cairo, Egypt, November 20, 2023. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany |
6. Forever 21 (Fashion)
Peritel busana ini kembali masuk jurang kebangkrutan pada Maret 2025 karena kalah telak dalam persaingan melawan aplikasi belanja impor. Konsumen AS di tahun 2025 lebih memilih berbelanja pakaian murah lewat aplikasi ponsel seperti Shein dan Temu daripada mengunjungi gerai fisik di mal, menyebabkan penumpukan stok barang yang tak terjual.
Foto: Forever 21 (REUTERS/Mariana Bazo) |
7. 23andMe (Bioteknologi)
Perusahaan tes DNA yang sempat menjadi primadona pasar saham ini runtuh pada Maret 2025. Model bisnis mereka dinilai tidak berkelanjutan karena pelanggan hanya perlu melakukan tes DNA satu kali seumur hidup, sehingga tidak ada pendapatan berulang. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya kepercayaan publik pasca insiden keamanan data pelanggan.
8. Hooters (Restoran)
Jaringan restoran ikonik ini tercatat bangkrut pada Maret 2025. Perusahaan menghadapi tantangan berat berupa lonjakan harga bahan baku, terutama sayap ayam, serta perubahan demografi konsumen. Generasi muda AS saat ini dianggap kurang berminat dengan konsep restoran yang ditawarkan Hooters, menyebabkan penurunan omzet yang signifikan.
Foto: Restoran Hooters asli di Clearwater, Florida. Pada hari Jumat, 30 Desember 2022. (AP/Tamara Lush/File Foto) |
9. Nikola Corporation (Otomotif)
Produsen truk listrik dan hidrogen ini bangkrut pada Februari 2025 akibat krisis likuiditas parah. Biaya riset dan produksi truk listrik yang sangat tinggi tidak sebanding dengan pemasukan penjualan. Investor cenderung menahan pendanaan karena skeptis terhadap kemampuan perusahaan mencetak laba di tengah pasar kendaraan listrik yang melambat.
Foto: Truk Artic bertenaga hidrogen di stan pembuat truk AS Nikola di pameran Transportasi IAA di Hanover, Jerman, 19 September 2022. (REUTERS/Fabian Bimmer) |
10. Joann Inc. (Hobi)
Peritel perlengkapan kerajinan tangan ini menjadi korban awal gelombang kebangkrutan pada Januari 2025. Perusahaan tidak mampu mempertahankan kinerja penjualan setelah berakhirnya tren hobi rumahan pasca-pandemi. Dengan beban utang masa lalu yang menumpuk dan daya beli konsumen yang melemah akibat inflasi, Joann gagal menyelamatkan operasionalnya.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Foto: AP/
Foto: iRobot. (Facebook/iRobot)
Foto: REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANY
Foto: Forever 21 (REUTERS/Mariana Bazo)
Foto: Restoran Hooters asli di Clearwater, Florida. Pada hari Jumat, 30 Desember 2022. (AP/Tamara Lush/File Foto)
Foto: Truk Artic bertenaga hidrogen di stan pembuat truk AS Nikola di pameran Transportasi IAA di Hanover, Jerman, 19 September 2022. (REUTERS/Fabian Bimmer)