MARKET DATA
Newsletter

Hari Ini, Purbaya Akan Sampaikan Pengumuman Penting

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
08 January 2026 06:18
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Oktober 2025.
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Oktober 2025. (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam, IHSG menguat sementara rupiah melemah
  • Wall Street mayoritas melemah setelah melesat dalam dua hari sebelumnya
  • Data realisasi APBN dan data ekonomi AS akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kembali ditutup beragam pada Rabu (7/1/2025). Bursa saham menguat sementara rupiah masih melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih bergerak volatile pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) dan melanjutkan reli perdagangan pekan ini. Indeks menguat 11,20 poin atau terapresiasi tipis 0,13% ke level 8.944,81 pada akhir perdagangan sesi kedua.

Ini merupakan rekor harga penutupan perdagangan tertinggi sepanjang masa (all time high) baru yang dicatatkan IHSG.

Sebanyak 344 saham naik, 362 turun, dan 104 tidak bergerak. Nilai transaksi kemarin tergolong ramai atau mencapai Rp 36,89 triliun melibatkan 70,57 miliar saham dalam 4,57 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.351 triliun atau nyaris mencapai US$ 1 miliar.

Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau dengan penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor energi. Sedangkan koreksi paling dalam kemarin dicatatkan oleh sektor teknologi.

Saham-saham yang menjadi penggerak utama IHSG termasuk DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk), ANTM (PT Aneka Tambang Tbk), AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk),
ASII (PT Astra International Tbk), dan KPIG (PT MNC Land Tbk) s
edangkan pemberat utama kinerja indeks kemarin termasuk BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk), COIN (PT Indokripto Koin Semesta Tbk), BRPT (PT Barito Pacific Tbk), BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk), dan CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk).

Beralih ke pasar Valas, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (7/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah terdepresiasi sebesar 0,15% dan ditutup di level Rp16.770/US$. Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah memang sudah berada di zona pelemahan setelah dibuka turun 0,03% di posisi Rp16.750/US$, dan terus mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan.



Pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin terutama dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tercatat menguat, meskipun dengan rentang pergerakan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 6,09% pada perdagangan kemarin. Investor sepertinya masih wait and see dengan pasar obligasi.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir beragam dengan mayoritas melemah pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi dari level rekor pada Rabu, seiring sektor-sektor pasar yang sempat panas di awal tahun mulai kehilangan momentum.

Indeks S&P melemah 0,34% dan ditutup di 6.920,93. Dow yang berisi 30 saham turun 466 poin atau 0,94% ke level 48.996,08. Kedua indeks tersebut sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di awal sesi. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 0,16% dan berakhir di 23.584,27.

Sektor keuangan dan energi mencatatkan penurunan sepanjang hari perdagangan, masing-masing turun lebih dari 1%. Saham bank yang ditutup lebih rendah antara lain JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo. Di sektor energi, Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips menjadi pemberat utama.

Di luar pelemahan saham energi tersebut, harga minyak mentah turun setelah AS Presiden Donald Trump menyatakan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran akan meningkatnya pasokan minyak.

"Minimnya pergerakan signifikan pada harga minyak mentah per barel, menurut pandangan kami, merupakan bentuk kepercayaan bahwa pasar masih jauh dari kondisi ketat dari sisi keseimbangan pasokan dan permintaan," ujar Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments, kepada CNBC.

Meski harga minyak melanjutkan pelemahan sejak Selasa, saham-saham justru menguat pada perdagangan sebelumnya, ketika investor tampak mengabaikan kekhawatiran atas serangan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan.

"Apa yang terjadi di Amerika Selatan tidak mengubah prospek pertumbuhan ekonomi AS dari sudut pandang pasar saham," kata Buchanan.

"Saya pikir ada semacam sikap terlalu tenang dalam menilai risiko geopolitik secara keseluruhan yang menurut kami sedang meningkat, tetapi kami tidak merasa bahwa apa yang terjadi di Venezuela telah menggeser arah pasar secara signifikan, baik naik maupun turun," lanjutnya.

Trump turut berkontribusi terhadap pelemahan pasar saham pada Rabu. Presiden mengatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham (buyback) hingga perusahaan-perusahaan tersebut menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut. Pernyataan ini menekan saham-saham sektor pertahanan.

Selain itu, Trump menyatakan bahwa AS akan melarang investor institusional besar membeli lebih banyak rumah tinggal satu keluarga (single-family homes), langkah yang membebani saham-saham private equity seperti Blackstone dan Apollo Global Management.

Sebaliknya, saham perusahaan kilang minyak Valero Energy dan Marathon Petroleum menjadi salah satu pemenang hari itu, masing-masing melonjak 3% dan lebih dari 1%, setelah sumber mengatakan kepada CNBC bahwa penjualan minyak dari Venezuela akan berlanjut tanpa batas waktu dan sanksi akan dikurangi.

Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen hari ini, baik dari dalam dan luar negeri. Sentimen dalam negeri akan datang dari realisasi APBN 2025 sementara dari luar  negeri datang dari data AS.

Realisasi APBN 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menggelar konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026 pukul 13.30 WIB. Konferensi pers ini akan memaparkan realisasi APBN penuh untuk tahun anggaran 2025.
Menarik dilihat seperti apa kinerja APBN secara keseluruhan dari sisi belanja, pendapatan hingga defisit. Pertanyaan terbesar adalah terkait defisit APBN karena ada kekhawatiran akan membengkak dari target.

Realisasi pendapatan juga akan menjadi sorotan karena mencerminkan kemampuan negara dalam mengumpulkan penerimaan di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global. Menarik dilihat seberapa besar shortfall pada pajak di 2025.

Realisasi belanja juga ditunggu terutama terkait program prioritas seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga belanja subsidi dan bansos. 

Publik dan investor juga menunggu seperti apa realisasi pembiayaan utang selama 2025 dan seberapa besar mempengaruhi defisit. Sebagai catatan, defisit APBN per November 2025 tercatat Rp 560,3 triliun atau 2,% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau mendekati target 2,48% dari PDB.

Istana Tegaskan APBN 2026 Tak Direvisi

Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak akan diubah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan postur APBN sudah disahkan dalam undang-undang dan setiap penyesuaian hanya bisa dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.

"APBN sudah dirancang dan diputuskan bersama DPR. Kalau ada perkembangan, ruang penyesuaian sudah diatur dalam mekanisme," kata Prasetyo di sela Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (6/1/2026).

Ia juga menegaskan belum ada tambahan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ke depan ada perubahan, seluruhnya harus dibahas bersama DPR. "Kalau dari total APBN, belum ada," ujarnya.

Dalam APBN 2026, asumsi makro yang dipakai antara lain pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, nilai tukar Rp16.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, serta harga minyak US$70 per barel. Target lifting minyak ditetapkan 610 ribu barel per hari dan gas 984 ribu barel setara minyak per hari.

Pendapatan negara ditargetkan Rp3.153,6 triliun, terdiri dari penerimaan pajak Rp2.693,7 triliun dan PNBP Rp459,2 triliun. Sementara belanja negara dipatok Rp3.842,7 triliun, dengan belanja pemerintah pusat Rp3.149,7 triliun terdiri dari belanja K/L Rp1.510,5 triliun dan non-K/L Rp1.639,1 triliun serta transfer ke daerah Rp693 triliun.

Dengan postur tersebut, keseimbangan primer mencapai surplus Rp89,7 triliun, sementara defisit anggaran ditetapkan Rp689,1 triliun atau 2,68% dari PDB.

JOLTS & ISM Services PMI


Data JOLTs menunjukkan lowongan pekerjaan di Amerika Serikat turun sebanyak 303.000 menjadi 7,146 juta pada November 2025. Angka ini merupakan level terendah sejak September 2024 dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,60 juta.

Jumlah lowongan pekerjaan menurun di sektor akomodasi dan layanan makanan (-148.000); transportasi, pergudangan, dan utilitas (-108.000); serta perdagangan grosir (-63.000). Sebaliknya, lowongan pekerjaan justru meningkat di sektor konstruksi (+90.000).

Secara regional, lowongan pekerjaan turun di wilayah Timur Laut (-34.000), Selatan (-100.000), Midwest (-91.000), dan Barat (-78.000).

Sementara itu, jumlah perekrutan (hires) relatif tidak berubah, dan total pemisahan tenaga kerja (separations) juga stagnan di level 5,1 juta. Di dalam komponen pemisahan tersebut, baik pengunduran diri (quits) sebanyak 3,2 juta maupun pemutusan hubungan kerja dan pemberhentian (layoffs and discharges) tidak mengalami perubahan signifikan.

AS juga merilis laporan ADP Employment Change, yang menunjukkan sektor swasta menambah 41 ribu lapangan kerja baru pada Desember. Angka ini sedikit lebih buruk dari ekspektasi 47 ribu, namun lebih baik dibandingkan revisi November yang menunjukkan kontraksi 29 ribu. .

Indeks aktivitas sektor jasa Amerika Serikat versi ISM Services PMI kembali menguat pada Desember 2025 dan tercatat di 54,4, naik dari 52,6 pada November. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang berada di 52,3. Capaian tersebut menjadi laju ekspansi sektor jasa paling kuat sejak Oktober 2024, sekaligus menandai pertama kalinya sejak Februari seluruh subindeks berada di zona ekspansi.

Kenaikan ini banyak dipicu oleh lonjakan aktivitas akhir tahun. Sejumlah perusahaan melaporkan meningkatnya permintaan seiring musim liburan serta persiapan operasional menuju 2026. Pola musiman ini mendorong volume transaksi, logistik, dan layanan bisnis bergerak lebih aktif dibanding bulan sebelumnya.

Dari sisi komponen utama, aktivitas bisnis meningkat ke 56 dari 54,5, sementara pesanan baru melonjak ke 57,9 dari 52,9. Persediaan juga tumbuh lebih cepat di level 54,2. Data ini mencerminkan kuatnya arus permintaan di sektor jasa AS pada akhir 2025.

Klaim Pengangguran AS

Hari ini AS akan mengumumkan data klaim pengangguran per 2 Januari 2025. Klaim awal tunjangan pengangguran (initial jobless claims) di Amerika Serikat turun sebanyak 16.000 menjadi 199.000 pada pekan yang berakhir 27 Desember. Periode ini biasanya cukup volatil karena musim liburan, dan angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 220.000 klaim.

Capaian ini merupakan level terendah sejak Januari, jika mengecualikan pekan Thanksgiving yang secara musiman sangat fluktuatif, ketika klaim sempat turun singkat ke level terendah dalam tiga tahun di angka 192.000.

Klaim berkelanjutan (continuing claims) juga menurun, menjadi 1,89 juta pada pekan yang berakhir 20 Desember, dari angka sebelumnya 1,91 juta yang telah direvisi turun.

Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Saat Panen Raya di Karawang

Dilansir dari rilis Kementan, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin panen raya padi di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), yang sekaligus menjadi momentum pengumuman bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan. Panen digelar di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, salah satu kawasan produksi padi utama nasional.

Panen dilakukan menggunakan combine harvester, teknologi yang mempercepat proses panen sekaligus menekan kehilangan hasil. Presiden Prabowo juga meninjau pemanfaatan berbagai alat dan mesin pertanian, mulai dari drone hingga pompa air, serta melihat langsung produk hilirisasi pertanian.

Dalam kesempatan itu, diperkenalkan pula varietas unggul Inpari 32 yang dikembangkan Kementerian Pertanian dengan potensi hasil mencapai 8,42 ton per hektare. Prabowo mendorong agar pengembangan benih unggul terus diperluas agar produktivitas padi nasional bisa meningkat lebih tinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan modernisasi menjadi kunci ketahanan pangan. Menurutnya, penerapan teknologi mampu menaikkan produktivitas, meningkatkan indeks pertanaman, dan menurunkan biaya produksi, sehingga kesejahteraan petani ikut terdorong.

Prabowo juga menyoroti pentingnya kesinambungan swasembada pangan ke sektor lain, khususnya jagung dan pakan ternak. Dengan produksi pangan yang lebih kuat, pemerintah menargetkan harga pakan bisa ditekan agar biaya usaha peternak dan petani menjadi lebih ringan.

Selain itu, pemerintah berencana melanjutkan kebijakan penurunan harga pupuk dan memperluas akses sarana produksi bagi petani. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan biaya budidaya di tingkat lapangan.

Kementerian Pertanian menyatakan dukungan lintas lembaga, termasuk TNI dan Polri, akan terus dimanfaatkan untuk mempercepat adopsi teknologi, distribusi sarana produksi, dan penguatan produksi pangan. Dengan kombinasi kebijakan dan teknologi tersebut, pemerintah menargetkan swasembada pangan bisa dijaga secara berkelanjutan.

 


Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Aksi unjuk rasa buruh di kawasan Patung Kuda Kota Jakarta Pusat.

  • Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Kota Jakarta Pusat.

  • Press Conference Kick Off Maybank Marathon 2026 di kantor Maybank Indonesia, Sentral Senayan III, Kota Jakarta Pusat.

  • Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 yang akan diselenggarakan di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Kota Jakarta Pusat.

  • Press Briefing Kemlu RI terkait sejumlah isu strategis di Ruang Palapa, Kemlu RI, Kota Jakarta Pusat.

  • Klaim pengangguran AS
  • Ekspor Impor Amerika Serikat



Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:

RUPS UPS Rencana PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Eastparc Hotel Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Soho Global Health Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Interim Gunawan Dianjaya Steel Tbk
Tanggall cum Dividen Tunai Interim Roda Vivatex Tbk
Tanggalcum Dividen Tunai Interim Rukun Raharja Tbk
Jatuh Tempo Surat Berharga Negara seri Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12260108
Tanggal pencatatan hmetd PT PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.


Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:



CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.



Most Popular
Features