MARKET DATA

Minyak Melimpah Tak Menjamin Kuasa: Pelajaran Pahit Venezuela

Muhammad Zahran,  CNBC Indonesia
11 January 2026 08:15
Kilang minyak
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara tercatat sebagai pemilik cadangan minyak raksasa, namun hanya segelintir yang benar-benar mampu mengolahnya secara optimal.

Operasi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela baru-baru ini memicu sorotan dunia terhadap industri minyak Venezuela.

Pasalnya, negara Amerika Latin tersebut merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak mencapai 303 miliar barel, mengalahkan cadangan minyak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi (267 miliar barel) dan Iran (208 miliar barel).

Namun di balik melimpahnya cadangan minyak, industri minyak Venezuela justru terpuruk akibat buruknya tata kelola dan sanksi AS.

Di sisi lain, beberapa negara mampu mencatatkan produksi minyak dalam skala besar dan berkelanjutan, menjadikannya sebagai pemain utama dalam rantai pasok global.

 

Statistical Review of World Energy yang diterbitkan Energy Institute menunjukkan negara-negara dengan produksi minyak terbesar.

Amerika Serikat berada di posisi teratas sebagai produsen minyak dunia dengan produksi lebih dari 20 juta barel per hari, walaupun cadangan minyaknya hanya sekitar 45 miliar barel. Kondisi ini tidak lepas dari pola industri minyak serpih AS yang mencatat cadangan jangka pendek dan terus memperbaruinya lewat aktivitas pengeboran berkelanjutan.

Sementara itu, Venezuela dengan cadangan minyak mencapai 303 miliar barel justru hanya mampu memproduksi 960 ribu barel per hari. Dengan kondisi tersebut, rasio cadangan terhadap produksinya melebihi 800 tahun, menjadi yang tertinggi di dunia.

Pola serupa juga terjadi di beberapa negara Timur Tengah seperti Iran, Libya, Kuwait, dan Irak yang memiliki rasio cadangan terhadap produksi yang juga melebihi 800 tahun.

Di samping itu, sejumlah negara berada di posisi "tengah", dengan keseimbangan antara besaran cadangan dan kapasitas produksi. Sebagai contoh, cadangan Arab Saudi diperkirakan masih dapat menopang produksi selama lebih dari 60 tahun dengan tingkat produksi saat ini.

(mae/mae)



Most Popular