MARKET DATA

Harga Batu Bara Membara Lagi, Naik ke Level Tertinggi Sebulan

mae,  CNBC Indonesia
15 January 2026 07:30
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Bongkar Muat Batu bara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara terus menanjak dalam tiga hari terakhir.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara ditutup di posisi US$ 110 per troy ons atau melonjak 1,24% pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 2 Desember 2025 atau 1,5 bulan.

Penguatan ini memperpanjang reli batu bara yang sudah menguat tiga hari beruntun dengan menguat 2,7%, Harga batu bara melesat ditopang kabar baik dari China.

Impor batu bara China pada Desember 2025 melonjak ke level tertinggi bulanan sepanjang sejarah, didorong oleh penimbunan stok musim dingin dan kenaikan harga batu bara domestic.

Kendati demikian, total impor sepanjang tahun justru turun 10%, demikian data kepabeanan.

Berdasarkan data General Administration of Customs, impor batu bara pada Desember mencapai rekor bulanan tertinggi sepanjang masa sebesar 58,59 juta ton metrik. Lonjakan ini terjadi setelah impor anjlok pada November akibat kendala pasokan dari eksportir utama, yakni Indonesia, Australia, dan Rusia.

Pembeli batu bara biasanya melakukan penimbunan stok menjelang bulan-bulan terdingin di musim dingin, ketika permintaan untuk pemanas mendorong konsumsi batu bara meningkat.

Selain itu, harga batu bara domestik China naik hingga mendekati level tertinggi dalam hampir satu tahun pada akhir November, sebagaimana ditunjukkan oleh indeks pemerintah. Kondisi ini mendorong pembeli beralih mencari batu bara impor yang lebih murah.

Namun secara keseluruhan, impor batu bara China sepanjang 2025 tetap berada di bawah rekor tahun 2024.

Hal ini disebabkan oleh pengiriman yang lebih rendah selama sebagian besar tahun, ketika harga batu bara domestik cenderung lemah dan pasokan melimpah, sehingga batu bara impor menjadi kurang menarik.

 

Sepanjang tahun 2025, China mengimpor total 490,27 juta ton metrik batu bara, turun 10% dibandingkan rekor tertinggi tahun 2024.

China juga memperkuat perdagangan batu bara kokas secara online dan transaksi spot di tengah permintaan yang membaik, yang mendorong harga dan aktivitas pasar kokas di dalam negeri.

Volume transaksi online meningkat seiring pelaku pasar mengejar peluang di pasar spot, sehingga berkontribusi pada perluasan kenaikan harga batu bara kokas.

Aktivitas semacam ini menunjukkan bahwa pasar batu bara kokas China saat ini tidak hanya bergantung pada kontrak jangka panjang, tetapi juga spot market yang lebih dinamis dan likuid, yang mendukung penguatan harga komoditas ini secara umum.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)



Most Popular